
''Memang benar, memulai bisnis restoran tanpa rencana yang tepat ibarat kapal yang berlayar tanpa kompas.''
''Dan, tuan Galen sudah mempertimbangkan segala aspek tentang cara membuka restoran. Dan kali ini saya sangat setuju penyusun rencana bisnis anda untuk restoran baru kita secara terperinci seperti ini.'' Mengamati sedetail mungkin lembar demi lembar kertas yang berada di tangan nya.
Galen mengangguk mengerti, pasal nya, ia juga sudah memiliki restoran beberapa tempat. Namun restoran kali ini, berbeda dari biasa nya. Dan menurut nya ia harus menyusun serapi mungkin.
Sebelum nya restoran Galen selalu mendapatkan investor dari kerabat keluarga nya. Saling mendukung sesama saudara dengan jalur bisnis yang sama. Dan sekarang ini, restoran baru nya di investor dari keluarga Pratama dari awal pembuatan restoran.
Sungguh luar biasa, dengan marga pratama Semua orang menginginkan kerja sama dengan keluarga besar tersebut.
''Nama restoran, jenis makanan, dan tema restoran, dan tentang strategi pemasarannya saya sangat setuju.'' Pendapat nya.
''Bagaimana dengan Desain interior. ?'' Lanjut nya, mengangkat kepala nya sejenak sebelum fokus kembali.
''Hmm tergantung pada demografi pelanggan. '' Sahut Galen cepat.
''Catatan, Estetika desain itu penting, tetapi fungsionalitas desain jauh lebih penting.'' Pesan nya sebelum berjabat tangan dan pergi meninggalkan VIP Room tersebut.
''Apa kita langsung pulang, tuan. ?'' Tanya Fares sang Sekretaris, baru beberapa menit mobil hitam milik Galen meninggalkan pekarangan restoran tersebut.
__ADS_1
''Hmm, apa sudah mendapatkan petunjuk di mana istri ku berada. ?''
''Belum, pas kebetulan CCTV di jalan menuju rumah tuan sedang rusak dan baru di betulkan saat pagi hari tiba.'' Sahut nya, sekilas menatap spion yang terarah ke jok belakang.
Dengan kasar Galen mendorong punggung nya ke belakang kemudian kepala mendongak ke atas dengan mata terpejam. Helaan nafas kasar keluar dari bibir tebal yang sedikit kehitaman.
Melihat kondisi Galen sekarang ini pasti semua orang mengerti apa yang di rasakan oleh Galen.? Kalau bukan lagi rumah tangga nya yang belum di kasih keturunan. Terus masalah apa lagi coba. ? Bisnis, ah gak mungkin, semua orang juga tau siapa Alister Galen Pratama itu.
''Bukan nya, penjagaan di rumah tuan begitu ketat. Lalu, bagaimana bisa Nyonya Vio bisa pergi dengan begitu mudah.?'' Heran Fares.
''Huuuf, karena dia mengelabui penjaga gerbang dengan membuat keributan di tempat Simba dan Bam-bam.''
''Simba dan Bam-bam.'' Ulang Fares mengerutkan dahi.
''Oooh, kucing peliharaan. Ku kira anak harimau atau singa.'' Seloroh nya, membuat Galen mendengus kecil.
''Hmm, apa tuan tidak ingin mampir makan siang dulu.?'' Tawar nya, sambil melirik jam tangan yang berada di pergelangan tangan kiri nya. ''Ini sudah lebih, waktu nya dari makan siang.'' Lanjut nya.
''Terserah kamu, aku ikut saja.'' Pasrah nya, mengingat apa yang terjadi semalam membuat nya tak nafsu makan.? Ada rasa bersalah yang menyelimuti hatinya sejak semalam. Apa lagi membuat sang istri pergi begitu saja dari rumah. ?
__ADS_1
Ck, dIa sangat yakin, kalau Vio sekarang ini sedang marah dan kecewa.
Bukan kah, sudah menjadi tugas nya seorang istri. Melayani sang suami di atas ranjang, dan itu wajib bukan sunah. Batin nya membolak-balikkan pikiran nya.
''Hmm, mau makan masakan Jepang atau seafood. ?''
''Ck, terserah ya terserah Fares.'' Geram Galen tertahan.
...****************...
Perjalanan yang menyita waktu kurang lebih sebelas jam itu tidak mempunyai kesan yang indah. Semalaman yang tidak bisa tidur, membuat Vio menggunakan waktu nya untuk tidur sepanjang perjalanan pulang ke kota kelahiran nya.
Mengingat moment kebersamaan dan canda tawa sepanjang perjalanan bersama Lisa. Vio sempat memberi pesan ke pada sahabat nya itu, sebelum meningggalkan kota Surabaya dalam kurun hanya semebtara waktu.
Ia butuh waktu sejenak untuk melupakan masalah nya. Ia juga tau, masalah tidak akan kelar jika terus menghindari. Setelah siap, Vio akan menghadapi masalah nya usai melepaskan rindu dengan keluarga.
Tidak ingin meninggalkan jejak atau mudah di lacak. Dengan sengaja Vio mematikan ponsel nya untuk beberapa hari ke depan.
Vio sadar, Alister Galen Pratama bukan orang biasa seperti diri nya. Mencari pencarian di media sosial, membuat Vio takut tidak bisa lepas dari keluarga Pratama.
__ADS_1
Seorang pemilik restoran berbagai cabang, ternyata oh ternyata bisnis keluarga Pratama bukan itu saja. Masih ada Rumah sakit dengan nama Keluarga Pratama yang dulu di pimpin oleh mendiang Papa nya.
Sedangkan Mama Ayda dulu nya adalah seorang Dokter spesialis kandungan. Seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi wanita, termasuk menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause.