Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 108


__ADS_3

Dua kali, Eva menepuk ringan pundak Vio yang sedang memperhatikan kakak ipar nya bermesraan di depan rumah nya itu lewat jendela besar di ruang tamu.


Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba pundak sebelah kanan nya di tepuk ringan membuat Vio tersentak kaget.


''Astagfirullahaladzim.'' Seru Vio sambil mengusap kilat kelopak mata nya yang sempat basah.


''Eva.'' Lirih Vio setelah tau siapa si pelaku nya.


''Pernah dengar lagu Soulmate milik Kahitna? Atau lagu Tiara Andini yang berjudul Maafkan Aku? Kedua lagu tersebut punya tema yang sama, yaitu suka tapi tidak bisa memiliki. Salah satunya bahkan masuk ke dalam jajaran Top Hits Indonesia di aplikasi streaming musik ternama.''


''Lagu populer dengan tema itu secara tak langsung mengatakan fenomena mencintai tapi tak bisa memiliki memang kerap terjadi.''


''Apa lagi mencari kebahagiaan sendiri dengan cara yang salah.?Contoh nya, merebut kebahagiaan milik orang lain.'' Jelas Eva panjang lebar, yang mencoba memberi pengertian tentang cinta, yang tak harus memiliki ke pada sepupu nya itu.


''Cinta tidak sama dengan arti milikku. Seperti kata pepatah, Jika Kamu menyukai sesuatu, bebaskanlah. Jika dia kembali maka itu milik kamu, jika tidak maka anggaplah tidak pernah ada.''


''Kamu mungkin sangat mencintai seseorang, tetapi kamu mungkin tidak cocok dengan mereka. Atau mereka mungkin membuat kamu gila dengan terus mengabaikan perasaan Kamu.''


''Melepaskan bukan berarti melemahkan, melepaskan juga tak sama dengan kehilangan. Jadilah pribadi yang positif terhadap dirimu terlebih dahulu. Karena dengan begitu kamu akan menjadi magnet bagi hal yang positif pula mendekat ke arahmu.''

__ADS_1


''Banyak orang bingung dalam menjalin hubungan cinta. Cinta semestinya membuat kamu merasa baik meskipun ada masalah yang timbul. Namun jika ada kecemburuan, sikap posesif, pertengkaran terus-menerus, pelecehan (verbal, emosional atau fisik), itu bukan cinta. Itu adalah emosi dan tindakan yang berdasarkan rasa takut.''


Vio hanya bisa menundukkan kepala nya ke bawah, setiap kalimat yang keluar dari mulut Eva bagaikan sebuah tamparan atau kenyataan kesalahan dia di masa lalu.


Atensi Vio teralih ketika ponsel milik nya bergetar di genggaman tangan nya.


Menatap beberapa waktu sebelum jemari manis nya menarik tombol yang berwarna hijau tersebut.


''Ev, aku angkat telefon dulu.'' Izin Vio, menatap lekat wajah sepupu nya itu yang ternyata sedang menatap nya sejak tadi.


''Maaf, jika ucapan ku terlalu ______''


''Aku gak apa-apa Ev. '' Potong Vio di iringi sebuah senyuman di sudut bibir nya.


...****************...


''Ikut masuk atau_______''


''Masuk lah, sekalian bertemu dengan ponakan ganteng ku.'' Membuat Nadin mengangguk pelan, sambil merapikan penampilan nya yang sedikit kusut.

__ADS_1


''Ya udah, yuk kita masuk.!'' Menggenggam erat telapak tangan sang istri.


''Eitss, tunggu dulu. Apanese Milk Bread belum di bawa Mas Juan.''


''Oh iya, Mas lupa sayang. Biar kan mas yang ambilkan.''


''Tidak perlu mas, Biar istri mas aja yang mengambil nya.'' Cegah Nadin, berlalu bergerak pergi menjauh menuju mobil nya berada.


Apanese Milk Bread adalah roti sobek ala Jepang yang memiliki tekstur sangat lembut, mengembang, serta rasa yang susu banget. Parents bisa menambahkan sedikit pewarna makanan pada roti sehingga berwarna-warni seperti pelangi yang lembut.


Setelah Nadin menemukan apa yang dia beli tadi, kini mereka berdua melangkah masuk ke dalam rumah milik adik ipar itu saling menggenggam tangan satu sama lain.


Tiba di depan pintu rumah, Juan segera mengetuk pintu milik adik nya itu. Meskipun dia tau, kalau sang adik Arsen itu sudah pergi bekerja.


Walau pun mereka berdua berada di dalam satu perusahaan, mereka berdua jarang bertemu terkecuali ada hal-hal yang sangat penting. Contoh nya, ada nya rapat atau hal-hal yang penting perlu di tanda tangani.


Mengingat sang Ceo Juan memiliki sekretaris, hal itu membuat Arsen jarang bertemu dengan saudara tiri nya itu. Jika Arsen menginginkan sesuatu, dia tinggal menghubungi sang sekretaris kakak nya itu.


Tidak selang lama, pintu tersebut terbuka dari dalam. Sosok pertama yang di lihat Juan iyalah, wanita cantik yang berhijab tersenyum manis tepat di depan mata nya. Membuat Juan sulit menelan saliva nya sendiri.

__ADS_1


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumussalam, Eh, kak Juan mbak Nadin. Apa kabar. ?'' Sapa Vio ramah.


__ADS_2