
Saat takdir itu datang, tak ada yang bisa menolaknya. Meski, seseorang tersebut sudah berhati-hati dalam bertindak dan melangkah.
Kamar yang tadi nya biasa kini sudah di sulap menjadi luar biasa. Ada nya balon berwarna pastel atau metalik terbang hingga menyentuh plafon kamar.
Tidak lupa balon yang di rias dengan pita berwarna pastel yang menjuntai ke bawah tepat di atas tempat tidur pengantin yang semakin cantik.
Anggota dekorasi kamar pengantin satu persatu berpamitan keluar dari kamar tersebut. Setelah tugas nya sudah selesai. Mungkin, giliran membantu dekorasi pelaminan yang terlihat cukup rumit bentuk nya dari pada Kamar pengantin.
''Jangan lupa, tabur kan bunga sesuai bentuk yang di inginkan, Vio.! Dan posisi nya tepat di tengah ranjang.'' Membuat Vio mengangguk mengerti.
''Iya, kak.'' Jawab Vio dengan sebutan kakak, pasal nya jarak usia mereka berdua tidak terlalu jauh.
__ADS_1
''Bagus, kalau kamu sudah mengerti. Jangan sampai Florist Ola Jaya mengecewakan Consumer nya.! Oke, ku pikir di sini hampir sudah selesai, tinggal beberapa langkah lagi. Kalau begitu, Dekorasi Kamar pengantin ini kamu yang lanjutkan.'' Ucap sang ketua menyerahkan tugas Kamar pengantin itu ke pada Vio. Sebab, hanya tinggal membentuk dan menabur bunga di tengah ranjang pengantin saja.
Setelah mengucapkan hal itu, sang ketua berlalu pergi menjauh dari Kamar tersebut. Menyisakan Vio yang sedang bikin pola dan juga membentuk angsa dari selimut putih tersebut.
''Sebahagia apa ya, yang di rasakan pengantin perempuan nya.?'' Lirih Vio tersirat kesedihan, mengingat masa lalu membuat hati Vio berubah sedih.
Menatap nanar ranjang yang baru dia rias, kemudian Vio menepis apa yang barusan dia pikirkan. ''Please Vio, lupakan masa lalu, kamu pasti bisa.'' Ucap Vio, menyemangati diri nya sendiri, kemudian mencoba melanjutkan kembali pekerjaan nya, yang hanya tinggal membereskan wadah dari bunga tersebut.
Gerakan Vio terhenti, mendengar suara anak kecil yang tak terlalu jauh dari diri nya berada.
Bergerak lamban kepala Vio mendongak ke atas, dengan kening mengerut. Di dalam hati Vio bertanya-tanya pada diri nya sendiri.
__ADS_1
''Apa mungkin, anak perempuan di depan nya ini sedang bertanya kepada nya. ? Kalau bukan dengan diri nya lalu dengan siapa lagi. ?Sedangkan di dalam Kamar ini hanya tersisa diri nya saja.'' Batin Vio.
Ingin sekali Vio menjawab pertanyaan dari gadis kecil tersebut, namun, sebelum itu, Vio terlebih dahulu memastikan sesuatu yang berada di dalam kamar ini. Mungkin, saja ada sesuatu yang dia lewatkan tanpa sengaja, pikir Vio.
Kosong, tidak ada satu orang pun yang berada di dalam kamar pengantin tersebut. Kemudian Vio menunjukan jari telunjuk nya ke arah diri nya sendiri. ''Saya.'' Dan diangguki cepat oleh anak tersebut.
''Kan di sini hanya ada tante, bagaimana sih tante. ?'' Anak itu mendengus kesal, dengan wajah imut nya membuat Vio gemas melihat tingkah anak di depan nya itu.
''Baiklah, tante minta maaf ya, karena tante yang kurang mengerti apa yang kamu maksud.?'' Ucap Vio dengan posisi yang masih sama. Berjongkok, menatap dalam-dalam gadis kecil di depan nya saat ini.
Gadis kecil itu tak langsung menjawab permintaan maaf dari Vio melainkan sedang berpikir untuk beberapa waktu. ''Ok, sekarang ini aku maafin tante.'' Akhir nya gadis itu menerima maaf dari Vio usai menimang-nimang beberapa waktu. Mendengar hal itu, seketika sudut bibir Vio melengkung ke atas.
__ADS_1
''Kita kan belum berkenalan, siapa nama kamu. ?'' Tanya Vio, seraya menyodorkan sebelah tangan kanan nya.