Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 141


__ADS_3

Jam 9 malam.


''Apa sudah sampai obat dan baju ganti nya. ?'' Tanya nya, sekitar dua jam yang lalu Ciara meminta supir rumah mengantar obat sekaligus baju ganti untuk sang suami. Yang kemungkinan besar sang suami nya itu tidak akan pulang ke rumah melainkan menginap di rumah madu nya.


Dan benar saja tebakan nya, tak selang lama suami nya itu menghubungi nya dan membahas obat dan baju ganti.


''Barusan, Terima kasih.'' Ekor mata Galen beralih ke arah arloji sebelah tangan kiri nya. ''Apa Kila sudah tidur. ?''


Ciara mengangguk cepat, walau pun dia tau kalau suami nya itu tidak akan melihat respon nya. ''Udah, barusan juga aku cek di kamar nya ternyata sudah pulas tidur nya.''


''Baiklah kalau begitu, titip salam untuk Kila, good night.''


''You too.'' Usai saling mengucapkan selamat malam mereka berdua menyudahi panggilan tersebut.


Menghela nafas dalam-dalam, Galen menoleh pintu yang dia yakini pintu kamar istri nya.


''Sudah dua jam lama nya, namun kamu belum keluar juga.'' Keluh nya, mengacak rambut nya frustasi.


Sesulit itukah untuk mendapatkan kamu, berniat mengakrabkan diri dengan kamu, kamu justru enggan satu ruangan bersama ku.


Krucuk,


''Ck, perut ku terasa laper lagi.'' Decak nya kesal. dengan bola mata mengitari sudut rumah kontrakan tersebut.

__ADS_1


Galen menyunggingkan senyuman kala dia melihat dapur. Di mana-mana dapur tempat memasak makanan atau ada bahan yang bisa di masak. Dan, Galen sangat berharap di dalam kulkas di dalam dapur ada telur atau bahan yang mudah di masak.


''Maaf, jika aku lancang masuk ke dalam dapur kalian.'' Batin nya merasa tak enak, dengan langkah lebar Galen mulai mencari sesuatu yang bisa dia makan.


...****************...


Hal yang sama di rasakan oleh Vio, tidur nya terganggu kala perut nya berbunyi.


Melempar tubuh nya di atas ranjang usai mandi, membuat kelopak mata nya perlahan terasa berat. Ke menit berikut nya Vio sudah terbang di alam mimpi.


Eegh, Menggeliat beberapa waktu sebelum turun dari atas ranjang dan keluar dari kamar nya.


Ceklek, suara pintu terbuka kemudian keluarlah Vio dengan wajah bantal nya menghampiri meja. Menuangkan air ke dalam gelas, kemudian meneguk nya hingga tandas tak tersisa.


Cahaya lampu dapur memang sedikit meremang di tambah kedua mata Vio yang masih buram. Membuat Vio tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang berdiri di depan kompor tersebut.?


Glek, susah payah Galen menelan saliva nya sendiri. Alih-alih menjawab pertanyaan dari istri nya, Galen justru hanya diam mematung. Respon tubuh nya sangat luar biasa. Jika soal cara berpakaian minim, Galen sudah terbiasa melihat nya. Karena Ciara istri nya selalu berpenampilan minim di mana pun berada, ralat, Ciara istri nya itu jarang sekali ikut keluar meskipun ada pertemuan penting.


Mungkin hanya beberapa kali saja, selama pernikahan lima tahun.


Berbeda lagi apa yang ada di depan nya sekarang ini. ? Hanya baju tidur berbahan kaos dengan celana pendek. Kini sudah membuat di bawah sana sesak ingin keluar dari tempat nya.


Ekhem. Galen berusaha setenang mungkin, menyembunyikan rasa terkejut nya dengan kabut menyelimuti tubuh nya.

__ADS_1


Kyaaa aa, hmmptt_______


Teriakan Vio tertahan, kala telapak tangan kekar membungkam mulut nya. Aroma maskulin menguar di indra penciuman nya kala tiada jarak di antara mereka berdua.


Ini terlalu dekat, pikir nya.


''Aku Galen Vio, suami kamu, please jangan teriak. Nanti membangunkan semua orang, oke.'' Bisik nya tepat di telinga Vio, dengan patuh Vio mengangguk pasrah.


Dengan perlahan, Galen menarik tubuh nya sekaligus melonggarkan bekapan tangan nya. ''Maaf, aku hanya meminjam dapur mu sebentar.''


Vio mengangguk kaku. ''T-t tidak masalah.'' Ucap nya berlari masuk ke dalam kamar.


Brak, hah, hah, hah ''Astaghfirullah hal'adzim, jantung ku rasa nya ingin copot.'' Racau nya seraya mengatur deru nafas nya.


Tok


Tok


''Vi, mau gak temani aku makan malam sekaligus minum obat. Aku lupa obat sebelum dan sesudah makan.'' Ujar nya, berdiri di depan pintu kamar Vio.


''Please Vi, gak mungkinkan aku membangunkan teman kamu untuk menyiapkan obat untuk ku.''Lanjut nya.


Galen yakin, istri nya itu pasti akan keluar. Dia juga sangat yakin, kalau istri itu mendengar apa yang barusan dia ucapkan.

__ADS_1


Dan benar saja, tak selang lama Vio keluar dengan penampilan yang berbeda.


__ADS_2