
Menjalankan kehidupan berumah tangga memang bukanlah hal yang mudah. Sering kali berbagai cobaan muncul menguji kesetiaan pasangan suami istri. Oleh karenanya, diperlukan komitmen untuk setia dan saling mendukung di antara sepasang suami istri.
Rumah tangga yang harmonis akan membawa kebahagiaan bagi setiap anggota keluarga. Untuk mewujudkannya, suami dan istri harus bisa memenuhi tanggung jawabnya masing-masing. Selain itu, pasangan suami istri juga harus bisa saling percaya dan saling memahami satu sama lain.
Masa lalu, membuat Juan lebih belajar untuk setia dan komitmen untuk setia dan saling mendukung di antara sepasang suami istri.
Butuh waktu dan perjuangan Juan menekan hawa nafsu nya untuk tidak berbuat gila lagi seperti sebelum nya.
Mobil yang sudah meninggalkan perumahan mewah beberapa menit yang kalau. Kini telah memasuki pekarangan rumah minimalis standar milik adik nya, Juan mengamati sosok wanita yang sedang menjemur pakaian anak kecil di samping rumah tersebut.
Tanpa sadar, sudut bibit Juan tertarik ke atas. melihat pemandangan di depan mata, kini Juan sudah tak sabar ingin melihat buah cinta diri nya dengan sang istri, Nadin.
__ADS_1
''Sudah puas belum, lihatin mantan tunangan mu.'' Sindir Nadin, mencoba keluar dari dalam mobil milik sang suami tercinta.
Juan menoleh ke arah istri nya sejenak, kemudian mengerutkan kening nya sesaat. Lantas, sudut bibir Juan melengkung ke atas, melihat reaksi istri nya yang sedang cemburu.
''Cemburu.'' Sahut Juan senyum-senyum sendiri.
Nadin melirik tajam, membuat Juan menelan saliva nya sendiri. ''Gak ya.'' Ketus Nadin pergi menjauh.
Juan menjadi gelagapan, dan segera ikut keluar menyusul sang istri. Menahan salah satu pergelangan tangan sang istri, dan membawa tubuh sang istri nya itu ke dalam pelukan nya. ''Bukan itu maksud aku sayang, aku hanya membayangkan jika kamu yang menjemur pakaian anak kita. Hal itu membuat aku tersenyum, menanti hari itu tiba.'' Bisik Juan dengan nada menyakinkan, sebab dia tidak ingin mengulang kesalahan yang kedua kali nya. Membuat rumah tangga yang baru di mulai akan hancur dengan kesalahan yang sama.
''Yakin, hanya itu.'' Tanya Nadin, yang masih tak percaya. Mendengar cerita perjalanan cinta suami nya dengan Eva Saputri membuat hati Nadin takut di selimuti rasa cemburu yang tiba-tiba menghantam relung hati nya.
__ADS_1
Juan tak langsung memberi jawabkan melainkan membawa salah satu tangan sang istri yang bebas ke atas dada nya. ''Detak jantung ku lebih cepat jika posisi kita seperti ini.'' Bisik Juan lembut. ''Kamu istri terakhir ku, karena aku tak berniat mencari istri kembali. Cukup kamu, saat ini dan seterusnya menjadi Mama untuk calon anak-anak ku nanti, cup.''
''Masa lalu itu adalah masa yang telah berlalu. Seperti namanya, telah lalu, maka ia pantasnya di belakang. Jangan berpikir, kalau aku akan menjadikannya di depan rumah tangga kita. Sudah cukup bagiku, di masa lalu aku sudah gagal berumah tangga, gagal menjadi calon Papa yang baik untuk calon anak ku. Gagal menjadi laki-laki yang setia dengan satu pasangan. Aku sudah gagal segala hal di masa lalu.'' Lirih Juan sedih.
Masih di dalam pelukan sang suami, Nadin bergerak pelan pasti, membalas pelukan tersebut. ''Terima kasih, sudah menjadikan aku istri terakhir mu.''
'''Jangan pergi, aku sudah senyaman ini ketika ada di sampingmu.''
''Gak akan, karena aku juga sudah senyaman ini ketika ada di sampingmu.''
Seulas senyuman manis di sudut bibir Eva sambil menggeleng pelan, melihat mesra kakak ipar nya itu di depan rumah nya. ''Ck, bikin rindu aja sama suami.'' Pikir Eva berlalu masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang, dengan membawa keranjang pakaian di sebelah tangan kiri nya.
__ADS_1
Di sudut tempat yang berbeda, wanita cantik berhijab sempat meneteskan air mata, melihat apa yang ada di depan mata nya saat ini.?