Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P, 60


__ADS_3

''Papa belum tau, kalau Vio istri nya kak Juan berbohong soal kehamilan nya.'' Ucap Arsen jujur, dia tidak ingin Papa nya yang terus di bohongi.


''Maksud kamu apa Arsen.? Papa tidak mengerti.?'' Tanya Papa Burhan, yang menuntut sebuah penjelasan.


Ehem, Mama Bunga berdehem, sebelum ikut gabung membahas kehamilan Vio. Yang akan menjadi mantan menantu nya itu.


''Gini Pa, Vio memang sejak dari awal sudah berbohong ke kita semua soal kehamilan nya. Hal itu juga alasan Juan yang ingin menceraikan Vio istri nya itu. '' Mengusap lembut bahu sang suami.


''Apa seperti itu Juan. '' Ucap Papa Burhan mengintimidasi.


Glek


''Iya Pa. '' Bohong Juan, yang sudah berkeringat dingin.


''Sudah lah, jangan membahas soal masa lalu lagi. Lagian ya, Juan itu sebentar berpisah dengan istri nya, tinggal menunggu ketuk palu saja kok selalu di bahas.'' Ucap Mama Bunga, mengalihkan pembicaraan tentang mantan menantu nya itu.


''Kali ini aku setuju dengan Mama.'' Ucap Arsen, yang ikut mengeluarkan pendapat nya.


''Ok, lagian sudah berlalu.'' Putus Papa Burhan. Saat mengingat rumah tangga putra nya Juan, sudah berada di atas meja hijau tinggal menunggu ketuk palu.


''Pa, Ma. Aku ingin berbicara dengan adik ku Arsen, empat mata.'' Beritahu Juan ke pada kedua orang tua nya.


''Baiklah, Papa sama Mama keluar dulu.'' Pamit Papa Burhan, memberi ruang dengan kedua putra nya itu.


''Memangnya apa yang akan kalian bahas. ? Kenapa Mama sama Papa gak boleh mengetahui nya.?'' Selidik Mama Bunga yang penuh curiga.


''Ayo Ma, ! Kita keluar." Ajak Papa Burhan menarik tangan istri nya.


''Sebentar Pa. '' Tolak Mama Bunga halus.


''Ma.''Tegur Papa Burhan penuh penekanan.


Mama Bunga memejamkan kedua mata nya. ''Hah, baiklah Mama keluar.'' Pasrah Mama Bunga.

__ADS_1


''Apa Papa tidak penasaran. ?Apa yang mereka berdua bicarakan. ?''


''Itu bukan urusan kita.''


''Ayo lah, Pa.!''


''Jawaban Papa masih sama, Ma. Itu bukan urusan kita, dan Mama gak boleh ikut campur.'' Tegas Papa Burhan.


...****************...


Di dalam ruangan Juan.


''Nad. ''


''Ya, aku akan keluar. ''


''Kak Juan ingin membicarakan soal apa dengan ku. ?''


Suara Arsen berhasil memecahkan keheningan di antara mereka berdua. Juan mau pun Arsen sejak tadi memilih diam setelah kepergian mereka bertiga.


Sehingga membuat Arsen kesal, lantaran kakak nya Juan masih betah diam membisu. Dan, pada akhir nya dia mengeluarkan suara nya terlebih dahulu untuk bertanya.


Karena hati nya sudah merindukan sosok istri nya dan juga calon anak nya itu.


''Kakak dulu atau aku dulu.?'' Tawar Arsen.


''Apa benar, istri mu saat ini sedang mengandung. ?'' Tanta Juan, dengan muka datar nya.


Arsen mengangguk. ''Iya, kakak benar.''


Diam-diam Juan menghapus setetes air mata nya yang sempat terjatuh.


''Selamat, kalian berdua akan di beri momongan.'' Ucap Juan tercekat di dalam tenggorokan, yang hampir tak mampu memberi selamat ke pada adik nya itu.

__ADS_1


''Kau pemenang nya.'' Lanjut Juan lagi.


''Makasih, dan maaf.''


''Untuk apa. ? Kamu meminta maaf.''


''Aku tidak bisa melepaskan Eva, untuk kakak.''


''Aku tidak meminta nya lagi, aku hanya berharap. Kalau dia bisa hidup bahagia tanpa aku menganggu nya.'' Ungkap Juan penuh harap.


''Dia pantas mendapatkan laki-laki seperti mu. Bukan laki-laki seperti aku, yang mengkhianati cinta tulus nya.'' Hati Juan berdenyut nyeri, melepaskan sesuatu yang masih bertahta di dalam hati nya sampai saat ini.


''Maaf, aku tak ber________''


''Sudah aku katakan, kamu tidak perlu meminta maaf ke pada aku.'' Potong Juan cepat.


''Bolehkah aku meminta sesuatu.'' Menatap serius ke arah adik nya itu.


''Apa. ?''


''Jaga dia untuk ku, jangan mendua kan dia seperti dulu aku mendua kan nya.''


Arsen mengangguk . ''Pasti kak.''


''Aku juga meminta maaf, atas perbuatan Vio. Gara-gara Vio, kamu hampir terancam kehilangan mereka berdua.''


''Kakak Sudah tau, kalau pelaku nya______''


''Iya, aku sudah tau. Pagi itu aku berniat datang kerumah Vio, baru sampai di depan rumah nya. Aku melihat Vio pergi menaiki mobil taksi dengan pakaian olahraga.''


''Ku pikir, dengan mengikuti mobil taksi yang membawa Vio pergi, aku bisa berbicara dengan nya santai sambil berolahraga.''


Juan tersenyum miris . ''Dan selanjutnya nya, pasti nya kamu sudah tau. Apa yang bakalan terjadi.?''

__ADS_1


Membuat Arsen mengangguk mengerti.


''Ku pikir Vio sudah berubah, semenjak mau bercerai dengan ku dan mendapatkan Kompensasi dari perceraian kita.''


__ADS_2