Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
9. Ruang Bawah


__ADS_3

🍁🍁🍁


Lukas beranjak dari makam Fero dan berbalik kembali ke dalam reruntuhan gedung. Ia merongoh kunci dari bawa rak kaca penyimpanan produknya yang telah dibawa oleh Ronal. Lalu membuka karpet dan menemukan sebuah pintu menuju ruang bawah.


Klek! Menarik pintu dengan pelan sambil menarik karpet untuk menutup keberadaan pintu dari atas lantai. Lukas kemudian menguncinya balik dari dalam.


Tap tap tap! Langkah Lukas menuruni tangga menuju ruang rahasia tempat produknya yang lain tersimpan. Ia menyalakan monitor yang merekam setiap area ditempatkannya kamera cctv.


Tup! Monitor menyala namun tampilan layar memiliki gangguan akibat ledakan sebelumnya.


"Aishh!" Desis Lukas memeriksa beberapa titik letak cctv yang masih bisa berfungsi di luar dan dalam gedung. Lalu mengaktifkan saluran yang terhubung pada alat penyadap di setiap ruangan atas. "CK!" Decaknya kemudian melihat sampel produk pertama yang Lukas buat setelah berhasil kabur dari cengkraman mantan Bosnya di Myanmar.


Kurang lebih 8 tahun lalu setelah berhasil menghajar dua pria berotot Lukas berangkat ke Thailand. Lukas mencari gedung bekas kontruksi yang terlantar untuk dijadikan pabrik pembuatan obat. Namun keberadaannya yang ilegal membuat hari-hari Lukas selalu dalam pemburuan polisi. Hingga hari baik datang menghampiri Lukas. Ia bertemu dengan kepala preman yang berasal dari negaranya.


"Aku butuh tempat!" Ucap Lukas yang kemudian membisikkan rencananya pada kepala preman.


"Kalau gitu kita butuh tempat yang sepi." Sahutnya menyetujui.


"Jangan!" Tolak Lukas. "Tempat seperti itu mengundang kecurigaan." Jelasnya yang kemudian menujuk di lengannya.


"Aku mengerti!" Ucap Kepala preman yang kemudian mencari tempat untuk Lukas diarea kekuasaannya.


Lukas pun mulai memperkerjakan preman-preman itu untuk mendapatkan yang ia butuhkan dalam membangun bisnisnya. Ia memulainya dari skala kecil karna sulitnya mendapatkan bahan baku. Ia harus melakukanpenipuan untuk mendapatkan bahan baku diawal. Lukas menyamar sebagai anggota mantan Bosnya yang bertugas menerima bahan baku dari pihak pemasok.


"Anda orangnya?" Tanya seorang saat melakukan transaksi.


"Ya." Sahut Lukas menunjukkan kapal yang akan memberangkatkan bahan baku. Setelah tiba di dalam kapal Lukas menukar isi dalam box dengan barang lain.


"Sial!" Umpat mereka yang berhasil ditipu oleh Lukas. Namun tidak semua tipuan berjalan sesuai dengan yang diharapakan.


"Itu orangnya Bos!" Teriak salah satu kelompok gangster yang mengamankan barang selundupan.


"Dasar maling!" Umpat yang lain ikut mengejar Lukas di kapal. Pertumpahan darah pun terjadi diatas kapal.


Bug! Suara tangan Lukas memukul lawan dibantu oleh preman yang bekerja untuknya.


"Lompat!" Seru Lukas memberi komando saat kapal tujuan mereka mendekat ke kapal bahan baku yang akan mereka ambil.


"Brengsek!" Umpat pria berotot itu pada Lukas dan sekawanannya yang dibawa oleh kapal lain.

__ADS_1


Seiring berjalannya bisnis gelapnya pun berkembang. Ia mulai disegani oleh para Bos kartel lainnya dan membuat dirinya tak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku.


"Aku butuh dua orang untuk pergi bersamaku!" Perintah Lukas menenteng koper kecil tempat dua puluh botol kemasan seukuran jari kelingking. "Yang lain tetap tinggal untuk berjaga!" Sambungnya melangkah keluar di susul oleh dua pengawal yang akan ikut bersamanya. "Perhatikan jika ada gerak-gerik mencurigakan di setiap akses masuk ke area kawasan." Jelas Lukas yang kemudian masuk kedalam mobil.


Lukas memiliki klien dari berbagai negara tetangga hingga negara tempat asalnya. Barang yang diproduksi dari laboratorium kecil miliknya mampu bersaing dengan produk kartel-kartel lain yang beredar di pasar gelap. Namun tidak ada satupun dari kliennya yang mengtahui seperti apa wujud Bos Kartel yang selama ini telah membuat obat dalam botol kemasan mini itu.


"Lukas biarkan aku yang menemui mereka!" Ucap Fero setelah pulih dari kondisi terburuknya.


"Tak perlu." Tolak Lukas.


"Jika kau tak ingin aku membantu untuk apa kau membawa penghianat sepertiku kesini." Keluh Fero pada Lukas yang menyusun botol kemasan dalam koper mini yang terbuka diatas meja.


