
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Kita tak bisa hidup tanpa adanya orang lain. Di saat kita diberi kepercayaan oleh orang lain, kita pun harus percaya ke pada mereka.
Kepercayaan harus dilandasi dengan kejujuran. Ketika seseorang itu jujur, dia akan bisa dipercaya dan menjaga kepercayaan dari orang lain.
Meski begitu, membangun kepercayaan satu sama lain tak semudah yang dibicarakan dengan kata-kata. Ambil contoh dari hubungan percintaan, kadang diwarnai dengan pengkhianatan dan hal menyakitkan lainnya.
Itulah mengapa,? Menjaga kepercayaan bukan sekadar omong belaka, melainkan harus dibuktikan dengan sebuah tindakan.
''Eva sayang. '' Ucap Mama Rosa menghamburkan tubuh nya memeluk sang putri tercinta.
''Kamu dari mana saja, sayang. ? Mama sangat khawatir dengan kamu.'' Lirih Mama Rosa di sela-sela pelukan nya.
''Aku, aku tadi dari kantin Ma. '' Jawab Eva, dengan mata melirik ke arah suami nya.
Begitu pula dengan Arsen, sejak dari tadi ke dua mata nya tak lepas dari gerakan istri nya.
Tangan Eva terangkat, bergerak lembut mengusap punggung milik Mama nya yang terlihat bergetar.
''Sudah, jangan menangis, Ma. ! Eva baik-baik saja.'' Bisik Eva menenangkan sang Mama yang masih menangis.
''Benar Ma, eh tante. Maaf, tadi aku memaksa putri Tante pergi ke kantin membeli jaket. Soal nya udara malam ini sangat dingin, dan Eva hanya mengenakan dress tanpa lengan. Jadi, aku tadi berinsiatif untuk membelikan nya jaket terlebih dahulu sebelum ke sini.'' Jelas Juan.
Mendengar penjelasan dari Juan, membuat Mama Rosa melerai pelukan dengan Eva putri nya. Menatap Laki-laki yang pernah menyakiti hati putri nya sejenak.
__ADS_1
''Aku ucapkan Terima kasih atas kepedulian mu terhadap putri ku. Tetapi jangan berharap, kalau aku sudah memaafkan kamu. Setelah kamu berani menyakiti hati putri ku.''
''Ya, aku tau tante. Kesalahan aku di masa lalu tidak mudah di maafkan. Dan sekali lagi aku meminta maaf sebesar-sebar nya Tante.'' Mohon Juan bersungguh-sungguh.
''Memang, anak dari keluarga Burhan tidak ada yang bisa di percaya. '' Sinis Mama Rosa melirik ke arah menantu nya yang sejak tadi diam membisu.
''Ma, sudah. '' Tegur Eva dengan. memelas.
''Jangan membe_______''
''Ma '' Mohon Eva lagi.
''Terserah kamu saja.'' Putus Mama Rosa mengalah demi putri nya. Membuat Eva tersenyum tipis sesaat.
''Aku tidak tau, dan gak mau tau. '' Cetus Mama Rosa, jika mengingat kejahatan ponakan dari suami nya itu membuat darah tinggi nya kembali kumat.
''Mama tidak boleh berbicara seperti itu, bagaimana pun juga, dia masih ponakan Mama.?'' Tegur Eva.
''Dia bukan ponakan Mama, dia itu ponakan dari Papa kamu bukan Mama. Ponakan Mama tidak ada sejahat seperti itu Eva.'' Ucap Mama Rosa dengan penuh penekanan, melirik sekilas kearah suami nya itu.
Papa Shidiq menghela nafas panjang, dia tidak bisa membela ponakan nya lagi seperti sebelum nya. Karena ponakan nya itu memang bersalah, telah berani bermain dengan sebuah nyawa.
Ceklek
__ADS_1
Pintu IGD di buka dari dalam, membuat beberapa pasang mata di depan IGD menatap ke arah pintu tersebut.
''Suami dari pasien. '' Panggil Seorang Dokter wanita yang baru keluar dari ruang IGD.
''Saya Dok.'' Sahut Juan cepat lalu menghampiri Dokter tersebut.
''Maaf, pasien mengalami pendarahan cukup hebat, membuat pasien keguguran.''
''Apa,? Istri ku keguguran. Bagaimana bisa.?'' Shok Juan.
''Iya, bagaimana bisa.?'' Timpal Papa Shidiq.
''Dia tadi tidak jatuh Dok, bagaimana bisa ponakan aku langsung keguguran. ?'' Tanya Papa Shidiq yang masih tidak percaya.
''Tidak hanya jatuh saja Pak, membuat janin bisa keguguran, Banyak faktor-faktor membuat janin bisa keguguran. Misal nya dari keturunan, atau sang ibu banyak tekanan atau stres. Bisa juga masalah berat badan sang ibu nya yang turun drastis. Dan masih banyak lagi yang lain nya Pak.'' Terang sang Dokter tersebut menjelaskan.
''Jadi, pasien akan menjalani prosedur kuretase atau kuret. Untuk membantu membersihkan sisa jaringan tersebut.''
''Sebelum melakukan tindakan tersebut, pihak kami meminta izin dulu dengan yang bersangkutan. '' Izin sang Dokter.
''Lakukan saja yang terbaik Dok.'' Pasrah Juan, mungkin sudah jalan takdir nya yang harus kehilangan calon anak nya yang kedua kalinya.
Mungkin, ini juga karma atas kesalahan nya di masa lalu. Yang dulu pernah menggugurkan janin yang tak berdosa dengan begitu kejam.
__ADS_1