
''Assalamualaikum.'' Ucap Vio di dalam hati nya dengan jenjang kaki nya terus melangkah, dia masih enggan menerima laki-laki itu sebagai suami nya, saat ini mau pun nanti.
Menjadi istri kedua, bukan impian nya apa lagi merusak dan merampas hak milik orang lain. Meskipun sedari awal bukan keinginan nya, melainkan kan dari pihak keluarga laki-laki lah yang mendesak dan mengharapkan diri nya menjadi menantu dari keluarga besar Pratama itu.
Tidak sangat lah mudah, jika Vio langsung menerima status baru nya. Vio masih memerlukan beberapa waktu untuk menerima semua kenyataan ini yang dia anggap sangat mendadak itu.
''Waalaikumussalam. '' Jawab Galen, meskipun diri nya tak mendengar salam dari sang istri.
Tetapi, di dalam hati Galen sangat yakin, jika istri kedua nya itu mengucapkan salam sebelum pergi menjauh atau pergi dalam bekerja.
''Violet Angelina.'' Gumam Galen, serabi melajukan kembali mobil nya menuju proyek pembangunan Restoran C, c. Hari ini jadwal bertemu dengan pemilik Restoran C, c di lapangan tempat proyek itu di bangun.
Restoran C, c lah yang mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan milik Galen. Dalam proyek mendirikan cabang di kota Surabaya, yang di juluki sebagai kota pahlawan itu.
Â
Berkeliling di dalam bangunan yang sudah berdiri setengah tiang. Bastian dan Galen penuh hati-hati mengecek para pekerja lapang.
Baru pertama kali, Galen terjun langsung ke lapangan sebagai investor sebuah restoran. Sesekali mendengarkan pemilik restoran dengan pekerja alias mandor proyek tersebut membahas kualitas bahan dan perkiraan nominal target pembangunan itu sampai selesai.
__ADS_1
Di kira sudah cukup, Galen izin berpamitan untuk mengecek cabang restoran milik nya yang berada di pinggiran kota Surabaya.
...****************...
Siang hari nya.
Memeriksa beberapa berkas penting di akhir bulan, membuat Galen melupakan janji makan siang bersama sang istri kedua nya itu.
Beberapa kali umpatan yang Galen layangkan dalam mengendarai mobil nya di atas rata-rata.
''Sial, kenapa bisa ia melupakan janji makan siang bersama dengan Vio.'' Galen yang berbuat ingin mendekatkan diri dengan istri kedua nya itu, kini harus kandas saat ekor mata nya melirik arloji di sebelah tangan kanan nya.
''Menu restoran tadi cukup enak, di tambah kita mendapatkan setengah harga dari normal nya.'' Seru Lisa senang.
''Iya, kamu benar. Besok siang boleh deh kita makan siang kesana lagi.'' Sahut Vio tak kala senang nya bisa mencicipi masakan restoran dengan setengah harga dari normal nya.
Saling melempar ucapan yang tak ada faidah nya, Lisa mau pun Vio melewati mobil milik Galen begitu saja tanpa ingin tau siapa sang pemilik mobil tersebut.?
Tanpa ingin turun lalu nyamperin istri nya itu, Galen justru menghidupkan kembali mesin mobil nya yang baru saka dia matikan.
__ADS_1
Tring
''Sayang, apa kamu sudah makan siang. ?'' Pesan dari istri yang berada di dalam rumah.
Dret, Dret panggilan masuk dengan nama yang tertera, istri ku.
Sambil menyetir, Galen tetap menerima panggilan masuk dari sang istri pertama nya itu, Ciara.
''Hmm.'' Sahut Galen.
''Kamu tidak melupakan makan siang mu kan. ?'' Suara lembut dari seberang, membuat Galen ingin segera pulang ke rumah saat ini juga.
''Sayang.'' Panggil Ciara kembali, ketika tidak ada sautan dari seberang.
''Hah, iya. A-aku aku Tidak akan pernah melupakan makan siang sayang, soal itu kamu tidak perlu khawatir.'' Balas Galen dengan kebohongan di dalam nya. Pasal nya ia benar-benar melupakan makan siang nya bersama istri kedua nya itu.
''Ok sayang, sampai jumpa di rumah, emmuaah. '' Ucap Ciara sebelum panggilan di matikan.
Galen menatap nanar layar sentuh nya sesaat, entah apa yang ia pikirkan sekarang ini, dan itu hanya Galen yang tau.?
__ADS_1