Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
147


__ADS_3

Banyaknya lampu di kamar membuat ruangan menjadi terang meski didominasi dengan warna gelap.


Dengan mengatasi warna hitam yang gelap di kamar yang cukup luas, desain kamar yang di tempati oleh Galen menyimpan jendela besar membuat lebih sedikit terang dari pencahayaan dari luar.


Hasrat apa yang membuat Galen gelap mata membuat istri kedua nya menangis histeris di bawah kungkungan nya. Tanpa memikirkan ketakutan serta kesakitan yang di rasakan oleh sang istri. Galen membawa masuk ke dalam kamar milik nya dengan secara paksa.


Meski di awali permainan yang cukup kasar, seiring nya berjalan waktu permainan yang di pimpin oleh Galen begitu lembut.


Rintihan bercampur ******* mulai terdengar, dan memenuhi setiap sudut ruangan gelap kamar pribadi Galen yang kedap suara.


Entah, berapa lama Galen menyalurkan hasrat nya yang malam ini datang menggebu. Seperti tiada hari untuk esok, hanya malam ini bisa merasakan surga duniawi yang sesungguh nya.


...****************...

__ADS_1


Di sisi tempat yang berbeda, Ciara terbangun dengan sendiri nya setelah tertidur cukup rumayan lama. Mengingat kebersamaan dengan sang suami, pipi Ciara bersemu memerah saat tahu bahwa mereka melakukan hubungan suami istri masih terlalu sore.


Yang untuk pertama kali nya mereka melakukan kegiatan suami istri dengan kondisi sangat jelas.


''Tapi, dimana mas Galen. ?'' Tanya Ciara bingung, sambil menautkan kedua alis nya berpikir keras.


Bergerak pelan, Ciara menyelimuti tubuh nya dengan selimut. Bagian dada nya tersingkap dan tidak terlihat tanda apa pun. ''Mungkin dia sudah kembali ke dalam kamar nya. '' Batin nya, dengan bibir senyum-senyum sendiri tak jelas.


...****************...


Apakah sang suami nya Galen melakukan nya. ? Jawaban nya adalah, Iya. Bahkan, sang suami juga sempat mencengkram pipi nya dengan begitu erat hingga menimbulkan perih nan sakit saat diri nya berani menolak nya.


Tanpa berpikir Vio mencoba menenggelamkan kepala nya sendiri ke dalam bathtub. Pusing dan sakit yang di timbulkan oleh air kini semakin menyeruak.

__ADS_1


Pikiran nya berkecamuk, bagaimana kalau diri nya sampai hamil. ? Apa yang akan terjadi. ? Hal itu akan membuat diri nya sulit untuk mengakhiri pernikahan konyol yang ia jalani saat ini.


Tiba-tiba terlintas ide di benak nya, kalau diri nya harus segera pergi dari rumah ini. Vio kira semua nya tidak akan sejauh ini, tapi nyata nya jauh dari ekspektasi nya.


Menutup mulut nya saat melihat tubuh nya terdapat tanda kemerahan cukup banyak.


Gila, ini benar-benar gila. Batin nya mengumpat kesal.


Menghela nafas frustasi Vio bergegas berganti pakaian, sebelum keluar dari kamar tersebut. Dengan baju yang sama, Vio masih bersyukur, mengingat baju yang dia pake tadi pagi masih bisa di pakai kembali, alias tidak sobek yang di karenakan oleh sang suami.


...****************...


Kamu berhak menikah lagi dan memilih siapa yang pantas menjadi ibu dari keturunan mu.? Dan untuk Ciara, aku telah memerintahkan seorang dokter untuk mencampurkan sesuatu ke dalam minuman milik nya. Supaya tidak bisa mengandung anak mu.

__ADS_1


Itu semua adalah perkataan dari mendiang Papa nya, sebelum diri nya menikah dengan Ciara Salsabila. Awal nya Galen berpikir kalau sang papa nya itu begitu jahat dengan Ciara. Tapi, melihat apa yang di lakukan oleh Ciara ke pada nya sore tadi,? Dan, itu pun diri nya baru sadar. Kalau papa nya tidak ingin anak keturunan nya ada darah mengalir dari seorang Ja**ng.


''Kamu akan menjadi ibu dari anak-anak ku Violet Angelina. '' Ucap nya begitu nyakin.


__ADS_2