Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 102


__ADS_3

Kini Mama Bunga merasa lega, setelah ketakutan yang dia rasakan beberapa hari ini. Sudah dia utarakan terhadap sang menantu nya, Eva. Beban berat yang berada di pundak nya kini sudah terlepas dengan hati bahagia.


Kini sepasang menantu dan sang mertua sedang ngobrol ringan, canda ceria dengan baby El di tengah-tengah mereka berdua.


Sedangkan di tempat yang berbeda, sepanjang jalan menuju ruang IGD. Juan bergerak lembut menuntun sang istri menuju ruang IGD.


Dia tidak tau pasti dengan kondisi sang istri yang mendadak merasakan sakit seluruh tubuh nya terutma pusing di bagian kepala. Bahkan, bibir ranum nya yang selalu dia lahap setiap saat, kini sudah berubah menjadi pucat.


Dan,Ingin sekali Juan menggendong tubuh ramping sang istri, biar cepat segera sampai di ruang IGD Rumah Sakit tersebut. Mengingat tempat parkir mobil dan tempat ruang IGD cukup jauh jika di tempuh dengan jalan kaki. Berulang kalibJyan mengumpat dengan kasar di dalam hati. Dia tak berani mengumpat di depan sang istri yang lagi hamil apa lagi sekarang sang istri sedang merasakan tak enak badan atau sakit.


''Aku gendong aja, sayang. Biar segera sampai sekaligus cepat di periksa oleh sang Dokter.'' Bujuk Juan, entah sudah beberapa kali Juan mendapatkan penolakan dari sang istri.


''Tinggal sedikit lagi Mas, kita susah sampai.'' Nadin masih berkukuh dengan tetap pendirian nya yang dari sejak tadi.


''Baiklah.'' Ucap Juan dengan berat hati, mengiyakan apa yang di inginkan oleh sang istri.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah tiba di depan IGD dan di sambut langsung dengan Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau dikenal juga Obgyn sekaligus Dokter kandungan.


''Silakan rebahan di sini Nyonya, dengan Nyonya siapa. ?'' Tanya sang dokter bersamaan para perawat mencoba memasang infus di tangan kiri Nadin.


''Dengan Nadin Dok.'' Membuat Sang Dikter mengangguk.


''Kondisi Nyonya sangat lemah, dan sebelum alat Kardiotokografi (CTG di siapkan, saya cek dulu kesehatan ibu nya. ''


''Nadin mengangguk. ''Iya Dok, dan kebetulan hari ini waktu nya saya kontrol.''


''Oh, kalau tidak salah Nyonya Nadin yang kemarin pasien saya, ya, yang sedang hamil muda dengan keluhan Morning sickness yang berlebihan. ?'' Ingat-ingat lupa sang Dokter, sambil memeriksa denyut nadi dan juga bagian dada.


''Dari sebelum nya, sudah saya jelaskan tentang morning sickness, yang sebagian besar ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Walau tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Pada beberapa wanita, morning sickness yang gejalanya parah bahkan dapat berlanjut menjadi hiperemesis gravidarium.''


''Tidak hanya dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan elektrolit dan penurunan berat badan. Kondisi ini perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janinnya.''


''Dengan itu, Nyonya Nadin harus di rawat inap beberapa hari di rumah sakit.''


''Kita cek dulu detak jantung calon bayi nya, ya Nyonya.'' Dengan perlahan sang Dokter mulai memoleskan gel di atas perut Nadin yang masih rata.


Kemudian detak jantung sang calon bayi mulai berbunyi. Dengan penuh hati-hati sang Dokter menggeser alat tersebut mencari lebih tepat letak jantung sang calon bayi tersebut.


''Detak jantung nya normal, tidak ada masalah dengan calon bayi Nyonya, Berat badan nya juga normal, tidak di bawah standar dari usia nya.''


''Karena usia nya masih sebelas minggu, mual dan pusing itu masih hal wajar. Tetapi jika sudah membuat sang calon ibu lemas dan Berat badan menurun. Hal itu, sangat membutuhkan perawatan di rumah sakit.''


''Lakukan yang terbaik Dok.'' Ucap Juan, yang sejak sedari tadi diam dan hanya menyimak nya saja.


Sang Dokter tersebut mengangguk dengan cepat. ''Pasti nya pak, hal itu sudah menjadi tugas nya seorang Dokter. Dan untuk selanjut nya biar sang perawat yang mengurus keperluan rawat inap nya.''


''Iya, Dok. Dan terimakasih.'' Ucap Nadin Dan Juan nyaris bersamaan.


''Kalau begitu saya permisi dulu, sebab masih ada pasien yang masih membutuhkan saya.'' Membuat Juan Dan Nadin mengangguk cepat.


...****************...


Yuk mampir karya momy siu yang lain nya.


Pra Nikah Dan Perselingkuhan.

__ADS_1


Bab 7👇


Siang hari nya, Restaurant C, c


''Leon.''


''Iya,'' Menaikan kepala nya menatap Tuan nya.


Sedangkan mereka berdua berbeda tempat, yang dimana Leon berada di sofa dengan laptop di pangkuan nya. Dan untuk Bastian, dia duduk di kursi kebesaran nya dengan sama laptop kesayangan nya.


''Mulai minggu depan kamu yang menghandle Restaurant C, c.'' Ucap Bastian tanpa meoleh ke arah Leon, sang asisten nya.


Leon memicingkan sebelah mata nya karena belum mengerti. ''Maksud nya Tuan.''


''Iya mulai minggu depan, perusahaan cabang aku yang menghandle.'' Lanjut Bastian melirik sejenak lalu beralih lagi ke laptop nya.


