
''Kangen. '' Ucap Arsen, setelah panggilan telefon nya di angkat dari seberang.
Arsen lebih memilih menghubungi sang istri nya, yang berada di rumah Papa nya saat ini. Dari pada bengong sendiri di dalam mobil.
Belum merasa puas tadi pagi bersama sang istri, lantaran di ganggu dengan deringan ponsel milik nya. Dan ternyata, siapa coba setelah di cek ponsel milik nya.?? Kakak Juan lah sang pelaku nya, yang sejak tadi selalu menghubungi nya untuk menjemput di rumah sakit segera.
''Baru dua jam setengah, kenapa sudah kangen.?'' Ucap Eva, sambil meminum es buah yang di buatkan oleh Mama nya tadi.
''Kangen aja, masa gak boleh.?'' Ucap Arsen dengan nada merajuk.
''Iya, iya suami ku manja.'' Ledek Eva, menahan tawa.
Pasal nya akhir-akhir ini, Mas Arsen berubah menjadi manja ke pada nya.
''Apa mungkin, hal itu efek dari kehamilan nya saat ini. ?'' Batin Eva, yang melihat perubahan sikap dari suami nya itu.
''Kamu masih di rumah sakit atau di kantor polisi, Mas. ?''
''Kantor polisi.''
''Garing, nunggu kakak ku yang lagi temu kangen sama istri nya.'' Kesal Arsen di dalam mobil, hampir satu jam lebih, Kakak nya menemui istri nya. Hingga sekarang ini, belum ada tanda-tanda akan keluar dari dalam sana.
Eva mengangguk mengerti. ''Oh, apa mereka berdua mau balikan, ya. ?'' Kepo Eva.
''Cemburu.''
''Ya enggak lah, amit-amit kalau sampai cemburu.'' Eva menggerutu tak jelas.
__ADS_1
''Beneran.'' Goda Arsen.
''Mas mau nya aku cemburu gitu.'' Goda Eva balik, sambil menyunggingkan senyuman jail nya.
''Tidak'' Pekik Arsen.
''Jangan sampai kalau kamu cemburu, sayang.! Kamu tau kan cemburu itu tanda nya apa. ?'' Ungkap Arsen dengan mode serius.
''Cinta.'' Jawab Eva santai.
''Ini sayang cemilan nya, cilok pakai tahu dengan bumbu kacang.'' Ucap Mama Rosa, menaruh satu mangkuk di meja depan putri nya.
''Terima kasih, Ma.! Udah mau beliin mau nya calon anak ku.'' Ucap Eva tulus.
''Iya, sayang. Demi cucu Mama biar nanti saat dia lahir cucu Mama tidak ileran.''
Mama Rosa mengembangkan senyuman manis nya, kemudian mengangguk kepala nya pelan.
Usia kandungan Eva saat ini sudah tujuh minggu hampir delapan minggu. Sebelum pulang dari rumah sakit kemarin, suami nya Arsen, mengajak nya untuk memeriksakan kandungan nya terlebih dahulu.
Dari situ lah, Eva baru mengetahui usia kandungan nya sekarang ini.
'''Masih mual gak, kalau kamu makan cilok, sayang.?''
Tanya Arsen yang sedikit khawatir, Kemarin saja makan malam nya pakai sate ayam istri nya itu langsung mual-mual.
Yang Arsen sangat takuti, kalau istri nya itu akan mual jika sedang memakan-makanan yang berbau bumbu kacang.
__ADS_1
''Ya enggak lah Mas, soal nya aku sekarang ini lagi kepingin banget memakan cilok.'' Ucap Eva menenangkan suami nya, yang terlihat cemas ke pada kita berdua.
''Ok, hubungi aku kalau ada apa-apa.?'' Pesan Arsen sebelum panggilan nya berakhir.
...****************...
Di dalam kantor polisi.
''Kita berdua memang salah, kamu yang selalu menggoda ku, dan sial nya aku tergoda oleh mu.''
''Seandai nya saja, kita dulu tidak melakukan hal seperti ini. Hidup kita tidak akan seperti ini.'' Bisik Juan.
''Perselingkuhan itu bisa terjadi ada nya dua orang, bukan satu orang.'' Ucap Vio mengingatkan.
''Kita berdua memang salah, maka dari itu. Mari, kita membuka lembaran baru hidup kita masing-masing. !''
''Kita bisa menjaga anak kita tanpa harus bersatu dalam sebuah pernikahan.'' Juan Utarakan keinginan nya saat ini
''Kenapa kamu gak bisa bertahan dalam pernikahan ini, Mas.?'' Lirih Vio yang masih saja menangis.
''Kalau aku masih bertahan di dalam pernikahan ini, aku akan selalu teringat dengan pengkhianatan yang aku lakukan terhadap Eva.'' Ungkap Juan dengan jujur.
''Dan aku mau membebaskan kamu, alasan kuat ku hanya calon anak ku, bukan yang lain. Aku gak mau, kalau calon anak ku bertumbuh di dalam penjara Vi.'' Jelas Juan mencoba memberi pengertian ke pada Vio.
''Aku mencoba menjadi Papa yang terbaik untuk calon anak ku. Sudah cukup, dahulu aku pernah membunuh nya sebelum dia lahir.'' Ucap Juan sangat menyesal dengan jalan pikiran nya saat itu.
Kehilangan wanita yang sangat di cintai nya itu, dia mampu membuat diri nya membunuh calon anak nya sendiri. Dan hal itu, dia tak ingin terulang kembali di masa sekarang.
__ADS_1