Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Al-Fiyah


__ADS_3

Aisyah berlalu pergi ke kamarnya dan mengunci pintu.Dia menangis tanpa suara di atas ranjang empuknya.


Aisyah tidak mau di jodohkan karena dia memang belum mau menikah,dia masih ingin mondok.Dia masih ingin bersenang senang tanpa ada yang melarangnya karena ikatan pernikahan.


Seperti bayi yang setelah menangis langsung tidur,Aisyah juga seperti itu,ditambah perjalanannya dari bandung yang membuat dirinya capek.


''Pa,sepertinya Aisyah tidak mau di jodohkan,namun dia tidak mau membantah kita!'' ucap mama Lena dengan wajah bersalah.


''Papa juga merasakan hal yang sama dengan mama,tapi bagaimana lagi? ini yang terbaik untuk Aisyah!'' jawab papa Dimas.


𝘿𝙞𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝘼𝙇-𝘽𝙖𝙧𝙩


Yudistira sedang senyum senyum sendiri memandang hand phone miliknya yang terdapat foto Aisyah.Karena diam diam,sebelum Yudistira mengembalikan hand phone milik ibunya,dia mengirimkan foto Aisyah lewat aplikasi WhatsApp ke nomornya.


𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩,𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘮𝘶 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘧𝘰𝘵𝘰.𝘐𝘣𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 𝘣𝘪𝘥𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘢𝘥𝘢𝘳.𝘉𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬,𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘭𝘦𝘩𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪.


Ucap Yudistira dalam hatinya dengan muka bahagia sehingga senyumnya terus mengambang.


Saking lamanya Yudistira memandang foto calon tunangannya itu,dia sampai tertidur.


.....🦚🦚🦚

__ADS_1


𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶𝘢𝘬𝘣𝘢𝘳 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶𝘢𝘬𝘣𝘢𝘳


Adzan subuh sudah berkumandang di mesjid mesjid dengan merdunya.Membangunkan seluruh umat muslim yang masih tidur agar melaksanakan kewajibannya.


Aisyah bangun dengan mata yang sembab karena semalam dia sudah menangis.Aisyah berlalu menuju kamar mandi.


Setelah mandi Aisyah langsung melaksanakan kewajibannya yang mengaku beragama islam untuk melaksanakan dua rakaat sholat subuh beserta doa qunut.


Setelah sholat Aisyah berdoa kepada Allah agar Allah memberikan yang terbaik untuknya dan untuk keluarganya.


Setelah berdoa Aisyah mencoba untuk menghapal kitab kesukaannya yaitu Al-Fiyah dengan memakai nada bahar rojaz dengan merdunya.



Aisyah keluar kamar dengan gaun putih dan kerudung ungu tidak lupa memakai cadar.



''Mama,ini ada apa? kok banyak orang?'' tanya Aisyah pada mama Lena yang kebetulan lewat di depannya.


''Ini mereka mau bantu bantu masak!'' jawab mama Lena.

__ADS_1


''Masak buat apa ma?'' tanya Aisyah.


''Masak buat syukuran nanti setelah maghrib sekalian akan ada tamu yang mau melamarmu! jadi ini itung itung lamaran!'' jawab mama Lena yang membuat Aisyah kaget bukan main.


''Apa? Aisyah mau di lamar?'' tanya Aisyah kaget.


''Iya nak,semoga kamu sudah siap! mama dan papa yakin bahwa laki laki yang mama pilih untukmu yang terbaik untukmu!'' jawab mama Lena.


''Iya ma insyaAllah!'' jawab Aisyah dengan suara bergetar nahan tangis.


''Aisyah,ayo masuk nak!'' ajak mama Lena menuntun Aisyah masuk ke kamar karena dia mengerti perasaan anaknya itu.Aisyah hanya menurut dan masuk kembali kedalam kamarnya.


Sesampainya di kamar mama Lena langsung memeluk putrinya itu.Aisyah juga tidak hanya diam, dia juga membalas pelukan ibunya.Dia menangis melepas semua kesedihannya.


''Menangislah putriku bila menangis membuatmu tenang!'' ucap mama Lena yang juga meneteskan air mata.


Aisyah semakin erat memeluk ibunya dan menangis melepas semua beban.


𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...


𝙎𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙡 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧😇

__ADS_1


𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚,𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣,𝙫𝙤𝙩𝙚 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙢𝙖𝙩𝙞𝙧 𝙞𝙣𝙞 𝙠𝙚 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩🙏


𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙧𝙞𝙩𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖🙏😇👋


__ADS_2