Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 110


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, pasca pertemuan Vio dan Juan di rumah adik nya kala itu. Kini ada kemajuan yang cukup pesat hubungan Keluarga Om Shidiq dengan Juan. Tidak seperti sebelum nya, meskipun adik nya Arsen sebagai menantu di keluarga Eva mantan calon istri nya itu. Hubungan Juan dengan keluarga om Shidiq masih ada jarak setipis benang yang di rasakan oleh Juan. Hingga, pertama kali pertemuan Juan dengan Vio dua minggu yang lalu pasca keluar dari dalam jeruji besi.


Dengan hal itu, selama ini Juan merasa sedikit sungkan jika dia ingin bermain di rumah adik itu. Ada rasa bersalah yang mendadak hinggap di dalam hati nya, jika mengingat perbuatan di masa lalu nya.


Namun, semua itu sudah berubah ketika Juan bertemu dengan Vio untuk meminta maaf dan memilih berdamai dengan masa lalu nya. Keluarga Om Shidiq, tidak sedingin dari biasa nya jika Juan tak sengaja bertemu dengan mantan mertua nya itu di rumah sang adik nya, Arsen.


Malam ini, di Restoran C, c dua keluarga besar sedang mengadakan makan malam bersama. Siapa lagi kalau bukan keluarga besar Papa Burhan dengan Keluarga besar Papa Shidiq beserta dengan anak menantu dan satu cucu mereka , Elvano Yunan Nendra. Cucu pertama dari dua keluarga besar itu kini anteng duduk di kursi khusus dengan usia seumur nya. Meskipun belum bisa benar-benar duduk dengan tegak, kursi yang di rancang khusus Ada pengaman untuk Baby El.


''Apa makan malam ini sudah bisa di mulai.?'' Tanya Papa Shidiq, sebab acara makan malam ini yang mengadakan dari keluarga Papa Shidiq.


''Emmm, boleh sebentar lagi Pa.?'' Pinta Vio, yang terlihat sedang menunggu seseorang.

__ADS_1


''Baik lah, aku kasih waktu sepuluh menit lagi, setelah sepuluh menit siapa yang kamu tunggu belum datang.? Terpaksa Papa akan segera mulai acara makan malam ini, kasian dengan cucu papa jika acara makan malam ini sampai kemalaman.'' Ucap Papa Shidiq bijak.


Jangan salah, semenjak Vio bebas dari dalam jeruji besi. Papa Shidiq meminta Vio memanggil nya dengan sebutan Papa kembali seperti sebelum nya. Papa Shidiq berusaha menjadi orang tua seperti Vio ingin kan, asalkan Vio harus mau berubah lebih baik lagi.


Mendengar hal itu Vio mengangguk setuju, dia juga akan melakukan hal yang sama jika menunggu sahabat baik nya itu tak kunjung datang.


Dari kejauhan, Vio sudah melihat sosok wanita yang masih muda memakai hijab berlari kecil menuju meja yang kini Vio tempati.


Dengan hijab model kekinian, wajah cantik natural. Sahabat baik nya itu semakin terpancar bersinar.


''Tidak masalah, lagian telat nya tidak terlalu lama. Jadi, kamu segera duduk, dan kita mulai makan malam ini. Setelah makan malam ini, ada dua kabar yang kalian harus tau.'' Ungkap Papa Shidiq.

__ADS_1


Tiga puluh menit telah berlangsung begitu cepat, sesi makan malam ini tak terasa telah usai dengan nikmat.


'''Aku jadi penasaran, hal dua apa yang bikin besan kita mengadakan makan malam seperti ini, iya kan Mas.?'' Tanya sang Mama Bunga terhadap sang suami nya.


Papa Burhan mengangguk pelan, ''Iya Ma, Papa juga penasaran.'' Ikut setuju apa yang di ucapkan oleh sang istri.?


Sedangkan anak serta menantu mereka hanya menyimak obrolan orang tua mereka masing-masing.


''Hal yang pertama yang harus kalian tau, kalau Nak Arsen lah yang mengadakan dan ide makan malam ini ada. Hanya untuk memberi tau semua inti keluarga, kalau keluarga kecil nak Arsen akan menambah anggota baru lagi.'' Ungkap papa Shidiq di iringi senyuman bahagia, sedangan semua orang menoleh langsung ke arah Arsen seketika.


''Apa, apa yang kami dengar barusan itu benar ada nya, Arsen. ?'' Tanya Papa Burhan lagi, dan lebih tepat nya papa Burhan lebih memastikan kembali apa yang barusan dia dengar.?

__ADS_1


Seulas senyuman bahagia langsung terbit di sudut bibir Arsen, ''Apa yang di katakan oleh Papa tadi semua itu benar ada nya.? Kalau istri ku Eva kini sedang hamil anak kedua kami.''


''Astaga, adik ku tak ingin kalah. Gercep sekali, baby El aja baru beberapa bulan kini istri nya sudah di bikin hamil lagi, good, good aku suka cara mu.'' Puji Juan.


__ADS_2