Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 145


__ADS_3

Islam memperbolehkan seorang muslim untuk melakukan poligami. Namun, tidak semua istri siap jika suaminya poligami. Pun dengan para suami, terkadang juga tidak menyiapkan diri dan keluarganya dengan baik.


Sehingga, poligami yang idealnya menjadi solusi, justru berbalik menjadi masalah. Keluarga pecah. Ketika seorang suami ingin poligami, tak cukup baginya hanya mengkomunikasikan sekali kepada istrinya. Apalagi jika komunikasi dilakukan secara tidak tegas. ?


Tanpa pikir dua kali, Galen segera masuk ke dalam lift setelah pintu terbuka lebar. Menekan angka tiga, dan lift itu pun mulai bergerak naik ke atas menuju lantai tiga. Yang berisi hanya dengan tiga sebuah kamar yang cukup luas.


Ruang kamar tengah di tempati oleh kamar pribadi milik Galen, sedangkan di samping kiri dan kanan di tempat oleh Ciara dan Vio. Jarak kamar mereka bertiga pun tidak terlalu dekat, ada jarak yang di buat khusus atas permintaan dari si pemilik rumah.


Ceklek.


''Ciara. '' Panggil Galen pelan, sembari menyentuh kening sang istri yang terlihat sedang tidur nyenyak. Kemudian turun ke bawah dan berakhir di pipi putih Ciara, Dengan lembut, jemari besar Galen mengusap beberapa kali.


Eenghhh, lenguh Ciara terganggu, ketika merasakan usapan lembut di sebelah pipi kanan nya.


Sambil mengumpulkan nyawa, Kelopak matanya beberapa kali mengerjap pelan.


''Mas, mas sudah pulang.'' Lirih nya sambil bangun dari tiduran nya.


''Jangan di paksa duduk, jika masih sakit perut nya.'' Cegah Galen, menahan pundak sang istri kiri dan kanan.


Ciara tersenyum tipis dengan kepala mengangguk pelan. ''Aku kangen.'' Ungkap nya dengan bola mata berkaca-kaca.


Galen merentangkan kedua tangan nya lebar-lebar. ''Peluk lah, jika kamu kangen.'' Tidak menunggu detik, Ciara memeluk erat dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang sang suami. Menghirup dalam-dalam aroma mint yang menguar di indra penciuman nya yang tiba-tiba ga*rah *****al nya meningkat. Entah, entah memang sudah sangat lama tidak di sentuh atau memang tubuh Ciara sangat sensitif.


''Aku menginginkan kamu.'' Lirih nya pelan.


Jarang-jarang sekali sang suami nya itu membiarkan tubuh nya di peluk seperti ini. Tidak ingin kehilangan kesempatan, Ciara mencoba menggoda sang suami dengan jemari nakal nya. Meskipun ada perasaan takut nan ragu yang ikut menyertai nya, Ciara mencoba melenyapkan nya dengan dalih Galen suami sah nya. Apa yang di lakukan oleh diri nya sekarang ini.? Menurut nya, perbuatan hal yang wajar sebagai sepasang suami istri. Bukan wanita penggoda yang haus belaian.

__ADS_1


''Aku menginginkan kamu.'' Ulang Ciara, jemari nakal nya mulai berani menggenggam pusat pribadi milik suami nya itu.


Diam-diam kepalan tangan Galen mengerat, itu pun tidak berlangsung lama saat mengingat kewajiban sang suami pada istri nya.


''Baiklah, tapi di________''


''Izinkan aku yang memimpin nya kali ini.'' Mendongak dengan sorot mata memohon.


''Lakukan lah.'' Sahut Galen datar.


...****************...


Satu jam sudah berlalu, namun belum ada tanda-tanda laki-laki yang berstatus suami nya itu keluar dari lift.


Hembusan nafas panjang, sudah berulang kali keluar dari bibir ranum Vio. Ekor mata nya tak henti-henti nya menatap pintu lift, dengan tatapan yang sulit di artikan.


DAPUR.


''Bi, bibi.'' Panggil seorang perempuan muda yang menghampiri wanita paruh baya yang sedang memasak di dapur.


''Iya Non, ada yang bisa bibi bantu. ?'' Sahut nya.


''Apa makan malam nya sudah siap. ? Perut aku sudah keroncongan nih. '' Seru nya mengelus perut tipis nya.


Bibi tersenyum gemas. ''Sudah Non, ini masakan yang terakhir.''


''Bagus deh, oh iya Tante Ayda kemana Bi. ? Semenjak Airin tiba di rumah ini aku tidak melihat nya.'' Tanya nya, sambil menjatuhkan pantat nya di kursi meja makan.

__ADS_1


''Oh, Nyonya besar sama Non Kila sedang keluar. Mungkin sebentar lagi Nyonya akan segera pulang. Sebab Nyonya tidak pernah melewatkan makan malam bersama keluarga nya di rumah. ''


Airin mengangguk mengerti, kemudian. ''Baik lah, kalau sudah selesai kasih tau aku ya Bi.'' Pesan Airin yang hendak meninggalkan dapur.


''Tunggu Non.'' Membuat Airin balik badan, sambil menautkan kedua alis nya.


''Ada apa Bi. ?'' Tanya Airin.


''Hmmm, gini Non, di depan ada Nyonya Vio______''


''Vio, Vio siapa Bi. ?'' Tanya Airin memotong.


''Itu Non, istri Muda Tuan Galen.''


Di buat penasaran, Airin mendekat ke arah Bibi nya.'' Jadi benar Bi, Galen sudah memiliki istri baru. ?'' Bisik nya begitu antusias. ''Ayooo Bi, katakan. ! Dan apa tadi Bibi bilang, istri baru nya ada di depan berarti di rumah ini dong. '' Seru nya begitu semangat.


Sang Bibi menangguk cepat. ''Iya Non, Nyonya Vio berada di ruang tamu.''


''Lah, kenapa berada di ruang tamu. ? Kenapa tidak_______'''


''Nyonya tidak ingin Non, bahkan di suruh tinggal di sini saja Nyonya tidak mau.'' Jawab Bibi Jujur.


''Kenapa. ? Biasa nya memiliki suami tajir seperti Galen. Pasti langsung ngebet pingin tinggal di rumah ini, seperti___Up.'' Airin menutup mulut dengan telapak tangan nya.


Bibi hanya menggeleng pelan melihat tingkah Non Airin seraya mengedikan bahu nya ke atas.


''Baiklah-baiklah, aku ke depan dulu Bi.'' Pamit nya begitu semangat. ''Galen junior otw.'' Pekik sambil berlari, membuat sang Bibi senyum-senyum menggeleng.

__ADS_1


__ADS_2