
Ceklek, suara pintu kamar Eva terbuka dari dalam membuat Mama Bunga bergerak cepat menoleh ke arah sumber suara.
Bisa di lihat oleh Mama Bunga, kalau menantu kesayangan nya itu baru selesai mandi. Dengan keadaan rambut yang masih setengah basah.
''Maaf Ma, udah ngerepotin Mama menjaga El.'' Ucap Eva yang merasa tak enak, sambil menjatuhkan pantat nya di samping Mama mertua nya itu.
''Gak sama sekali, justru Aku seneng bisa membantu kamu menjaga El, Cucu Mama yang sangat tampan ini.'' Menghirup serta mengecup dalam-dalam rambut El, yang terdapat aroma shampo khas buah-buahan yang sangat menyegarkan itu.
Posis El saat ini berada di pangkuan Mama Bunga, kedua tangan El sedang memegang mainan icik-icik.
''Oh iya Ma, bukan nya tadi Mama ingin membahas sesuatu bersamaku. ? Memang nya Mama mau membicarakan soal apa. ?''
''Apa tidak apa-apa kita membahas nya di depan El, sayang.?''
Eva menarik ujung alis nya ke atas, memahami setiap kata-kata yang di maksud oleh Mama Bunga. Dan pada akhirnya nya Eva tau apa yang di maksud oleh mertua nya itu.
Dengan tersenyum Eva berkata. ''El kan masih kecil Ma, belum tau apa yang di ucapkan oleh orang dewasa. ? Jika nanti ada kata-kata yang sedikit kasar, kita bisa menutup telinga El sejenak biar dia tak mendengar nya.'' Membuat Mama mengangguk mengerti.
__ADS_1
''Ada masalah apa sih Ma,? Kok, seperti nya serius banget.''
''Gak gitu juga sih Ev, Mama hanya ingin tau pendapat kamu saja sih, Soal____''
''Soal apa Ma.'' Sahut Eva yang semakin penasaran, dengan bola mata menatap lekat-lekat wajah tegang sang mertua nya itu.
''Soal, soal sepupu kamu, Vio.'' Ucap Mama Bunga sedikit gugup. Dia takut, jika Eva masih tak suka dengan sepupu nya itu. Mengingat kelakukan Vio dahulu yang begitu jahat membuat Mama Bunga sedikit khawatir.
Eva mengerutkan kening nya beberapa waktu. ''Vio, kenapa dengan Vio. ? Bukan nya dia masih di dalam penjara ya Ma. Apa Vio di dalam penjara sedang sakit. ? Atau________''
''Mama ingin mencabut laporan Mama waktu itu.'' Potong Mama Bunga cepat, menelisik bola mata sang menantu nya. Apa ada rasa kecewa di dalam sana ketika mendengar laporan Vio di cabut. ?
''Mama serius. ?''
''Maaf sayang, Mama hanya ingin menepati ja_____''
Eva memeluk erat sang mertua saking senang nya dari arah samping. ''Terima kasih Ma, Mama mau memaafkan kesalahan Vio, meskipun Vio pernah membuat Kak Juan terluka.''
__ADS_1
Mama Bunga menautkan kedua alis nya sejenak, dan akhir nya Mama Bunga membuka suara kembali. ''Kamu tidak kecewa dengan Mama.?'' Membuat Eva menggeleng cepat.
Eva mengurai pelukan nya di tubuh Mama Bunga. Mendongak ke atas membalas tatapan sang Mama Bunga. ''Ngapain juga Aku harus marah Ma. ? Justru Aku senang, Vio akan segera bebas.''
''Kamu yakin.''
hmmm, Eva mengangguk kuat. ''Yakin, dan sangat yakin Ma.''
''Dan, bukan hanya Eva yang senang Ma, Papa Eva juga pasti nya sangat senang. Soal nya Papa sering kali sedih jika mengingat, kalau ponakan Papa satu-satu nya itu berada di dalam penjara. Papa kerap kali menyalahkan diri sendiri, yang tidak bisa mendidik Vio dengan benar.'' Curhat Eva sedih, jika mengingat kedua orang tua nya membahas soal Vio Dan berakhir menyedihkan.
''Apa lagi Papa pernah bilang. ? Jika Vio sekarang sudah berhijab, menutup aurat dan sudah rajin beribadah.'' Imbuh Eva lagi.
''Benar kah.'' Mama Bunga sedikit tak percaya.
''Benar Ma, bahkan Eva juga kepingin menutup aurat tapi______''
''Tapi kenapa. ?''
__ADS_1
''Tapi Eva masih belum yakin Ma.'' Lirih Eva.
''Jika belum yakin, jangan di paksakan. Sebab, sesuatu yang di paksa akan berakhir gak baik, sayang.'' Ucap Mama Bunga sedikit menenangkan.