
''Mama.'' Pekik Kila sambil berlari memeluk sang Mama nya yang baru pulang. Ciara yang tiba-tiba sangat merindukan putri angkat nya itu, langsung berjongkok dengan belahan kedua tangan nya terbuka lebar-lebar, menyambut pelukan rindu dengan sang putri tercinta.
''Kila sayang, Mama sangat merindukan mu sayang.'' Bisik Ciara, tak kalah erat nya memeluk Shakila.
Rasa nya Ciara ingin menangis, jika teringat di rumah sakit tadi. Namun, hal itu tidak boleh Ciara tunjukan di depan putri nya secara langsung.
''Dari mana sayang, ? Sejak tadi Kila selalu menanyakan kamu terus. Bahkan, makan siang saja Kila tidak mau jika bukan di suapi oleh kamu.'' Kasih tau Mama Ayda dengan nada begitu lembut.
Mendengar suara lembut mertua nya itu, membuat hati Ciara sedih. Mengingat diri nya yang tidak bisa memberi keturunan di keluarga Pratama.
Kemudian Ciara meraih Kila untuk dia gendong, seraya menjawab pertanyaan dari sang Mama mertua nya itu. .''Biasa Ma, dari rumah sakit.'' Sejenak membuat Mama Ayda terdiam, menatap penuh makna menantu nya itu tanpa berkedip.
Iya, sesampai nya di rumah, Ciara di sambut hangat oleh Mama Ayda dan juga Shakila, gadis kecil dari panti asuhan bunda yang Ciara bersama sang suami mengadopsi nya, dan sekarang ini, sudah bertumbuh sangat sehat dan juga baik.
Mengangguk, itu lah yang selalu Mama Ayda berikan. Sebagai respon tanpa ingin bertanya lebih jauh lagi.
''Ya udah, yuk kita bisa makan siang bersama. !'' AJak Mama Ayda.
"Baiklah Ma." Jawab nya berlalu pergi ke ruang meja makan.
__ADS_1
Mereka bertiga sudah duduk di kursi semestinya, "Cucu OmA mau udang saus manis. ?'' Tawar Mama Ayda.
"Mau dong Oma."
"Ya udah, Cucu Oma mau berapa dua atau tiga.?" Lanjut nya.
"Tiga Oma."
Mama Ayda meletakan tiga udang manis di piring cucunya. kemudian beralih ke arah menanpantu nya.
"Ciara mau juga." Dengan cepat Ciara menggeleng.
"Baiklah."
...****************...
Di sisi berbeda, berperang dengan pikiran nya sendiri. Membuat Galen sedikit tak fokus dengan berkas-berkas perkembangan restoran nya.
Bahkan, selera makan siang pun menjadi menghilang. mengabaikan pesan barusan dari sang istri nya Ciara.
__ADS_1
Jam terus berputar, tak terasa gelap mulai menyapa. Satu persatu karyawan sejak tadi sore mulai berpamitan untuk pulang ke rumah.
Sebelum beranjak dari tempat duduk nya, Galen mengirimkan pesan singkat ke pada sang istri. Jika malam ini diri nya pulang ke rumah sedikit telat Dari biasa nya.
Club Malam.
Alunan musik menggema seluruh sudut Club malam ini, di bawah lampu remang-remang ratusan manusia berjoget ria tanpa beban.
Sudah ke beberapa kali nya Galen berkunjung ke tempat haram itu.
Bagi Galen, Club malam untuk bersosialisasi atau sekedar mencari hiburan dengan menghabiskan waktu melepaskan kepenatan, rileks, sekaligus media bersosialisasi dengan rekan kerja nya.
Bahkan, Galen sempat pernah bermain gila di tempat itu dengan salah satu penghuni Club malam tersebut.
''Hai Gal, lo sendirian saja.'' Sapa salah satu teman Galen yang bernama Andreas.
Hmm, jawab nya kemudian meneguk segelas wine yang berada di tangan nya.
''Lo gak ingin pesan wanita bohay di sini gitu. Kalau lo mau biar gue pesan kan untuk lo gratis, bagaimana. ?'' Tanya nya sambil menggoyangkan segelas wine di tangan nya. ''Tenang saja, sebelum bermain gue pastikan semua nya sehat tanpa ada virus yang berbahaya.'' Imbuh nya.
__ADS_1
Sudah mengenal sangat lama, Andreas sudah mengerti kemauan dari teman nya itu.