Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P, 90


__ADS_3

Sudah lima belas menit berlalu, namun, sepasang mantan suami istri itu masih betah saling menatap satu sama lain.


''Ini yang aku takuti. '' Pikir Nadin mulai gelisah.


Dia kembali mengingat percakapan antara dia dengan calon Papa mertua nya itu beberapa hari yang lalu.


Sebuah hubungan harus ada kepercayaan. Kepercayaan adalah nama kedua dari cinta. Tanpa kepercayaan, kamu tidak bisa menjalin hubungan yang damai. Tanpa dilandasi kepercayaan satu sama lain, di dalam suatu hubungan, dari hubungan asmara atau pertemanan, akan mudah goyah jika tidak ada kepercayaan.


Terkadang orang merusak kepercayaan mu dan membuatmu merasa sakit hati. Setelah kepercayaanmu rusak, kamu tidak dapat memercayai seseorang dengan mudah.


Tetapi, jika seseorang memercayai mu, maka hormati orang itu dan jaga agar kepercayaan itu aman.


''Yakin kan hati mu, kamu harus percaya hubungan mu bersama dengan putra ku akan baik-baik saja.'' Ucap Papa Burhan.

__ADS_1


Menghela nafas panjang sejenak, Nadin mulai ragu dengan diri nya sendiri, apa dia harus pertahan berdiri di antara mereka berdua. ? Atau harus keluar memberi waktu untuk mereka berdua.


Nadin menghela nafas berat nya berulang kali, mengambil keputusan yang sulit untuk dia pilih. Yang dimana dia harus memberi waktu untuk mereka berdua. Bila berjodoh tidak akan kemana. ? Sebalik nya untuk diri nya, jika Mas Juan memang jodoh nya, Mas Juan tidak akan kemana.?


''Aku akan keluar. '' Pamit Nadin yang mulai beranjak dari tempat duduk nya. Dia mulai tak nyaman berada di antara mereka berdua.


''Aku tidak akan mengizinkan kamu untuk pergi dari sisi ku. Karena kamu calon istriku, Nadin.'' Ucap Juan tegas, tanpa menoleh ke arah lawan bicara nya.


''Kedatangan aku ke sini hanya ingin memberikan ini untuk mu Vio.'' Menyodorkan satu undangan yang berwarna gold persegi empat tepat di depan Vio berdiri.


''Apa ini.?''


''Kamu boleh membuka nya. Kalau kamu ingin tahu.!'' Perintah Juan, dengan nada santai.

__ADS_1


''Undangan Pernikahan, Juan Hendra dan Nadin_____'' Vio menutup mulut dengan perasaan yang masih tak percaya.


''Iya, itu undangan pernikahan kita berdua, Vio.''


Vio mendongak kan kepala ke atas, supaya buliran air bening di pelupuk mata nya tidak menetes ke bawah.


Vio tersenyum terpaksa, ''Aku senang, kamu sudah menemukan cinta sejati mu.'' Ucap Vio dengan suara tercekat di tenggorokan.


''Semoga acara pernikahan kalian berdua lancar. Semoga kalian berdua cepat di beri momongan yang cantik dan juga tampan. Semoga pernikahan kalian berdua langgeng hingga sampai menua bersama.'' Vio menjeda, menarik nafas panjang sebelum melanjutkan apa yang harus dia ucapkan.


Mungkin saat ini kesempatan terakhir kali nya dia bertemu dengan mantan suami nya itu sebelum mantan suami nya itu menikah kembali.


Vio mulai melanjutkan apa yang ingin dia katakan dengan mantan suami nya itu. Mulai dari minta maaf kesalahan di masa lalu, dan juga menjadi seorang istri dari seorang Juan. Hingga akhir Vio mendoakan yang terbaik untuk kehidupan mantan suami nya itu. Seusai mengungkapan segala rasa sedih sampai dengan rasa senang.

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang berbeda, rasa bahagia kini di rasakan oleh keluarga besar Shidiq menyambut kelahiran cucu nya yang baru pulang dari rumah sakit.


__ADS_2