Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P 75


__ADS_3

Satu jam berlalu.


Vio masih belum sadarkan diri dalam obat bius nya setelah melangsungkan kuret di dalam rahim nya sejak tadi.


Sebenar nya tidak perlu memakai obat bius, namun pasien yang meminta nya langsung. Membuat sang Dokter mau tidak mau harus menuruti kemauan pasien nya.


Tiga puluh lima menit yang lalu, Vio di keluarkan dari ruang tindakan. Dan di bawa ke ruang kamar inap yang sudah di pilih oleh Juan suami nya.


Dan untuk Juan masih stand by duduk di samping brankar milik istri nya. Sebagai bentuk seorang suami yang bertanggung jawab ke pada Vio yang masih berstatus istri nya itu.


Iya, yang masih berstatus istri nya, sebelum surat menyurat di ajukan kembali di pengadilan agama. Yang kemarin sempat tertunda ada nya makhluk kecil yang sedang bertumbuh di dalam rahim istri nya itu. Mengingat hal itu kembali, Juan memejamkan kedua Mata nya sejenak. Menghalau rasa sakit yang menusuk hati nya tiba-tiba. Terdengar hembusan nafas berat dari bibir Juan hingga beberapa kali ke udara bebas.


Ceklek


''Tuh lihat,! Dia gak apa-apa kan? Seperti apa yang Mama katakan tadi.?'' Gerutu Mama Bunga kesal.


Papa Burhan menggeleng pelan, berlalu melangkah masuk menghampiri sang putra nya. Dari pada meladeni sikap istri nya yang tidak suka dengan menantu nya yang satu ini, lebih baik dia menghampiri putra nya saja. Bukan tak beralasan ya, istri nya itu tidak suka dengan menantu nya Vio. Sebab, kejadian di dapur beberapa bulan yang lalu, Yang di mana Menantu nya itu sempat merayu diri nya saat berada di dalam dapur. Hal itu yang membuat istri nya itu sangat membenci sang menantu hingga sampai sekarang ini.

__ADS_1


Tepukan tangan dua kali di pundak Putra nya, membuat sang empu nya menoleh ke arah sang pelaku nya sekilas.


''Maaf, Papa baru datang.?'' Ucap Nya.


Membuat Juan mengangguk mengerti. ''Tidak apa-apa Pa, Ma. ''


''Kenapa bisa seperti ini. ? Kamu bilang semua terkendali dalam pantauan mu. Terus, kenapa hal ini bisa terjadi. ?''


''Mungkin sudah takdir, atau jalan yang terbaik di antara kita berdua.'' Membuat Papa Burhan mengangguk mengerti.


''Langkah selanjut nya apa. ?''


''Melanjutkan sesuatu yang kemarin tertunda, tetapi tidak sekarang. Aku menunggu dia sehat dulu dan pulang dari rumah sakit ini.'' Jelas Juan.


Dia tidak mungkin kan, terburu-buru melepaskan istri nya dalam kondisi belum sehat betul. Dia masih memiliki hati nurani meskipun kemarin-kemarin pergi entah kemana. ? Belum juga kita berdua sehabis kehilangan calon anak yang belum sempat melihat dunia namun sudah pergi duluan.


''Apa pun keputusan kamu Papa selalu mendukung kamu. ? Ingat, setelah pulang dari rumah sakit kamu perlu hati-hati. Jangan sampai nanti kalian berdua tidur bareng dan menghasilkan calon anak berikut nya.'' Pasan Papa Burhan kembali mengingatkan. Jangan sampai, hal kemarin terjadi kembali dan mengharuskan perceraian yang sudah di depan mata harus di tunda dan terus di tunda lagi.

__ADS_1


''Aku mengerti.'' Membuat Papa Burhan mengangguk.


''Iya, Papa kamu benar. Dia itu kan banyak akal bulus nya untuk menjerat kamu lagi.'' Cetus Mama Bunga menghina Vio menantu nya itu.


Dia sangat membenci Vio, karena dulu menantu nya itu pernah menggoda suami nya meskipun diri nya berada di dalam rumah. Hal itu membuat dia tambah tidak suka dengan menantu nya itu. Awal pernikahan saja, dia sudah tidak setuju apa lagi sekarang ini ada nilai negatif nya.?


''Oh ya, apa keluarga Pak Shidiq tidak kamu beritahu mengenai sepupu nya yang saat ini keguguran dan harus di rawat inap di rumah sakit. ?'' Tanya Mama Bunga penasaran, karena sejak tadi dia tak melihat kedua besan nya ada di sekitar sini.


''Sudah, mereka sudah pulang duluan setelah Vio keluar dari ruang tindakan.'' Jelas Juan jujur, memang itu kenyataan nya.


''Bagaimana dengan adik kamu. ?'' Imbuh Mama Bunga lagi.


''Dia juga ada, mungkin masih ada di luar sana karna tadi terlihat ada masalah di antara mereka berdua.'' Ungkap Juan jujur lagi.


''Masalah, masalah apa. ?'' Kini giliran Papa Burhan yang ingin tau juga perkembangan rumah tangga putra bungsu nya itu yang sudah lama dia tak mendengarnya.


Juan menaikan kedua bau nya ke atas, karena dia benar-benar tidak tau. ''Aku kurang paham, coba Papa tanya langsung ke pada adik ku Arsen. '' Saran Juan.

__ADS_1


''Adik. '' Batin Papa Burhan langsung hati nya menghangat seketika.


__ADS_2