
Dengan khusuk, menghadap kiblat Vio mengucap salam usai menunaikan dua rakaat sholat istikharah.
Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang mempunyai keutamaan untuk meminta petunjuk kepada Allah agar ditetapkan pilihan yang terbaik.
Apa pun masalah yang sedang dihadapi dan terasa meragukan, hendaknya seorang Muslim menunaikan sholat istikharah.
Untuk menyempurnakan ibadah sholat sunnah istikharah, Vio lanjut membaca doa sebagai penutup.
''Mantapkan lah hati ku untuk menerima dia, jika memang dia jodoh ku, amin.''
''Kau hanya perlu menggunakan waktu Vi, menunggu dengan hal baik Karena Tuhan itu tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu." Ucap Lisa tiba-tiba, duduk di samping Vio.
''Semoga dengan sholat istikharah ini, kamu bisa menghilangkan keraguan di dalam hati kamu untuk menerima Galen sebagai suami kamu.''
Vio tersenyum mengangguk. ''Semoga saja, langkah yang aku ambil tidak salah kemudian hari.''
''Apa kamu juga baru selesai sholat istikharah. ?'' Tanya nya membuka mukena, di lipat kemudian di letakan di atas sajadah.
''Iya, baru saja selesai.'' Beranjak dari duduk nya. ''Kenapa tidak sholat di dalam kamar saja. ?'' Melangkah menuju meja. Tujuan awal dia keluar dari kamar hanyalah ingin minum. Dan tak sengaja melihat Vio sholat Sampai berdoa.
''Nanti mengganggu orang yang lagi tidur Lis, apa lagi kondisi nya belum sehat betul.?''
''Iya sih, ya udah aku masuk dulu ke dalam kamar. Soal nya ini masih terlalu petang untuk memasak. '' Belum sempat menjawab Lisa sudah hilang di balik pintu.
''Ck, kebiasaan deh.'' Decak nya ikut masuk ke dalam kamar nya juga.
__ADS_1
...****************...
Pagi hari nya.
Tumis kangkung dengan ayam kecap sudah tersaji rapi di atas meja lipat. Tiga setumpuk piring sekaligus tiga sendok dengan satu wadah berisi nasi putih sudah sejajar rapi di tempat semestinya, di antara lauk pauk.
Habis sholat subuh, VIo bergegas ke dapur, memasak sarapan pagi untuk mereka bertiga.
Ceklek
''Pagi, Vi. Sorry ya, aku kesiangan. '' Ucap Lisa tidak enak.
''Biarkan aku saja yang mencuci piring nya.'' Bergerak menuju tempat pencuci piring.
'' Iya sih, Tunggu, tiga gelas, tiga piring. Cie eee sudah ada keputusan nih cerita nya.'' Goda nya senyum-senyum, sambil mengedipkan mata.
Vio yang di goda jadi salah tingkah. ''Apaan sih, ? Justru kamu, sudah siap belum tinggal di kontrakan ini sendirian.'' Goda Vio balik.
''Siap dong, siap lahir batin.'' jawab Lisa santai. ''Memang nya kamu lupa, belakangan ini kamu sering ninggalin aku tinggal di sini sendirian.'' Cibir nya.
''Kamu bisa lihat kan, kalau aku baik-baik saja sampai detik ini.'' Imbuh nya.
''Iya deh, iya, aku ngalah. Sumua nya sudah siap, aku tinggal mandi dulu ya.'' Pamit nya.
...****************...
__ADS_1
Seperti biasa, sebelum mandi Vio merapikan tempat tidur nya terlebih dahulu. Memasuki dalam kamar nya beberapa menit yang lalu, Vio sudah tidak menemukan laki-laki yang semalam tidur di atas ranjang nya.
Kreeet, decitan pintu kamar mandi berbunyi. Membuat atensi Vio yan fokus melipat selimut nya menoleh ke arah pintu tersebut.
Glek, rahang tegas, alis tebal, hidung mancung, kemudian beralih ke arah bibir pucat laki-laki di depan nya itu. Bibir pucat sudah tidak ada lagi di sana, dan hanya ada i bibir tebal dengan warna agak kemerahan.
Bola mata Vio beralih ke arah dada, yang di mana, dua kancing belum terpasang dengan sempurna. Menampakan bulu halus, tanpa ada kaos putih yang biasa nya sebagai penghalang.
''Jangan sampai menetes Vi. ? Lagian semua ini milik kamu.'' Seru nya sambil mengusap rambut setengah kering nya dengan handuk milik Vio.
''Apa nya. ?'' Mengikuti gerak-gerik suami nya bergerak.
''Saliva kamu lah, apa lagi coba. ?'' Memainkan kedua alis nya.
''Gak mungkin, apa kamu lupa, status aku ini apa. ?''
Membuat Galen mengerutkan dahi, namun hal itu tidak lama. Kemudian Galen tersenyum tipis. ''Tidak lupa, status kamu ya, istri dari seorang Alister Galen Pratama.''
Vio mendelik, lalu menghembuskan nafas kasar nya sejenak. ''Sebelum nya maksud aku.'' Ucap nya pelan.
Galen mengangguk mengerti, sedari tadi Galen sudah tau apa yang di maksud oleh istri nya itu. Namun, dengan sengaja ia menggoda sedikit untuk mengakrabkan diri.
''Aku laper seperti nya, obat sebelum makan yang mana. ?'' Tanya nya sambil memperhatikan nama obat nya.
''Sirup nya dulu di minum, lagian di situ sudah tertulis sesudah dan sebelum makan. Dan menurut ku, kamu sudah paham soal itu'' Ucap Vio kesal, menurut Vio mengingat obat sebelum dan sesudah makan sangat lah mudah. Tidak harus selalu bertanya, jika bukan hanya mencari perhatian saja, batin nya. Berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1