Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P 70


__ADS_3

''Kok diam. '' Menarik ujung alis nya ke atas.


''Jangan bilang Mas berniat melindungi Vio dari ku. !'' Menelisik dalam kedua bola mata Suami nya. Mencari kebohongan di dalam sana.


''Jangan bilang Mas masih memiliki hubungan secara diam-diam di belakang aku.!'' Tuduh Eva, dengan bola mata berkaca-kaca.


Dia masih tak sanggup, yang harus di dua kan lagi seperti sebelum nya. Dia tak sekuat seperti dahulu, karena dahulu hanya dia yang tersakiti. Dan sekarang ada calon anak mereka di dalam rahim nya yang nanti ikut merasakan nya juga kelak.


Arsen menggeleng cepat. ''Kamu mikir nya terlalu jauh sayang.'' Meraih tangan istri nya yang langsung di tepis oleh Eva.


''Kenapa aku tidak boleh memikir nya sejauh itu. ? Fakta nya kamu dan Vio sebelum nya memang sepasang kekasih.'' Membuang wajah nya ke arah lain. Dengan sedikit kasar Eva menghapus air mata nya yang sempat menetes.


''Please Sayang, dengerin dulu penjelasan dari aku.'' Ucap Arsen yang nampak ketakutan.


''Kenapa kebaikan nya menjadi bumerang dalam rumah tangga ku.?'' Batin Arsen menyesal.


''Baik lah.'' Menoleh ke arah suami nya dengan bola mata memerah menahan tangisan.


''Jawab pertanyaan dari aku.! Apa benar dia pelaku.?''

__ADS_1


Arsen menghela nafas panjang, menatap bola mata istri nya yang terlihat memerah.


''Iya, Vio pelaku nya.''


DEG


Hati Eva terasa sakit, mendengar jawaban dari sang suami. ''Jadi, jadi selama ini Mas sudah berbohong tentang identitas pelaku yang ingin membunuh ku beberapa bulan yang lalu.'' Pecah sudah tangisan Eva yang sejak tadi dia tahan.


''Mas bilang ke pada ku, kalau teman Vio lah yang tak sengaja menabrak aku. Sehingga Vio dan Juan datang ke kantor polisi bersamaan. '' Ucap Eva di sela-sela dia menangis.


''Maaf. ''


Atensi Eva dengan Arsen terganggu yang saling menatap beberapa waktu.


''Ma.'' Lirih mereka berdua nyaris bersamaan.


''Apa benar, Vio mantan kekasih mu sekaligus pelaku kecelakaan yang menimpa putri ku beberapa bulan yang lalu. ?'' Tanya Mama Rosa dengan nada naik satu oktaf.


Kini Arsen tak bisa berkutik lagi selain menjawab nya dengan kejujuran.

__ADS_1


Arsen mengangguk lemah.''Iya, Vio pelaku nya.''


Membuat Mama Rosa menggeleng tak percaya.


''Tetapi Arsen mempunyai alasan yang tidak bisa berkata jujur ke kalian semua.''


''Apa alasan kamu selain kamu masih memiliki rasa sama Vio, karena dia mantan kekasih mu.?'' Bentak Mama Rosa lagi.


Arsen menggeleng kuat. ''Gak Ma, aku sama Vio tidak memilki hubungan apa pun. ? Hubungan kita sudah berakhir semenjak aku memutuskan untuk menikah dengan putri Mama. '' Jelas Arsen dengan berdiri dari duduk nya.


''Omong kosong, bukti nya kamu melindungi dia dari jeratan hukum.''


Kedua mata Mama Rosa bergulir ke arah Vio yang hanya terdiam diri di belakang Papa Burhan.


''Coba kamu lihat, dia pelaku yang ingin menabrak putri ku alias istri kamu. Dan kini dia bisa bebas dari dalam penjara dengan mudah. Kalau bukan kamu pelaku nya yang membebaskan dia, lalu, lalu, siapa lagi, hah?'' Tunjuk Mama Rosa saking geram nya.


Aaawsh ssst aah, ''Sakit.'' Desis Vio memegang perut nya.


''Tolong,! Perut ku sangat sakit.'' Bibir Vio bergetar menahan sakit.

__ADS_1


Di susul cepat darah merah mengalir di pangkal paha nya.


__ADS_2