Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 130


__ADS_3

Saat takdir itu datang, tak ada yang bisa menolaknya. Meski, seseorang tersebut sudah berhati-hati dalam bertindak dan melangkah.


Takdir memang sudah digariskan, tetapi bukan berarti tidak bisa diubah. Jika menginginkan takdir yang baik, maka jalan satu-satunya adalah memohon kepada Sang Pencipta.


Setiap orang memiliki takdirnya sendiri, satu-satunya keharusan adalah mengikutinya, menerimanya, ke mana pun itu menuntunnya.


Kamu bisa menjadi hebat hanya jika itu adalah takdirmu.


Alih-alih marah, Vio justru menjatuhkan pantat nya di kursi meja makan di sebelah nya. Menghela nafas panjang untuk sejenak, sambil merangkai kata-kata yang akan dia utarakan.


''Pulang lah, anak istri mu sudah menunggumu di rumah. !'' Ucap nya, dengan posisi sebelah tangan nya menyangga kening dengan kepala menunduk ke bawah.


''Kamu juga istri ku.'' Mendengar jawaban dari laki-laki yang masih setia menatap nya, membuat Vio memejamkan kedua mata nya sesaat.


''Semalam kamu tidak pulang ke rumah, jangan membuat keluarga mu cemas dengan tindakan mu yang menurutku salah.'' Ucap Vio kembali.


Galen tidak menghiraukan apa yang Vio katakan, ? Dengan lancang nya Galen menarik kursi yang terlihat kosong di depan istrinya duduk.


''Please, aku gak mau keadaan semakin rumit.'' Mohon Vio, mendongakkan kepala nya membuat mata mereka bertemu.

__ADS_1


''Gak apa-apa Vi, jika suami mu ikut sarapan pagi di sini.'' Berdiri di posisi yang salah, membuat Lisa bingung harus berbuat apa. ?


Vio berdiri, mengambil sekotak tepak di rak piring. kemudian dia isi dengan nasi sekaligus lauk-pauk nya.


''Maaf, jika apa yang aku lakukan salah di mata mu. Namun, tugas ini menjadi tugas istri mu di rumah.'' Memberi kotak makan yang sudah siap dengan isi nya.


''Maaf juga, karena aku belum siap menjadi istri mu yang kedua. Dan ini sarapan pagi untuk mu, pulang lah, kasian nanti jika putri kecil mu sarapan pagi tanpa kamu di sisi nya.''


''Baiklah, jika itu mau mu.'' Jawab Galen beranjak dari tempat nya.


''Sebelum aku pulang, ada sesuatu yang kamu harus tau. Kalau Mama selalu menanyakan kamu kapan pulang ke rumah. ? Sebagai sepasang suami istri yang sah, di harus kan tinggal satu atap yang sama. Yakin lah, aku bukan laki-laki yang Tidak bisa adil dengan istri-istri ku. Jika itu yang menjadi beban pikiran mu selama. Dan, yakin lah juga, jika Ciara istri pertamaku tidak akan bertindak berlebihan dengan kamu seperti di cerita-cerita novel atau di televisi yang pernah kamu tonton.'' Terang Galen cukup panjang lebar menjelaskan sesuatu yang menjadi beban istri kedua nya itu.


''Ok, aku mengerti, dan aku berharap kamu jangan terlalu lama tinggal di sini. Sebab, ada seorang suami di rumah yang selalu menunggu mu untuk pulang.''


''Aku pulang hanya sebentar, setelah itu aku balik lagi kesini.'' Lanjut nya.


''Untuk apa. ?'' Tanya nya dengan kening mengerut.


''Hari ini jadwal aku berbagi rezeki di sebuah panti asuhan. Dan aku berharap, kamu mau menemani aku datang ke sana. Biar semua orang tau, siapa sosok istri kedua ku itu, yang cantik, baik, luar dalam.?'' Ucap Galen tulus dari dalam hati.

__ADS_1


''Hmm, kamu banyak berubah, dan aku suka kamu yang sekarang dari pada yang dulu yang tidak berhijab. Assalamualaikum, aku pamit pulang dulu. Jangan lupa, satu jam lagi aku jemput.'' Ucap nya berlalu pergi menjauh.


''Waalaikumsalam. ''


...****************...


Dan aku suka kamu yang sekarang dari pada yang dulu yang tidak berhijab.


Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di kepala Vio. Membuat Vio ngelamun menatap luar jendela. Sepanjang perjalanan menuju panti asuhan. Vio mau pun Galen berkelana dengan pikiran nya masing-masing.


Tidak terasa mobil Galen mulai memasuki pekarangan panti asuhan, dalam perjalanan kurang lebih dari dua jam.


Pemandangan pertama yang di lihat Vio iyalah, anak kecil yang sedang bermain bola yang sudah kusam di halaman rumah.


''Apa kamu tidak ingin turun. ?'' Tegur Galen yang sudah berada di luar mobil. Kedua tangan nya memegang beberapa kantong plastik yang berisi berbagai macam.


''Turun.'' Jawab nya keluar dari mobil.


''Di belakang masih ada beberapa plastik, jika kamu tidak keberatan, tolong bawa ikut masuk ke dalam.'' Membuat Vio mengangguk cepat, berlalu mengambil barang-barang yang masih di dalam bagasi.

__ADS_1


__ADS_2