
''Bagaimana para saksi, sah.''
Sah
Sah
''Alhamdulillah,''
''Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.''
Violet Angelina, wanita yang dulu berstatus janda kini sudah berstatus seorang istri dari seorang Alister Galen Pratama. Laki-laki yang berstatus seorang suami dari Ciara Salsabila.
Antara kenyataan atau hanya sekedar mimpi, Vio masih terlihat syok berat. Bahkan ijab kobul berkumandang, Vio masih tak menyadari hal itu sudah terjadi. Seakan menjadi boneka yang penurut, segala sesuatu menunggu seseorang yang kembali mengingatkan atau di gerakan.
Setelah acara ijab kabul, tidak ada acara resepsi pernikahan. Apa lagi pernikahan ini yang kedua,?
SEBELUMNYA.
Tiga orang memasuki Kamar pengantin dengan ekspresi wajah berbeda-beda. Bahkan, Vio di buat bingung sendiri, pasal nya tiga orang tersebut menatap diri nya dengan sorot mata penuh makna.
__ADS_1
Wanita muda yang berpenampilan sedikit terbuka dengan usia sekitar usia diri nya, menjatuhkan diri tepat di depan kaki nya. Entah apa maksud nya diri nya tidak tau.?
''Menikahlah dengan suami ku, sebagai istri yang pertama. A-aku, aku Ciara minta kamu menjadi istri kedua dari suami ku.''
Judarr,
Kedua mata Vio melotot dengan sempurna seketika, sampai refleks mulut pun ikut sedikit terbuka. Syok, siapa pun yang mengalami apa yang di alami oleh Vio akan melakukan hal yang sama.
Istri kedua, pelakor. Vio menggeleng cepat, apa yang barusan dia dengar.
''Gak, ini gak mungkin.'' Gumam Vio, menepis apa yang barusan dia dengar.?
Sudah cukup, kejahatan nya dia di masa lalu, dan sekarang dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama dalam urusan cinta, merampas hal milik orang lain, apa lagi menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain.?
''Aku mohon.'' Siapa pun yang melihat sosok wanita berlutut di depan Vio, akan merasa kasian. Deraian air mata dengan wajah sendu memohon hanya demi meminta perempuan lain menikah dengan suami nya sendiri.
Ini gila, benar-benar sudah gila.
''Hai, aku tetap tidak akan mau, menikah dengan suami mu, ingat itu.'' Geram Vio mengepalkan kedua tangan nya begitu erat.
__ADS_1
''Saya, tidak menerima penolakan.'' Sahut Mama Ayda tegas. ''Usai ijab kobul, mari kita bicara empat mata.!'' Imbuh Mama Ayda lagi.
''Jangan gila ya kalian semua.'' Marah Vio, mulai berani sama orang lebih tua. Dia sudah tidak peduli, jika di jadikan orang ketiga dalam sebuah rumah tangga.
''Jangan pernah menggunakan nada tinggi di depan saya. ! Jika tidak ingin Florist Ola Jaya terkena imbas nya.''
''Kau, kau mengancam ku.'' Ucap Vio tertahan, menatap tajam wanita paru baya tersebut.
''Kenapa tidak, jika itu jalan satu-satu nya.?''
DI MASA SEKARANG.
Vio yang masih frustasi dengan jalan takdir nya, tanpa menyadari para tamu dari keluarga inti. Satu-persatu mulai meninggalkan acara pernikahan sederhana tersebut.
''Antarkan istri baru mu ke dalam Kamar pengantin Galen. Biarkan dia beristirahat, Mama pikir, istri mu itu masih syok dengan status baru nya.'' Bisik Mama Ayda, yang sejak tadi selalu memperhatikan gerak-gerik menantu baru nya itu.
Galen mengangguk lemah, tanpa ingin membantah atau ingin protes. Apa yang terjadi pada hari ini cukup melelahkan.? Pikir Galen.
Sebelum membawa istri kedua nya itu masuk ke dalam Kamar pengantin. Galen mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut, untuk mencari sosok istri tercinta nya itu.
__ADS_1
Tetapi nihil, istri pertama nya itu tampak tidak terlihat di ruangan tersebut.
''Di mana Ciara. ?'' Pikir Galen mulai gelisah.