"Aku sudah menyiapkan posisi untukmu disini." Menoleh pada Fero. "Tapi aku tak yakin apakah kau menyukainya atau tidak?" Berbalik kembali menatap 20 botol yang kini telah tersusun dalam koper.


"Apa?" Tanya Fero.


"Kaki tangan!" Jawab Lukas menutup koper. "Aku belum memiliki seorang yang bertugas untuk itu disini." Jelasnya mengunci koper.


"Apa kau bodoh?" Tanya Fero.


"Jika Aku bodoh mana mungkin kau bisa menikmati semua ini." Jawab Lukas merentangkan tangannya menunjukkan gedung yang mereka tempati.


"Orang kepercayaan." Jawab Lukas menepis-nepis bahu Fero. "Kenapa? kau gak suka?" Tanya Lukas.


"Kau menjadikan Seorang yang pernah menghianatimu menjadi kaki tangan? Apa menurutmu itu masuk akal?"


"Aku percaya padamu. Itu sudah lebih dari masuk akal." Merapikan kerah baju Fero. "Kedepannya orang-orang disini akan menyebutmu Asisten Bos!" Menarik tangannya dari kerah Fero. "Aku pergi dulu. Selama aku pergi kau yang bertanggung jawab untuk semua yang ada disini." Meraih kopernya untuk dibawa kepada klien yang sudah menanti kedatangannya.


"Asisten Lukas?" Tegur seorang wanita pada Lukas yang berdiri menunggu di basemant.


"Ya!" Sambut Lukas yang selalu memperkenalkan dirinya sebagai Kaki tangan Lukas atau mereka menyebutnya sebagai Asisten seorang Bos Kartel.


"Mari ikut dengan saya!" Ajak Wanita masuk kedalam Lift menuju lantai teratas apartemen.


Ting! Suara lift terbuka.


"Mari Tuan!" Mempersilahkan Lukas duduk di ruang tamu yang berukuran 5 kali lipat dari Laboratoriumnya.


"Asisten Lukas?" Sapa Pemilik penthouse turun dari tangga yang meliuk dari atas membuat Lukas menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Ya Tuan." Sahut Lukas menaikkan kopernya diatas meja kaca.


"Apa Bosmu masih tidak bisa ikut untuk bergabung?" Tanya Pria itu duduk dengan kaki menyilang dan kedua tangan direntangkan di atas sofa.


"Hari ini Bos sedang dalam perjalanan bisnis ke Indonesia." Jawab Lukas berbohong pada kliennya untuk menyembunyikan identitas dari bisnis gelap. Sehingga ia bisa leluasa mencari tahu seorang yang memiliki kaitan dengan kematian Alex.


"Bagaimana dengan bahan sebelumnya?" Tanya klien yang menjamu Lukas di sebuah penthouse dengan hidangan sekelas restoran hotel bintang lima. "Tolong tanyakan pada Bosmu kelanjutannya?" Pinta klien itu yang kemudian mengajak Lukas bersulang.


"Baik Tuan!" Sahut Lukas menyambutnya dengan mengangkat gelasnya.


Kesusksesan Lukas dalam bisnis gelapnya sudah sampai dititik dimana klien yang menyiapkan bahan baku untuk diolah olehnya sesuai dengan kemasan permintaan klien.


"Padat?" Tanya Lukas pada klien yang lain. "Atau Cair?" Membuka box dan memeriksa bahan yang akan dikirimkan ke laboratoriumnya.


"Cair!" Sahut Klien menawarkan segelas Sparkling Wine pada Lukas.


Fyuhhh! Suara Lukas menghela nafas panjang melihat sederet botol sebesar ibu jari orang dewasa pada rak botol.


"Apa yang harus aku lakukan pada kalian semua?" Tanya Lukas yang kemudian melihat 10 botol kemasan dengan label berbeda di hadapannya. Botol kemasan berisi setiap sampel obat yang pernah Lukas buat sejak memulai bisnis gelap.


"Apa yang harus kita lakukan pada jasadnya Bos?" Suara dari atas terdengar oleh Lukas berkat alat penyadap yang masih berfungsi dari lantai atas.


Gawat! Batin Lukas mengecek kunci pintu menuju ruang bawah.


"Bos!!" Teriak salah satu anak buah membuat Ronal menyusulnya. Sementara Bams berbalik badan dan mendapati Ronal tercengang.


"Ada apa?" Tanya Bams membuat Lukas meraih earphonenya.


"Jasadnya hilang!" Jawab Ronal melihat tak ada lagi jasad Fero yang mereka anggap sebagai Bos Kartel selama ini.


"Apa?!!" Sahut Bams menghampiri Ronal dan melihat hanya ada pecahan kaca dengan bercak dara tergeletak disana.


"Aku tahu hal ini akan terjadi!" Ucap Ronal melihat kesekitar gedung.


"Apa katamu?" Tanya Bams.


"Aku merasakan ada seorang yang memperhatikan kita saat akan pergi meninggalkan tempat ini sebelumnya." Jelas Ronal. "Coba periksa apakah ada ruang rahasia di dalam gedung ini." Perintah Ronal melihat pada Bams dan anak buahnya bergantian.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2