Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P 72


__ADS_3

Bruk


''Eh a ah.'' Pekik Eva terkejut bukan main, ketika tubuh nya melayang jatuh ke atas lantai.


Dengan reflek Eva memejamkan kedua mata nya begitu rapat karena takut.


''Kamu tidak apa-apa. ?'' Ucap suara laki-laki yang yang tak asing di indra pendengaran Eva.


''Juan.'' Gumam Eva setelah mendongakkan kepala nya ke atas.


''Eva, kenapa kamu tidak hati-hati kalau jalan ? Kamu itu sedang hamil Eva.'' Kata Juan sedikit membentak, seraya membantu Eva berdiri tegak.


Membuat Eva sadar dan juga menyesal, apa yang telah dia lakukan tanpa memikirkan keselamatan dia dan juga calon anak nya.?


''Maaf, maaf karena aku ____''


''Astaga Eva, kamu datang ke rumah sakit dengan pakaian seperti ini. ?'' Juan menggeleng tak percaya, setelah memindai pakaian yang Eva pakai dari atas sampai bawah.


''Udara dingin di luar dan kamu memakai dress tanpa lengan seperti ini.'' Cemas Juan seraya melepaskan jaket nya untuk adik ipar nya itu.


''Pakai.''


''Enggak.'' Tolak Eva.


''Kenapa. ? Apa karena ini jaket punya ku hingga kamu menolak nya.?'' Tebak Juan. Membuat Eva diam membisu.


Eva bingung sendiri harus menjawab seperti apa. ? Dia ingin menerima jaket dari Juan, tetapi dia takut nanti Mas Arsen berpikiran yang enggak-enggak tentang hal ini.


''Aku tau apa yang kamu pikirkan sekarang ini. ?'' Menarik tangan Eva menuju kantin Rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Juan pikir, kantin rumah sakit biasa nya menyediakan berbagai baju ganti atau jaket, meskipun harga nya murah.


Pasal nya pengunjung rumah sakit tidak semua orang kaya, yang bisa berobat ke rumah sakit.


Membuat pemilik kantin rumah sakit, menyediakan berbagai pakaian dengan harga yang mudah terjangkau.


''Lepas Juan, kita mau kemana. ?'' Berontak Eva.


''Kita beli jaket untuk mu, biar kamu dan juga calon ponakan aku tidak kedinginan lagi. '' Jawab Juan tegas.


''Mbak ''


''Iya mas ''


''Apa mbak menjual jaket wanita di sini. ?'' Tanya Juan.


''Ada mas, lorong ini lurus nanti belok kiri.'' Beritahu sang kasir.


Mbak kasir mengangguk cepat. ''Sama-sama.''


''Juan lepas, malu di lihat banyak orang.'' Bisik Eva malu, banyak nya pengunjung kantin sedang menatap kearah nya.


''Aku bilang lepas, Juan. Aku kesini menyusul istri mu masuk ke dalam IGD, bukan sibuk membeli jaket seperti ini.'' Protes Eva kesal.


''Aku tau Eva, aku kesini juga karena hal itu.''


''Lalu, kenapa kamu tidak mengkhawatirkan istri mu kini justru sibuk membelikan aku jaket.?'' Lagi dan lagi Eva mendengus kesal.


''Aku tidak membelikan kamu Eva, melainkan aku membelikan jaket calon ponakan aku saja. Karena aku takut nanti calon ponakan aku bisa kedinginan di dalam sana.''

__ADS_1


''Mas, kalau bertengkar jangan di kantin. Lagian nih, istri lagi hamil kok di ajak berdebat.'' Tegur salah satu membeli pakaian ganti.


Juan yang di tegur, kini dia justru tersenyum kaku. ''Iya, maaf.'' Mengambil jaket dengan asal lalu membawa nya kearah kasir.


''Ini jaket nya mbak, dan ini uang nya.'' Menarik tangan Eva keluar dari kantin setelah membayar jaket tersebut.


''Terima kasih mas, atas kunjungan nya.'' Ucap Mba kasir, menatap punggung lebar laki-laki itu yang kian menjauh.


Di depan IGD


''Mas, di mana Eva. ?'' Tanya Mama Rosa yang baru tiba di depan IGD.


Papa Shidiq menautkan kedua alis nya karena bingung. Istri nya tiba-tiba datang langsung menanyakan putri kita ke pada diri nya.


''Maksud Mama, apa.? Bukan nya Eva tadi bersama dengan Mama di rumah.''


''Eva belum sampai di sini ya, Mas.'' Bukan menjawab melainkan balik bertanya lagi.


''Belum, sedari tadi tidak ada putri Papa di sini.''


''Tetapi,_____'''


''Tetapi kenapa Ma, ? Ada apa dengan istri ku. ?'' Potong Arsen cepat, yang sudah tak sabaran ada apa dengan istri nya itu.


''Tadi Eva turun terlebih dulu dari dalam mobil tanpa menunggu Mama. karena dia yang ingin cepat menyusul kalian berdua ke rumah sakit ini.'' Jelas Mama Rosa dengan nada cemas dan panik.


''Lalu, kemana dia pergi Ma. ?'' Ucap Papa Shidiq.


''Aku tidak tau Pa.''

__ADS_1


''Biar Arsen mencari nya Ma, Pa. '' Ucap Arsen yang hendak melangkah pergi, namun, dari kejauhan Arsen sudah melihat sosok istri nya berjalan bersama kakak nya, Juan.


__ADS_2