Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 118


__ADS_3

MALAM HARI NYA.


''Kalian berdua belum tidur.?'' Tanya Sang Mama Ayda, yang baru duduk di antara mereka berdua.


''Mungkin sebentar lagi Ma.'' Sahut Galen, sambil melirik sekilas Ciara.


Usai membawa sang istri kedua masuk ke dalam kamar, Galen mencari istri pertama yang sejak tadi bikin hati nya gelisah.


Islam memang memperbolehkan seorang muslim untuk melakukan poligami. Namun, tidak semua istri siap jika suaminya poligami. Pun dengan para suami, terkadang juga tidak menyiapkan diri dan keluarganya dengan baik.


Sehingga, poligami yang idealnya menjadi solusi, justru berbalik menjadi masalah. Keluarga pecah. Ketika seorang suami ingin poligami, tak cukup baginya hanya mengkomunikasikan sekali kepada istrinya.


''Kamu tau kan, malam ini malam pengantin dengan istri kedua mu.'' Tegur Mama Ayda kembali mengingatkan, Kalau di dalam Kamar pengantin ada seorang istri menunggu laki-laki yang baru berstatus suami nya.


Ciara melengkungkan sudut bibir ke atas, dia sangat tau apa yang di rasakan oleh sang suami nya itu. Sejak awal, sang suami nya itu telah menolak mentah-mentah adanya poligami. ''Apa yang di bilang Mama sangat benar Mas. ? Pergilah, ke kamar pengantin. !'' Galen menatap dalam-dalam sang istri, dengan perasaan bercampur aduk. Istri mana tidak sakit hati menyuruh sang suami dengan istri baru nya.


Sebelah tangan Galen mencoba menarik dan menggenggam jemari sang istri. Mengusap beberapa kali dengan begitu lembut, sekaligus dengan tutur kata nya. Seakan Galen membuktikan, meskipun telah memiliki istri yang lain selain Ciara Salsabila. Cinta nya untuk Ciara tidak akan pernah berkurang sedikit pun, sekarang mau pun nanti.

__ADS_1


Galen mengangguk pelan,. ''Di mana Shakila.? Sejak tadi aku tak melihat nya. '' Tanya Galen celingukan mencari putri nya itu.


''Shakila sudah tidur di kamar kita barusan, Mas. Kamu jangan khawatirkan dia. Kila bisa tidur dengan ku malam ini.'' Jawab Ciara di iringi seulas senyuman terbaik nya.


Jika itu menurut Ciara, tidak untuk Galen. Laki-laki itu mengerti sebuah arti senyuman yang di lontarkan oleh sang istri nya itu. Hidup Bersama Ciara hampir enam tahun, Galen sangat mengerti luar dalam sang istri.


''Baiklah kalau begitu, aku pamit masuk ke dalam kamar dulu.''


''Cup, selamat malam.''


Lelah menangisi jalan takdir nya, Vio bergerak pelan mengambil air wudhu di dalam kamar mandi.


Dengan melakukan sholat, Vio yakin. Bahwa, sesulit apa pun jalan takdir nya akan terasa ringan jika di dukung dengan kekuatan doa.


Usai mengucap salam, Vio tidak lupa membaca doa mempermudah jalan takdir nya. Sebelum itu Vio mendoakan kedua orang tua nya yang telah tiada terlebih dahulu. Selanjutnya nya mendoakan keluarga besar Papa Shidiq semoga beliau sehat walafiat.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


''Izinkan aku untuk masuk ke dalam, kita bisa membicarakan yang terjadi pada hari ini.'' Seru Galen yang setia berdiri di depan pintu.


Mendengar hal itu Vio menghembuskan nafas berat nya. Jujur, dia belum siap bertemu dengan laki-laki yang berstatus suami nya itu sekarang ini.


Dia butuh waktu dan juga ruang untuk sendiri. Untuk memikirkan dan mencoba menerima dengan status baru nya.


''Pergi lah, jangan menganggu aku dulu. !'' Sahut Vio dari dalam, dengan masih di atas sejadahnya.


''Apa kamu baik-baik saja.? Biarkan aku masuk sebentar saja, boleh ya.'' Galen tetap berusaha membujuk istri kedua nya itu untuk membukakan pintu meskipun hanya sebentar. Dia hanya ingin memastikan kalau istri kedua nya itu memang baik-baik saja.


...****************...


Maaf ya, up nya agak lama, 🙏

__ADS_1


__ADS_2