Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 133


__ADS_3

Mobil mewah yang di handle oleh Vio, kini sudah berhasil memasuki bangunan mewah yang di kelilingi oleh pagar besi yang tinggi.


Vio bisa berhasil sampai di rumah tanpa tersesat, sebab, mendapatkan arahan Dari sang pemilik rumah nya secara langsung.


''Benar-benar gila.'' Pikir Vio, saat menyadari rumah yang baru saja dia masuki selama dua puluh dua menit yang lalu, ternyata benar-benar sangat mewah.


Sebuah rumah dikatakan mewah apabila dibangun dengan spesifikasi terbaik, dipenuhi dengan furnitur mewah di dalamnya, dan berdiri di lokasi yang strategis. Berdasarkan desain arsitektur dan interior, rumah mewah terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Rumah mewah sekarang ini banyak mengadopsi konsep modern tropis namun tetap elegan, meskipun tak sedikit yang masih menyukai bangunan klasik kontemporer. Rumah modern tropis merupakan rumah masa kini yang dirancang dengan mementingkan unsur-unsur di dalamnya sehingga sesuai dan mampu beradaptasi dengan iklim tropis.


Galen segera melesat turun dari dalam mobil dengan tergesa-gesa. Mendatangi tong sampah, yang pas kebetulan sekali tidak terlalu jauh dari mobil nya berhenti.


Hoek


Hoek


Hoek.


Keadaan Galen bukan membaik, justru kini semakin memburuk. Bibir pucat, dengan tubuh gemetar di sertai lemas. Membuat Galen duduk di bawah, dekat tong sampah dengan kedua mata terpejam.


''Tuan, apa tuan baik-baik saja. ?'' Pekik Vio menghampiri suami nya yang lemas tak berdaya di samping tong sampah.


''Tolong, tolong. '' Teriak Vio cemas, sebelah tangan nya terus mencoba membangunkan suami nya itu dengan menepuk pelan sebelah pipi nya.


''Please, jangan meninggal dulu sebelum ada orang lain di sini. !'' Seru Vio tanpa sadar.


''Aku gak mau, jika nanti Aku yang di tuduh membunuh kamu tuan, please, buka kedua mata mu. !'' Vio terus berucap dengan bola mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Galen terkekeh sinis, mendengar apa yang di khawatirkan oleh istri kedua nya itu. ''Kamu berharap aku mati.'' Seru nya ketus.


''Tidak, aku gak mau masuk ke dalam penjara dengan tuduhan membunuh kamu. '' Sahut Vio cepat.


''Ya udah, ayo cepat bawa aku masuk ke dalam. !''


''Bagaimana cara nya. ? Kamu terlalu berat untuk ukuran tubuh ku. ''


''Sebentar, kamu tunggu di sini sebentar. !'' Pesan Vio, beranjak dari jongkok nya.


''Kamu mau kemana. ? Sahut Galen menarik pergelangan tangan istri nya.


''Memanggil istri mu.''


''Ck, kalau bukan membantu mu masuk kedalam untuk apa lagi. ?'' Melepas jemari suami nya itu dari pergelangan tangan nya.


''Bukan nya kamu juga istri ku. ? Menjadi hal umumkan jika kamu memapah Aku masuk ke dalam sebelum aku benar-benar pingsan di sini. ''


Tanpa sepatah kata, Vio memapah Suami itu hingga masuk ke dalam rumah. Dengan susah payah menjaga keseimbangan tubuh nya, yang berulang kali hampir terjatuh. Kini akhir nya Vio bisa bernafas lega, melihat sofa panjang tepat di depan mata nya.


''Istirahat di sini dulu.'' Ucap nya, sambil mengatur nafas nya yang naik turun.


''Kemana istri mu. ? Kemana juga pembantu mu.? Kenapa rumah ini terlihat sangat sepi.'' Seru Vio, mengamati setiap sudut rumah mewah tersebut. Ingat, bukan nya Vio mengagumi atau ingin tinggal di rumah mewah itu ya, karena Vio tidak tertarik sama sekali menikah dengan orang kaya-raya.


''Mas. '' Panggil Ciara di tengah-tengah undakan anak tangga.

__ADS_1


''Kenapa kamu bisa separah ini. ? Bukan nya tadi pagi jadwal kamu berkunjung ke Panti Asuhan. ? Lalu_____''


''Aku tidak apa-apa Ciara, hanya asam lambung ku naik saja gak lebih.'' Ungkap Galen yang tidak ingin membuat Ciara istri nya cemas berlebihan.


''Baiklah, biar kan Aku menghubungi Dokter Aksa.'' Dan di angguk i cepat oleh Galen.


Ekhem, Vio sengaja berdehem kecil, mencoba menarik atensi sepasang suami istri yang berada di depan nya saat ini.


Iya, Vio hanya ingin berpamitan untuk pulang ke rumah kontrakan nya itu, setelah tugas nya membantu suami nya itu sampai di rumah dengan selamat sudah selesai. Vio hanya tidak ingin berlama-lama berada di rumah mewah itu dengan berdiri di antara sepasang suami istri yang saling mengkhawatirkan satu sama lain.


''Aku hanya ingin berpamitan unt_______''


''Suami kamu sedang sakit Vi, tidak sepantas nya kamu meninggalkan dia.'' Sela Mama Ayda cepat, yang baru muncul dari arah pintu samping membawa buku majalah di sebelah tangan kiri nya.


''Bawa suami mu masuk ke dalam kamar nya yang berada di lantai tiga.!'' Perintah Mama Ayda dengan nada tegas nan Dingin.


''Tetapi di si_______'' Vio mejeda sejenak lalu melirik sekilas ke arah Ciara, istri pertama dan juga sah dengan perasaan tidak enak.


...***************...


...Karya baru ku yang ini tak kalah seru nya loh, yuk ke poin.🙏



...

__ADS_1


__ADS_2