Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P, 66


__ADS_3

Hari hari telah berlalu, hingga tak terasa tiga bulan sudah di lalui Juan mendampingi sang istri nya, Vio.


Ada nya perubahan Pada diri Vio, membuat Juan khawatir. Seiring berjalan nya waktu, akhir-akhir ini Vio banyak mengurung diri di dalam kamar.


''Sebaiknya, kamu segera periksakan istri mu ke dokter spesialis jiwa atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih baik, mungkin Psikis istri mu kini sedikit terganggu.''


Saran sang Papa Burhan beberapa minggu yang lalu. Ketika Juan gagal memenangkan tender terbuka itu. Badahal hal itu kesempatan bagi perusahaan meraup keuntungan dan juga lebih terkenal lagi dari sebelum nya.


Pengadaan tender dilaksanakan perusahaan penyelenggara untuk mendapatkan vendor terbaik untuk mengerjakan suatu proyek sampai selesai. Dari sisi vendor, memenangkan tender tidak hanya meningkatkan pemasukan, tetapi juga meningkatkan reputasinya.


''Apa aku pakai saran Papa, membawa Vio dokter spesialis jiwa atau psikiater. ? Senggak nya aku tau. kondisi mereka berdua. '' Pikir Juan, yang kalut. Tindakan apa yang harus dia lalukan pada istri nya yang sedang mengandung anak nya itu.?


''Apa mungkin, hanya keinginan nya yang tidak terwujud. ? Akan membuat dia depresi.'' Batin Juan, menggeleng lemah kepala nya. Menepis pikiran buruk di dalam otak nya yang akan membuat dia bingung sendiri.


''Gak, itu gak mungkin. Aku yakin, Vio hanya membutuhkan waktu untuk sendiri.''


Aku tau, dia sudah tak memilki keluarga lagi selain, Papa, Mama nya Eva. Setelah perbuatan kita berdua di masa lalu, keluarga nya Eva tidak pernah menanyakan kabar ponakan nya itu.

__ADS_1


Ini sudah menjadi resiko nya, kalau keluarga Eva masih marah sama kita berdua, karena kita berdua sudah menyakiti putri tercinta nya waktu itu.


Juan menghembuskan nafas berat nya ke udara berulang kali. Di tambah pekerjaan kantor yang belum selesai terpaksa dia bawa pulang ke rumah. Sambil memantau aktifitas sangat istri sekaligus pola makan sang istri yang akhir-akhir ini menurun drastis.


Memikirkan kondisi sang istri nya yang sedang hamil anak nya, sehingga membuat Juan tak bisa fokus bekerja. Contoh nya, beberapa hari kemarin Juan gagal memenangkan tender terbuka tersebut. Badahal sang Papa sudah mempercayakan tender terbuka itu ke pada nya.


Brak


Melempar dokumen ke atas meja dengan kasar. ''Kalau begini terus-menerus bisa pecah kepala ku.''


Juan tersentak, adah nya sebuah tangan yamg melingkar di perut nya dengan tiba-tiba.


''Vi. ''Panggil Juan dengan lembut.


''Maaf, membuat kamu tak bisa konsentrasi dengan pekerjaan mu.''


''Tidak apa, asal calon anak ku di dalam perut mu baik-baik saja.''

__ADS_1


''Apa kamu tetap menceraikan aku. ? Setelah anak ini lahir.'' Ucap Vio lemah, tanpa ada semangat untuk melanjutkan hidup nya.


''Gak usah membahas hal itu lagi. Sekarang katakan, apa yang membuat kamu datang kemari, hmm.?''


''Hanya kamu yang ku punya, Mas. apa kamu akan pergi meninggalkan aku juga.?''


Juan memejamkan kedua mata nya sejenak, sebelum menjawab pertanyaan dari istri nya itu.


''Bukan nya hal perceraian kita, kamu juga sangat menginginkan nya.? Apa kamu lupa, dengan ucapan mu sendiri saat masih di kantor polisi.?''


''Iya, kamu benar.'' Menarik satu tangan nya, kemudian mengusap air mata nya yang masih saja menetes.


''Aku akan keluar, lanjutkan saja pekerjaan mu. !'' Pamit Vio.


''Bagaimana dengan kondisi mu. ?''


''Aku baik-baik saja, jangan khawatir dengan hal itu.! Aku juga sudah meminum susu dan juga vitamin nya.'' Jawab Vio, menampilkan senyuman terbaik nya.

__ADS_1


__ADS_2