
Masih Malam Yang Sama.
Di sisi tempat yang berbeda, Juan yang baru pulang dari kantor bergerak cepat menuju ruang inap sang istri di Rumah Sakit.
Meskipun dengan tergesa-gesa, Juan tetap menyempatkan diri mampir di sebuah toko terdekat dari Rumah Sakit tersebut. Hanya untuk membeli sepotong kaos dan celana pendek beserta bagian dalam nya untuk dia pakai malam ini.
Mendengar dari cerita sang Mama beberapa jam yang lalu, Juan selalu terus kepikiran kondisi kesehatan sang istri, Nadin. Pasal nya kondisi sang istri kini dalam masa pemulihan, Juan tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka berdua.
Sesampainya di depan pintu rawat inap sang istri, Juan terlebih dahulu menghampiri sang Mama yang duduk sendirian dengan sorot mata kesedihan.
''Ma. '' Panggil Juan, seraya memeluk tubuh sang Mama.
__ADS_1
''Kenapa Mama Duduk di luar, tidak di dalam.'' Tanya Juan.
Mama Bunga menggeleng kuat, dengan menitikkan air mata. ''Mama tidak ingin kondisi menantu Mama menurun kembali. Maaf kan Mama Juan, Mama tidak bermaksud menjadikan calon anak kalian seperti bahan taruhan. Sungguh Juan, Mama tidak ada niatan sedikit pun melakukan hal itu, apa lagi membuat Nadin menangis tadi.?'' Ucap Mama Bunga sedih.
''Udah Ma, jangan menangis lagi. Biar lah Juan nanti memberi pengertian ke pada Nadin. Aku yakin, pasti Nadin mau mengerti.''
Dengan mengangguk patuh, Mama Bunga bergerak menarik tubuh nya dari pelukan sang putra nya itu. ''Apa kamu juga setuju jika Mama membebaskan Vio dari dalam penjara.?'' Menatap lekat bola mata sang putra nya, Juan.
Juan tersenyum sebelum berkata, ''Lakukan yang terbaik menurut Mama.'' Jawab Juan pasti, sebab, bagi Juan sudah memenjarakan Vio untuk beberapa bulan bagi nya sudah cukup. Semua akar dari masalah tidak sepenuh nya kesalahan dari Vio, diri nya juga ikut terlibat di dalam nya.
Ceklek.
__ADS_1
Juan menghela nafas panjang, ketika melihat sang istri membuang muka ke arah lain. Bisa di pastikan, kalau suasana hati ibu hamil sekarang ini sedang benar-benar buruk. Dan sangat membutuhkan perjuangan ekstra jika sudah situasi seperti ini.
''Setiap orang pasti pernah merasakan kekecewaan. Baik itu kepada diri sendiri atau orang lain. Pada dasarnya, perasaan tak nyaman ini bisa disebabkan karena berbagai hal memilukan, seperti yang kamu rasakan kali ini. Jika dibiarkan terus menerus, rasa kecewa bisa mengendap di lubuk hati dan tidak baik untuk calon anak kita sayang.'' Ungkap Juan, membawa langkah kaki nya mendekat ke sisi ranjang istri nya bersandar.
''Maaf, masa lalu ku masih mampu membuat kamu kecewa dan sakit hati.''
''Kenapa calon anak ku juga kamu libatkan dengan masa lalu mu Mas, Hiks, hiks.?''
Melihat sang istri menangis, dengan perlahan Juan meraih tubuh sang istri dan membawa nya ke dalam pelukan nya. Meskipun dengan sedikit penolakan, Juan tetap berhasil memeluk erat sang istri dan mengecup beberapa kali di pucuk kepala nya.
''Sekali lagi Mas minta maaf, jujur Mas tidak tau apa-apa soal ini. Dan Mas baru mengetahui nya ketika tadi Mama menghubungi Mas dan menceritakan semua apa yang terjadi di antara kamu dan juga Mama.''
__ADS_1
''Kalau Mas boleh jujur, Mas juga setuju apa yang di lakukan oleh Mama untuk membebaskan Vio dari dalam penjara.? Dan, Mas juga kurang setuju dengan cara Mama untuk membebaskan Vio yang melibatkan buah hati kita, sama, seperti yang kamu rasakan, sayang.''
''Mas juga kesal terhadap Mama, namun, ketika Mas mendengar alasan Mama yang melibatkan buah hati kita. Mas baru mengerti, jika Mama hanya takut rumah tangga kita berantakan gara-gara Vio bebas dari dalam penjara.'' Jelas Juan mencoba memberi pengertian terhadap sang istri nya itu.