Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P, 98


__ADS_3

Pagi hari nya.


Kedua pasang sang pengantin baru, kini masih betah berada di balik selimut tebal nya.


Tanpa sehelai benang pun alias naked, mereka berdua masih saling berpelukan tanpa celah sedikit pun.


Entah, sudah beberapa ronde mereka semalam melakukan hubungan suami istri. Yang mampu membuat isi kamar nya berantakan, termasuk dengan pakaian mereka berdua, berserakan di bawah ranjang tanpa aturan sedikit pun.


Juan yang telah lama berpuasa indah nya bercinta, kurang lebih empat bulan. Kini hasrat nya yang telah meredup, semalam benar-benar berkobar hingga menjelang subuh dini hari.


Sedangan untuk Nadin, jangan di tanyakan lagi. Seberapa lelah nya melayani sang suami nya yang telah berpuasa berbulan-bulan.


Sinar matahari pagi, kini mulai menyeruak masuk melalui celah-celah jendela besar di kamar Juan, membuat sepasang pengantin baru yaitu Juan terbangun dari tidur damai nya yang selama ini belum pernah dia rasakan semenjak kehilangan cinta dari seorang Eva Saputri.


Hal pertama yang di lihat di depan mata Juan adalah, sang istri Nadin memeluk erat tubuh polos nya dengan kepala bersandar di Dada bidang nya. Membuat hati Juan berbunga-bunga, kebahagiaan seperti ini lah yang dia cari. Tidak hidup seperti sebelum nya, yang menguras emosi setiap waktu.


Cup, Juan mengecup pucuk rambut Nadin dengan lembut. Satu tangan nya bergerak lembut mengusap punggung polos sang istri tercinta.


''Terima kasih, sudah mau hidup dengan laki-laki buruk seperti aku. Banyak kesalahan aku di masa lalu, menyakiti hati seorang wanita.'' Juan benar-benar menyesal, jika mengingat perselingkuhan yang dia lakukan dahulu.


Dan kali ini, dia akan setia dengan satu wanita, yaitu istri nya saat ini Dan selama nya.


''Melakukan kesalahan itu boleh kok, yang gak boleh itu adalah mengulang kesalahan yang sama." Sahut Nadin dengan tiba-tiba. Bergerak pelan mendongakkan sedikit kepala nya melihat wajah tampan suami itu.

__ADS_1


"Good morning dear.''


''Morning sayang.'' Balas Juan, dengan mengikis jarak, ingin mengecup bibir istri nya itu.


Dengan cepat Nadin menutup mulut suami itu dengan telapak tangan nya. ''Iiih, masih bau Mas.'' Cegah Nadin.


...****************...


Ruang meja makan.


Sisa acara pernikahan Juan dan Nadin kemarin, pagi ini sudah rapi di letakan di tempat nya semula.


Mungkin dang pekerja membersihkan tempat acara kemarin semalaman lembur membersihkan hingga pagi ini sudah bersih dan juga rapi.


Contoh nya, ruang meja makan pagi ini sudah lengkap dengan sarapan pagi berbagai masakan.


Termasuk dengan cucu pertama mereka, Elvano Yolan Nendra yang di letakan di dalam stroller tepat di tengah-tengah Arsen dan Eva duduk.


''Bibi, tolong panggilkan Juan dan juga istri nya untuk turun ke bawah sarapan bersama sebelum pada pulang semua nya. !''


''Baik Tuan. ''


''Tidak perlu Bi, aku dan juga istri ku sudah ada di sini.'' Cegah Juan, seraya melangkah mendekat ke meja makan yang sudah di penuhi anggota keluarga.

__ADS_1


''Pagi semua nya. '' Sapa Juan sambil menarik kursi untuk sang istri, sekaligus untuk diri nya sendiri.


''Mentang-mentang pengantin baru, jam segini baru keluar dari dalam kamar.'' Kelakar Papa Burhan.


''Ck, Papa kayak gak pernah muda saja. ''


''Ya udah, kita mulai ya sarapan pagi nya, nanti keburu dingin.'' Potong Mama Bunga.


Dan di setujui oleh semua orang, yang berada di ruang meja makan tersebut.


Di awali dengan berdoa, semua orang menikmati sesi sarapan pagi ini dengan diam Dan juga tenang. Tanpa ada percakapan selain suara sendok berdampingan dengan suara piring.''


...****************...


...Tamat...


...****************...


Mampir ya, Cinta Lenora.


Dan karya baru, Pra Nikah Dan Perselingkuhan udah up Lima Bab.


Jangan lupa hadir🙏🙏🙏

__ADS_1


Berbuat khilaf adalah sifat, meminta maaf adalah kewajiban, dan kembalinya fitrah adalah tujuan. Mohon maaf lahir dan batin dari saya dan keluarga di hari Idul Fitri ini.


Mohon maaf ya sahabat-sahabat ku yang cantik. 🙏🙏🙏


__ADS_2