Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P, 95


__ADS_3

Malam hari nya.


Kondisi rumah Papa Burhan kini sedikit berantakan. Beberapa dekorasi sudah di bongkar, dan masih ada beberapa dekorasi masih terlihat rapi di tempat nya.


Sedangkan pemilik rumah kini sudah berada di lantai dua, tepat nya di depan telivisi bersama dengan keluarga Papa Shidiq.


Begitu pula dengan keluarga kecil Arsen, malam ini mereka bertiga akan menginap di rumah kedua orang tua nya. Sabab, Papa Burhan serta Mama Bunga selalu membujuk mereka agar malam ini mereka semua berkumpul.


''Sayang, apa El nya sudah tidur.?'' Tanya Arsen yang baru keluar dari kamar mandi, bahkan aroma sabun masih menguar di indra penciuman Eva.


''Kenapa. ?'' Bisik Eva, yang di mana baby El masih menyusu.


''Kamu kan belum mandi sejak tadi pagi.'' Sahut Arsen, bergerak menjauh menuju lemari yang sudah lama tidak pernah dia buka.


Mengambil kaos oblong berwarna putih sekaligus dengan celana pendek berwarna biru. Tanpa malu, Arsen melepas begitu saja handuk yang melilit di pinggang nya.


Eva yang baru beranjak dari tempat tidur nya, dia di buat melongo dengan tingkah suami nya itu.


Puk, ''Kebiasaan deh, kalau berganti pakaian tidak tau tempat.'' menepuk punggung suami nya yang masih polos belum mengenakan kaos nya.


''Kenapa,? Kamu tergoda.'' Goda Arsen, menyipitkan sebelah mata nya. Membuat Eva mendengus kesal.


''Ingat, aku masih dalam masa nifas. Oh iya apa handuk nya sudah selesai. ?''


''Ambil saja, handuk yang ada di dalam lemari, masih ada kok, satu.''


''Ok,'' Membuka kembali lemari tersebut, berlalu Eva mengambil handuk yang masih tersisa berwarna merah.

__ADS_1


''Oh iya Mas, Nanti aku pakai baju apa,? Aku kan tidak membawa baju ganti.'' Bingung Eva, pasal nya dia tidak membawa baju ganti, karena dia tidak berniat untuk menginap.


''Kamu masih bisa memakai kaos milik ku, tinggal memilih saja di dalam lemari.''


''Ide kamu tidak terlalu buruk, ok, biar nanti aku cari.'' Melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan di tempat yang berbeda, Juan dan Nadin kini merasakan canggung di antara mereka berdua. Nadin yang masih malu melepaskan gaun yang dia pakai. Memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar mandi. Sesampai nya di dalam kamar mandi, Nadin berusaha membuka resleting belakang gaun nya. Hampir beberapa waktu, resleting tersebut sulit untuk dia buka dan mampu Membuat dia berjalan kesana-kemari di dalam kamar mandi.


''Apa aku harus meminta bantuan Mas Juan. ? Untuk melepaskan gaun ku ini.'' Monolog Nadin di depan cermin kamar mandi.


Nadin di buat bimbang sendiri, langkah apa yang yang harus dia ambil. ? Dengan kebimbangan Nadin menggigit bibir bagian bawah, telunjuk jari mengetuk pinggiran Wastafel kamar mandi keramik tersebut.


Tok


Tok


Tok


Tok


Tok


''Sayang, apa kau mendengarkan aku. ?''


Nadin gelagapan saat di panggil dari luar, ''Iiyya, aa aku mendengar nya.''


''Iya udah, buka pintu nya.!''

__ADS_1


''Sebentar. '' Sahut Nadin dari dalam, sebelum menyentuh gagang pintu kamar mandi, kedua telapak tangan Nadin di usap beberapa waktu, menghilangkan rasa dingin yang sejak dari tadi menyerang.


Ceklek, kepala Nadin menyembul dari balik pintu, membuat Juan menarik ujung alis tanda dia tak mengerti.


''Kenapa. ?'' Tanya Juan.


Nadin tersenyum kaku, ''Aaku belum bisa melepaskan gaun ku, Mas.''


Emmptf ha ha, Juan tidak bisa menahan ketawa nya. ''Terus sejak sedari tadi di dalam kamar mandi ngapain aja.''


''Aa aku aku________''


''Malu. ''Sahut Juan cepat.


Tanpa izin Juan mendorong pintu kamar mandi tersebut. Memutar tubuh istri nya sehingga bagian resleting belakang berada di depan Juan saat ini.


''Ngapain harus malu, toh kita sudah sah menjadi pasangan suami istri.''


''Tetap saja aku masih malu, Mas.''


''Iya, iya terserah kamu saja.'' Putus Juan.


Dengan pasti, gerakan tangan Juan mulai bergerak menurun membuka resleting tersebut.


Glek, Juan menelan saliva nya sendiri, melihat punggung putih milik istri nya itu.


Ekhem, Juan berdehem sejenak, mengurangi detak jantung nya yang berdebar-debar saat ini.

__ADS_1


__ADS_2