Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P, 96


__ADS_3

''Mas.'' Panggil Nadin kesekian kali nya. Namun, tetap tidak ada sautan dari bibir suami itu.


Dengan kesal dan ingin protes, Nadin segera memutar tubuh nya ke arah belakang. Belum mengeluarkan kekesalan terhadap laki-laki yang baru menikahi nya beberapa jam yang lalu.


Nadin terbelalak, tiba-tiba saja Juan menempelkan bibir mereka. Satu tangan memeluk punggung nya dan satu tangan nya lagi menekan tengkuk nya untuk memperdalam ciuman tersebut.


Jujur saja, hal ini baru pertama kali untuk Nadin. Sehingga dia nampak kebingungan begitu Juan tiba-tiba mencium nya.


Begitu juga dengan Juan, yang merasakan tidak ada tanda-tanda penolakan dari Nadin. Dengan perlahan dia memberikan gigitan kecil pada bibir bagian bawah Nadin. Memancing nya untuk membuka mulut nya, dan benar saja, Nadin dengan perlahan membuka mulut nya. Dan kesempatan Juan, menerobos masuk menyisir setiap sudut bibir manis milik Nadin.


Juan mengecap manis nya bibir Nadin, memperdalam ciuman nya sehingga membuat dia menginginkan hal ini lebih dari sekedar ciuman. Namun, Juan masih bisa tersadar dari nafsu nya yang ingin bercinta. Salah satu nya adalah tempat nya saat ini, yang dimana kita berdua berada di kamar mandi dengan tubuh belum di bersihkan sehabis acara seharian ini.


Nadin berusaha melepas kan diri dari pelukan suami nya itu, dengan sisa tenaga nya yang masih ada, dia mulai memukul-mukul dada bidang milik suami nya.


Melihat wajah memerah istri nya, membuat Juan terpaksa melepaskan bibir istri nya yang sudah bikin candu.


Hah


Hah, Hah, nafas Nadin memburu, yang seakan kehabisan udara di paru-paru nya dan juga di sekitar nya.


''Kau, ingin membunuh ku.'' Pekik Nadin di sela-sela dia meraup udara dengan kasar.

__ADS_1


''Apakah ciuman ini pertama kali untuk mu.?'' Juan menyentuh bibir nya yang basah. Merasakan sisa bibir istri nya yang terasa manis. Kemudian dia mengembangkan senyuman lebar di sudut bibir nya. Karena Dia sangat bangga, karena dia yang mengambil ciuman pertama milik istri nya itu.


''Kenapa, masih terasa kaku, ya. ?'' Ucap Nadin pelan.


''Terima kasih, sudah menjaga nya untuk ku.'' Mengusap lembut bibir istrinya yang basah dan bengkak karena ulah nya.


''Kenapa kamu harus berterima kasih kepada ku. ? Bukan nya hal itu wajar, seorang perempuan menjaga hak milik suami nya kelak.''


''Aku tau soal itu, namun, banyak perempuan di luar_______''


''Termasuk apa yang kamu lakukan dengan Vio dulu, tanpa ada ikatan yang sah.''


''Maaf,''


''Keluar lah, Aku ingin membersihkan tubuh ku.!''


''Gak, kenapa Aku harus keluar. ? Kita masih bisa mempersingkat waktu. Sebelum di ketuk dari luar untuk makan malam bersama.'' Mendorong tubuh Nadin di bawah shower, mengunci pergerakan istri nya. Dengan satu tangan Juan menghidupkan shower tersebut.


''Mas,'' Lirih Nadin, dengan tubuh bersentuhan. Membuat jantung Nadin berdetak lebih kencang, seketika pikiran Nadin tiba-tiba kosong.


''Hmm.''

__ADS_1


''Rileks sayang, jangan tegang.!Aku tidak akan Unboxing kamu di dalam kamar mandi, ok. ''


'' Unboxing apa. ?'' Tanya Nadin dengan nada polos nya membuat Juan terkekeh gemas.


Saking gemas nya, Juan menggigit pipi berisi milik istri nya.


''Awwww sakit.'' Pekik Nadin kesakitan.


''Unboxing itu____.''


'''Melakukan hubungan suami-istri.'' Sahut Nadin, tanpa sadar.


Juan memicingkan sebelah mata nya. ''Nah, itu sudah tau.''


''Tau apa. ?''


''Unboxing.''


''What.''


Bergerak cepat, Juan menutup bibir istri nya dengan telapak tangan nya. ''Jangan keras-keras, nanti orang-orang mengira kalau aku Unboxing kamu di dalam kamar mandi.'' Bisik Juan di telinga Nadin, membuat Nadin meremang panas dingin, panas nya karena ulah suami nya, dingin nya air shower yang mengalir di tubuh nya.

__ADS_1


__ADS_2