Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Mendapat ijin


__ADS_3

"Kakak mau makan?" tanya Aisyah.


"Aku masih kenyang sayang,aku mau susu jahe!" kata Yudistira.


"Ya sudah,aku buatkan dulu ya?!!" kata Aisyah dan di jawab anggukan oleh Yudistira.


"Fauzi,apa kau sudah menemukan orang itu?" tanya Yudistira dalam telepon setelah Aisyah pergi.


"Sudah tuan,saya akan membawanya ke tempat biasa!" jawab Fauzi.


"Apa tidak ada yang tahu kau menangkap orang itu?" tanya Yudistira


"Tidak tuan!" jawab Fauzi.


"Bagai mana caranya?" tanya Yudistira.


"Begini tut tut tut!" Yudistira mematikan telepon sepihak karena Aisyah sudah datang.


Dasar tuan muda egois,main tutup saja! Fauzi kesal sendiri.


"Lagi apa kak?" tanya Aisyah sambil berjalan mendekati Yudistira.

__ADS_1


"Tidak lagi apa apa sayang!" jawab Yudistira sambil mengambil segelas susu jahe yang di sodorkan Aisyah.


"Minum kak!" kata Aisyah.


"Iya,terima kasih sayang!" jawab Yudistira dan meneguk susu jahe kesukaannya.


Waktu terus berjalan,kini sudah waktunya untuk makan malam.Semua anggota keluarga Nugraha sudah berkumpul di meja makan.


"Bagai mana rumah baru kakak? apa bagus?" tanya Rizal.


"Hmmm,rumah kakak sangat bagus!" jawab Aisyah.


"Kapan aku bisa main ke sana kak?!" tanya Rizal.


"Beneran kak?" tanya Rizal dengan semangat dan di balas anggukan oleh Yudistira.


"Oh iya ma,lusa nanti aku dan kak Tira ingin pindah rumah! aku ingin belajar mandiri ma!" kata Aisyah.


"Apa? kenapa? apa di sini tidak nyaman?" tanya mama Lena.


"Rumah seorang ibu,bagaikan surga bagiku.Aku sangat betah dan nyaman tinggal disini!" jawab Aisyah.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu ingin pisah rumah Aisyah,apa rumah ini terlalu kecil?" tanya mama Lena.


"Tidak ma,rumah ini sangat besar.Aku dan kak Tira hanya ingin belajar mandiri ma,jika aku sama kak Tira terus satu rumah sama mama dan papa,aku akan susah untuk belajar mengurus rumah tangga!" jawab Aisyah mencoba menjelaskan.


"Ma,sudah! biarkan mereka pindah rumah.Biarkan mereka membina rumah tangganya sendiri tanpa campur tangan orang tua!" kata papa Dimas.


"Tapi sayang,apa kamu akan bisa?" tanya mama Lena.


"Aku sudah tahu materinya ma,sekarang aku akan mempraktekkannya!" jawab Aisyah.


"Tahu materi dari mana? kamu baru pulang dari pesantren!" kata mama Lena.


"Ma,di pesantren tidak hanya di ajarkan membaca Al-Qur'an dan kitab.Tapi juga di ajarkan semua yang akan aku hadapi di masa depan.Bagaimana melayani suami,merawat anak juga di ajarkan di pesantren ma.Bahkan jika mama ingin bukti aku mengetahui materi ini,aku bisa membacakannya untuk mama.Aku punya kitabnya.Islam bukan hanya mengajarkan tentang ibadah.Tapi islam mengajarkan semuanya.Bagaimana hidup bersih,sehat,adab,dan bahkan cara bisnis yang benar juga di ajarkan dalam islam!" kata Aisyah.


"Ya sudah kalau gitu,mama percaya sama kamu!" kata mama.


"Mama mengijinkan?" tanya Aisyah.


"Iya mama mengijinkan,tapi jangan lupa,ijin juga sama mami Reva dan papi Kevin!" jawab mama Lena.


"Itu pasti ma,besok aku dan kak Tira akan pergi ke rumah mami Reva dan papi Kevin untuk minta ijin!" kata Aisyah.

__ADS_1


"Ya sudah,sekarang makan!" kata papa Dimas.


Merekapun makan dengan nikmat tidak lupa berdoa.Diskusi serius membuat mereka tambah lapar sehingga makan banyak makanan.


__ADS_2