''Tuan yakin.''


Leon meragukan keputusan tuan nya untuk ikut bergabung di perusahaan kedua orang tua nya. Mengingat tuan nya tidak memiliki ketertarikan sedikit pun di perusahaan PT Indofood Sukses Jaya Tbk merupakan produsen segala jenis makanan dan juga minuman. Markas perusahaan ini ada di XXX, Indonesia. Indofood telah bertransformasi menjadi perusahaan total food solutions yang kegiatan operasionalnya mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan dimulai dari produksi dan pengolahan bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir yang siap dikonsumsi.


Meskipun dalam bidang yang sama, mengarah ke arah makanan. Tuan Bastian lebih tertarik ke arah masakan chef alami tanpa bahan tambahan seperti pemanis atau pengawet.


Sedangkan perusahaan kedua orang tua nya lebih mengarah ke arah makanan dan minuman yang bisa di makan dan juga bisa di minum dalam jangka panjang. Tergantung dengan Ed dan exp. Dalam arti, Tanggal kedaluwarsa, expired date , dan ED memiliki arti yang sama.


Bastian menaikan kedua bahu nya ke atas. ''Harus bagaimana lagi, gak ada pilihan.?'' Pasrah Bastian.


Sedangkan Leon mengangguk-anggukan kepala nya mengerti dengan keputusan yang di ambil oleh tuan nya itu. Sebagai asisten pribadi, Leon hanya mengikuti dan memberi support kepada tuan nya itu.


Tok


Tok


''Masuk.''


''Taruh saja di meja.'' Jawab Bastian, tanpa melihat lawan bicara nya. Dengan kedua mata masih setia di depan laptop nya.


''Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu.''


Hmm


Satu jam kemudian.


''Apa Tuan tidak ingin saya pesan kan sesuatu. ?'' Tanya Leon berinsiatif terlebih dahulu. Mengingat jam makan siang sudah lewat lima belas menit yang lalu.


Tetapi Tuan nya belum ada tanda-tanda ingin menyudahi pekerjaan nya mengecek laporan keuangan bulan yang lalu.


''Tidak perlu hanya tinggal sedikit lagi udah selesai. '' Tolak Bastian.


Dan benar saja, tak selang lama tuan nya menutup map yang berisi laporan keuangan yang di antar oleh manajer keuangan beberapa waktu yang lalu.


''Datang keruangan saya sekarang juga.'' Perintah Bastian, setelah panggilan telepon nya di angkat dari seberang.


Tok


Tok

__ADS_1


''Masuk.''


''Saya sudah menetapkan target laba pertumbuhan penjualan bulan ini. Dan kenapa pertumbuhan sebulan sebelum nya dari bulan yang kemarin bukan nya menaik justru menurun.''


''Maaf Tuan, semenjak ada Restaurant baru di seberang membuat pengunjung berkurang.''


''Kenapa kamu baru bilang sekarang. ? Seharus nya kamu bisa mengatasi nya tanpa saya harus turun tangan, Anggi.'' Geram Bastian kesal.


''Maaf tuan, saya sudah berusaha. Namun hasil nya masih sama.'' Ucap Anggi menundukan kepala nya ke bawah, dia tidak berani menatap tuan nya yang sedang dalam mode marah tersebut.


Bastian terdiam beberapa waktu, dengan berusaha mencari ide.


'' Apa kamu sudah membuat promo bundling produk.''


''Masih dalam tahap tuan.''


''Ok, Kamu bisa menambahkan ide yang lebih kreatif untuk membuat produk kuliner terlihat lebih menarik tapi sesuai dengan tren yang ada di pasaran. Setelah mendapatkan kamu harus memasarkan dengan harga rendah sementara waktu, hitung-hitung sebuah promosi.''


''Baik Tuan, Kalau begitu saya permisi dulu.''


Hmm


''Leon,''


''Iya Tuan.''


''Gunakan platform media sosial untuk promosi Restaurant C, c.'' Beranjak dari duduk nya, kemudian berjalan keluar dari ruangan nya.


''Siap Tuan.'' Ikut beranjak dari tempat nya.


''Satu lagi Leon.''


''Apa Tuan.?''


''Bawa juga hasil pencarian mu terhadap gadis di Club malam itu.''


''Baik Tuan.''


PARKIRAN.


''Kenapa tidak berjalan mobil nya Leon. ?'' Heran Bastian.


''Kita mau ____''


''Hotel Kencana.''


''Mau ngapain kita pergi ke hotel Bas,? Kita gak lagi ketemu Klien, bukan.'' Heran Leon, jangan heran jika Leon memanggil Tuan Bastian dengan sebutan nama nya saja, karena mereka berdua tidak dalam waktu nya bekerja di kantor atau pun bertemu dengan Klien di luar kantor.


Dengan sebutan nama lah mereka berdua semat kan, jika di luar jam kerja atau di luar dalam urusan pekerjaan.


''Hari ini ada janji makan siang bersama dengan Clara, Leon.'' Membuat Leon mengangguk lemah.


''Bukan nya Nyonya Lidya sudah melarang kamu berhubungan lagi dengan Clara ya Bas.'' Leon ingat betul, Nyonya Lidya sangat marah ketika Bastian keciduk bermesra-mesraan dengan Clara, sang kekasih Bastian yang sudah menjalin hubungan selama satu tahun lebih itu.


''Tidak akan tau, jika kamu tutup mulut,Leon. Dan sekarang cepat jalan, karena aku sudah telat empat puluh menit yang lalu.'' Titah Bastian tanpa ingin di cegah. Membuat Leon tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti kemauan Tuan nya itu.

__ADS_1


__ADS_2