Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 116


__ADS_3

''Shakila.'' Panggil Galen lembut, seraya merentangkan kedua tangan nya.


''Daddy.'' Pekik Kila, saat melihat sang Daddy menghampiri nya, gadis kecil itu segera lari menghambur ke pelukan Daddy nya.


''Kenapa kamu datang kesini. ? Di mana Mommy. ?'' Tanya Galen, seraya mengusap lembut punggung putri tercinta.


''Mom sedang sibuk mencari calon istri Daddy.'' Lirih Kila menangis.


Galen merenggangkan sedikit pelukannya lalu menatap putri nya itu dengan mata yang masih memerah karena tangisnya barusan.''Kenapa di cari, bukan nya calon istri Daddy sedang di rias.?''


Kila menggeleng pelan, ''Dia kabur Daddy, Mom bilang itu ke padaku.''


Tidak sepantas nya jika Vio masih terdiam diri di dalam kamar tersebut. Di dalam satu kamar dengan orang asing yang menurut nya bisa menimbulkan fitnah.


Sedikit terburu-buru, Vio bergegas membawa barang-barang milik nya keluar dari kamar tersebut.


''Sudah, jangan menangis lagi.'' Mengusap lembut kedua pipi putri nya.


''Bisa saya meminta tolong, jaga putri ku di dalam kamar ini sebentar.!'' Ucap Galen, yang di tunjukan terhadap Vio.


Sedangkan Vio yang sudah memegang knop pintu tinggal menekan ke bawah pintu tersebut sudah terbuka. Gerakan itu terhenti dan terdiam di depan pintu dengan perasaan bimbang.

__ADS_1


''Maaf, saya tidak bisa.'' Tolak Vio dengan posisi yang masih sama.


''Saya hanya meminta tolong ke kamu, untuk menemani putri ku di dalam sini saja, tidak lebih.''


''Tetapi saya di sini bekerja, tidak_____''


''Saya yang akan membayar kamu lagi, jika kamu mau menjaga putri ku di dalam kamar ini.'' Galen tetap bersikeras, memaksa karyawan toko bunga tersebut.


''Tunggu di sini sebentar ya, bersama tante.'' Pesan Galen sebelum keluar dari kamar tersebut.


Tepat tiba di depan Vio, lelaki itu berpesan. ''Jaga dia.''


''Coba saja kalau berani.'' Balas Galen berlalu hilang di balik pintu kamar tersebut.


...****************...


Kamar rias pengantin perempuan.


Setiba nya di dalam sana, Galen menatap semua orang yang sedang sibuk mencari calon pengantin perempuan nya. ''Apa yang sebenar nya terjadi. ?'' Tanya Galen.


''Ella kabur.'' Jawab Mama Ayda.

__ADS_1


Penampilan Mama Ayda lah yang terlihat berantakan sekaligus kusut ketika mendengar calon menantu nya itu kabur dari acara pernikahan yang akan di gelar satu jam ke depan.


''Iya Mas, Ella kabur lewat jendela.'' Timpal sang istri Galen, Ciara Salsabila.


''Batalkan pernikahan ini.'' Putus Galen, dari awal Galen memang tidak setuju untuk menikah kembali. Mengingat dengan usia, usia Galen sudah lebih dari tiga puluh dua tahun. Diri nya sudah tua, bukan masih muda yang masih pantas untuk menikah kembali.


Apa lagi dia sudah memiliki seorang istri, wanita yang sangat dia cintai.


Bola mata Mama Ayda membesar, menatap tajam ke arah putra pertama nya itu. ''Itu kan yang kamu mau.''


''Ma, Galen usia nya sudah tua sedangan perempuan pilihan Mama itu masih muda. Coba Mama bayangkan, mana mau dia menikah dengan ku selain terpaksa.'' Jujur bukan itu alasan Galen, sejujurnya dia tidak ingin menyakiti hati sang istri, Ciara.


''Pokok nya Mama gak mau tau, pernikahan ini tetap berlangsung.''


''Ma______''


''Sudah Mas, lebih baik Mas segera mencari Ella, mungkin saja Ella belum terlalu jauh dari sini lari nya.'' Sela Ciara cepat.


Meskipun menahan sakit berulang kali setiap membahas soal pernikahan. Hati Ciara tidak pernah ingin berontak kepada Mama mertua nya itu.


Ciara sadar diri, sebagai seorang perempuan dia ada kekurangan. Kekurangan itu lah penyebab mertua nya itu ingin menikahkan lagi putra nya alias suami nya, Galen.

__ADS_1


__ADS_2