Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Bonus 109


__ADS_3

Mengerti dengan situasi nya kini, Nadin sengaja merapatkan tubuh nya dengan tubuh sang suami. Kemudian, tanpa sungkan, sebelah tangan kiri nya menyusup memeluk lembut lengan sang suami tepat di depan Vio. Entah, melihat kecantikan Vio memakai hijab membuat dia insecure dengan sendiri nya. ''Rumah tangga bisa disebut sebagai media untuk sepasang kekasih dalam menjalankan misi untuk meraih cita-cita. Jika tak ada kecocokan, tak mungkin dua orang manusia bisa bersatu dalam rumah. Nah, kecocokan yang dibalut rasa cinta itu perlu kamu jaga Mas.'' Ungkap Nadin, sebelum melepaskan pelukan nya di lengan sang suami.


''Aku duluan mas, Vio.'' Pamit Nadin melenggang pergi masuk ke dalam rumah adik ipar nya itu. Tanpa ingin menoleh ke arah belakang lagi.


Setelah kepergian sang istri, Nadin masuk ke dalam. Kini tersisa dia bersama Vio yang masih betah berdiri di depan pintu dengan posisi sebelum nya.


Juan bingung sendiri dengan suasana canggung seperti ini. Apa lagi di antara mereka berdua pernah menjalin hubungan yang buruk sebelum nya.?


Di satu sisi, ingin menjalin hubungan baik sebagai saudara atau teman dan melupakan masa lalu yang buruk. Di satu sisi yang lain, sang istri sudah mengkode diri nya beberapa detik yang lalu.


Menjalin hubungan baik, Juan pikir hal itu lebih indah dari pada bermusuhan antara satu sama lain. Mengingat sang adik nya Arsen menjadi menantu dari keluarga om Shidiq, Secara otomatis Vio masih termasuk keluarga nya juga, walau pun hanya sepupu dari keluarga om Shidiq.


Sedangkan untuk Vio, Vio mengerutkan kening sejenak. Sambil menunggu apa yang akan di katakan oleh kak Juan ke pada nya.? Vio pikir, berdiri nya kak Juan di depan nya saat ini adalah. Ada hal sesuatu yang akan di sampaikan ke pada diri nya.

__ADS_1


Sekian lama menunggu, kak Juan masih diam membisu membuat Vio memilih mengeluarkan suara nya terlebih dahulu. ''Kak, gak baik loh berduaan di sini bersama ku. Lebih baik Kak Juan cepat masuk ke dalam menyusul mbak Nadin.''


Juan mengangguk lemah, dia pikir Vio akan menanyakan kabar nya atau ____ah sudah lah.


''Ekhem, hmm bagaimana dengan kabar mu selama di dalam penjara. ?'' Tanya Juan sedikit takut, dia takut menanyakan kabar akan di salah arti kan menjadi bentuk perhatian.


''Kabar ku baik, bahkan lebih baik dari sebelum nya. '' Jawab Vio di iringi seulas senyuman manis di sudut bibir nya.


''Benar kah, aku ikut senang mendengar nya. Dan______''


''Dan, aku berharap hidup kamu selanjut nya lebih baik dari sebelum nya. Kamu tau kan, ada sebuah kata-kata kalau Keputusan yang baik datang dari pengalaman, dan pengalaman berasal dari keputusan yang buruk.''


''Kata-kata itu mengingatkan aku dengan keputusan aku yang dulu. Mengkhianati pasangan kita demi kesenangan sesaat. Dari kata-kata itu, aku juga sadar keputusan yang baik datang dari pengalaman.''

__ADS_1


''Mari, move on dari masa lalu dan kita bisa menjalin hubungan yang baik sebagai keluarga. Adik ku Arsen, meskipun Arsen adik tiri ku. Aku selalu menganggap dia sebagai saudara kandung ku sendiri.''


''Mengingat Arsen adik ku itu suami dari Eva sepupu kamu, Dan tidak secara langsung kita masih satu keluarga.''


Vio tersenyum tipis, ''Iya, apa yang kamu bilang semua itu benar. ? Semoga kamu juga bisa menjadi iman yang baik buat keluarga kecil kamu. Apa lagi sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah.?''


Mengingat kata-kata Ayah, hati kecil Vio tercubit sakit. Kepingan-kepingan masa lalu kini berputar kembali di dalam kepala Vio. Berusaha sekuat apa pun itu untuk melupakan masa lalu, tidak mungkin, hilang begitu saja tanpa membekas di dalam hati nya.


Menahan tangis, Vio mencoba mengulurkan satu tangan nya mengucapakan selamat pada mantan suami nya itu. Tidak lama, Juan menerima uluran tangan tersebut dengan cepat. ''Selamat, sebentar lagi kamu akan mendapatkan gelar seorang Ayah.'' Ucap Vio tulus.


''Terima kasih, semoga kamu mendapatkan lelaki yang baik lebih dari aku. Dan aku juga meminta maaf, sebelum nya aku belum bisa menjadi seorang Ayah Dan suami yang baik______''


''Sudah, jangan kamu terus kan.! Lebih baik kamu menyusul istri mu ke dalam. '' Menarik tangan nya sebelum menimbulkan sesuatu yang buruk.

__ADS_1


Tanpa mereka berdua ketahui, di balik dinding Nadin mendengar kan apa yang mereka berdua bicarakan. ''Aku senang mas, kamu benar-benar berubah. '' Lirih Nadin lega, apa yang dia takuti tidak benar-benar terjadi. ?


__ADS_2