
''Mungkin doa kamu harus diganti, bukan lagi meminta bahagia setiap waktu, tapi diberi hati yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu."
''Segala sesuatu yang terjadi pada dirimu sebenarnya bersifat netral, semua tergantung dari caramu menyikapinya."
Usai menghubungi sahabat nya Lisa, Vio justru di buat frustrasi dengan wejangan sahabat nya itu berikan.
Ngelamun dan memikirkan masalah dalam hidup nya, Vio tak menyadari kalau ponsel milik nya menyala. Bergetar, berdering tak mampu menarik Vio dari alam tak sadar nya itu.
Entah, sudah berapa kali ponsel milik Vio itu bergetar di atas bantal pangkuan nya. Hingga sampai Vio baru menyadari ketika ponsel nya bergeser hingga jatuh dan menyentuh kulit nya.
''Astaghfirullah.'' Gumam Vio, melihat nama yang tertera di layar sentuh nya itu.
Dengan hati merasa tak enak, Vio berusaha menetralkan keterkejutan nya dengan menghirup nafas banyak-banyak dan di keluarkan secara perlahan.
''Assalamualaikum, Pa.'' Sapa Vio yang masih berusaha tenang.
__ADS_1
''Waalaikumussalam, bagaimana kabar kamu selama tinggal di Surabaya sayang.? Kamu baik-baik saja kan??'' Dari nada suara papa Shidiq sudah terlihat khawatir dan juga cemas. Seakan tau apa yang baru terjadi pada Vio hari ini. ? Mungkin, sebagai orang tua yang telah menyayangi Vio sepenuh hati meskipun bukan darah daging nya sendiri, Papa Shidiq seakan bisa merasakan nya.
Vio yang mendengar papa Shidiq mengkhawatirkan diri nya, rasa nya Vio ingin menangis detik ini juga. Namun hal itu tidak mungkin Vio lakukan, mengingat dahulu dia sudah bikin Papa Shidiq malu dan juga sakit hati karena perbuatan nya. Dan, sekarang ini, hal ini, Papa Shidiq tidak boleh mengetahui nya. Bahwa, diri nya telah menjadi seorang pelakor dalam rumah tangga milik orang lain.
Menahan tangis, Vio menggigit kecil bibir bagian bawah, dengan detak jantung deg-degan. ''Vio baik-baik saja Pa, di sini.'' Jawab Vio sedikit bergetar dan juga berbohong. Bagaimana bisa, dia
berkata jujur dengan status baru nya sekarang ini. Jujur saja, Vio belum siap di benci kembali keluarga nya sendiri.
''Papa seharian ini selalu teringat dengan kamu Vio, Papa takut, kamu terkena masalah selama tinggal di kota Surabaya tanpa ada saudara dari keluarga kita.'' Papa Shidiq mengeluarkan uneg-uneg nya selama ponakan nya itu pergi ke kota pahlawan tersebut.
''Tetapi, perasaan Papa _______''
''Pa, jika Papa sangat khawatir terhadap Vio. Vio mohon, doa kan Vio setiap saat. Kekuatan doa Papa yang sekarang ini Vio butuhkan.'' Lirih Vio sedih, jika mengingat kejadian tadi siang. Vio masih merasa ini semua hanya mimpi, semoga saja, keesokan hari nya nanti semua ini benar-benar hanya mimpi atau bunga tidur.
''Tanpa kamu minta, Papa sudah mendoakan kamu setiap saat Vio.''
__ADS_1
Mendengar hal itu, tiba-tiba hati Vio tersentuh. Dia tak menyangka, orang tua yang dulu pernah dia sakiti bersama putri satu-satu nya itu. Kini masih menyayangi nya setulus hati, ternyata benar, penyesalan datang nya di akhir bukan di awal.
''Terima kasih Pa, Vio sangat bersyukur telah menjadi bagian keluarga Papa.''
Hua aaa Hua aa suara tangisan baby El terdengar dari seberang. Membuat Vio tersenyum gemas mendengar tangisan Baby El tersebut.
''Vio, telepon nya Papa matikan dulu ya. Lain kali kita sambung lagi, soal nya cucu Papa sudah menangis di pangkuan Papa.'' Ucap Papa Shidiq sambil menenangkan baby El yang sedang menangis.
''Baiklah Pa, Assalamualaikum. '' Ucap Vio.
''Waalaikumussalam.'' Sahut dari seberang.
Kepala Vio mendadak terasa berat, seperti nya dia harus tidur lebih awal dari biasa nya.
Sebelum tidur, Vio mulai melepaskan hijab nya sekaligus celana panjang nya. Hari ini Vio yang memakai tunik berdetail ruffles di bagian bawah yang sangat lembut, adem, dan nyaman dipakai. Di padukan blus tunik Dara dengan celana palazzo berwarna nude untuk gaya hijab yang elegan.
__ADS_1
Terbiasa dengan baju tidur berlengan pendek atas dan juga bawah. Menurut Vio tidak masalah jika sekarang ini dia tidur memakai celana pendek dengan atasan tunik. Lagian pintu kamar ini sudah dia kunci dari dalam, hal itu membuat Vio tidak perlu khawatir jika ada yang melihat nya ketika dia sedang tidur.