
''Perasaan sedih ditinggal nikah adalah hal wajar dirasakan oleh seseorang. Namun, jangan sampai rasa sedih tersebut sampai mengganggu kualitas hidupmu. Seperti merusak jam tidur, membuat stress dan hal lain yang lebih buruk lagi. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan ketika melihat doi menikah dengan yang lain, yaitu dengan mengikhlaskannya. Yakinlah, bahwa setelahnya kamu akan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari dirinya.''
''Lupakan pahitnya, jangan lupakan pelajarannya." Tutur Lisa, setelah beberapa hari yang lalu Vio menceritakan kisah rumah tangga nya. Yang hasil dari merebut milik sepupu nya sendiri.
"Menyimpan kesalahan masa lalu hanya akan membuatmu semakin terluka, ikhlaskan lah, dan lepaskan lah demi hidup yang lebih baik lagi." Imbuh Lisa lagi.
"Di balik sebuah cinta yang tulus terdapat sebuah pengorbanan yang besar, itu juga yang terjadi ketika kita merelakan dia dengan ikhlas."
"Setiap akhir sebuah cerita, akan selalu menciptakan awal cerita yang baru, begitu juga dengan perpisahan."
"Ketika kita mencintai seseorang dengan ikhlas, maka merelakan dia pergi juga harus ikhlas, Vio."
''Aku sudah berusaha Lis, tetapi______''
"Dalam hidup, kadang kamu harus menerima bahwa tak semua harapan jadi kenyataan. Dan yang kamu butuhkan adalah keberanian tuk merelakan sesuatu yang pernah kamu miliki."
__ADS_1
"Mensyukuri hari ini, mengikhlaskan apa yang telah berlalu, itu lebih baik dari pada laki-laki itu berada di sisi kamu dan membuat kamu tersakiti setiap saat."
Vio terkekeh miris, ''Apa yang kamu ucapkan ternyata semua benar.? Apa kah aku mampu melakukan itu semua.?'' Ucap Vio ragu, apa lagi cinta yang dia miliki sangat lah tulus untuk Juan, dan bodoh nya dia baru menyadari saat pernikahan nya sudah di ujung perceraian.
Lisa tersenyum sebelum berkata. ''Sekarang ini memang sulit, tetapi kamu harus yakin dan percaya, bahwa ada masa depan yang lebih cerah menunggu kita di depan sana. Kamu pasti bisa melewati ini semua. Percayalah padaku Vio." Ucap Lisa mencoba memberi semangat untuk Vio.
''Udah, jangan terlalu kamu pikirkan. Percayalah, pasti kamu bisa move on dari diri nya.'' Menepuk pundak Vio dua kali.
''Mending kita makan siang, dari pada galau di sini sendirian. !'' Ajak Lisa, yang sudah berdiri.
Vio mengangguk lemah, sebelum beranjak dari tempat duduk nya. Vio mengusap cepat kedua pipi nya yang basah.
Lisa mengangguk cepat, mengiyakan apa yang di ucapkan oleh Vio.?
''Jangan terlalu lama, setelah itu kamu cepat menyusul. Biar nanti kamu kebagian jatah makan siang.'' Pesan Lisa.
__ADS_1
Vio yang tau, kalau Lisa sangat peduli dengan nya dan juga sangat sayang kepada nya. Membuat Vio sangat bersyukur, karena masih ada orang baik di sekitar nya saat ini.
''Terima kasih, Ya Tuhan, telah mengirim sosok Lisa di dalam hidup ku. '' Doa Vio di dalam hati nya.
...****************...
''Selamat menempuh hidup baru, Saudaraku. Semoga Allah melimpahkan keberkahan atas kalian berdua. Dan juga Happy wedding, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.'' Ucap Arsen sambil berjabat tangan dengan sang kakak nya, Juan. Arsen yang hendak melepaskan jabatan tangan nya, kini di urungkan ketika mendengar.
''Amin, dan juga terima kasih atas doa nya.'' Membuat Arsen mengangguk cepat.
''Apa aku ini tidak di peluk.?'' Sindir Juan, membuat Arsen sedikit terkejut.
Arsen tersenyum, berlalu mengangguk. Dan akhir nya mereka berdua saling berpelukan untuk yang pertama kali nya.
''Maaf, selama ini sudah bersikap kurang baik dengan mu.'' Bisik Juan, di sela-sela pelukan nya.
__ADS_1
''Maaf juga dengan kata-kata aku yang kurang enak di dengar telinga kamu.'' Imbuh Juan kembali.
Arsen mengangguk kuat, ''Lupakan masa lalu kak, kita buka lembaran baru yang lebih baik lagi. ''