
Menghidupkan lampu tidur sebelum, mematikan lampu terang. Sudah ia pastikan jika Kila tidur nya sudah nyenyak, Kemudian Ciara keluar dari kamar putri nya dengan langkah tanpa suara.
''Sudah tidur.'' Tanya Mama Ayda sempat membuat Ciara tersentak kaget.
''Astaga Ma, bikin Ciara kaget.'' Mengelus bagian jantung nya yang tertutup dengan baju tidur. ''Baru saja Ma, Kila tidur. Maka nya Ciara keluar.'' Jawab nya dan di angguk i setuju oleh mama Ayda.
''Suami mu sudah menghubungi kamu, kok jam segini belum pulang.'' Dari nada bicara mama Ayda ada rasa kecemasan di dalam nya. ''Dia kan baru sembuh dari sakit nya. Kalau terjadi sesuatu di jalan bagaimana. ?'' Tutur nya.
Bergerak pasti, sebelah tangan Ciara terangkat mencoba mengusap-usap punggung sang mertua nya. Menenangkan rasa Ke khawatiran yang di rasakan wanita yang sudah tak muda lagi itu.
''Mas Galen malam ini tidak pulang Ma, dia berada di luar kota untuk beberapa hari. Mas Galen juga berpesan, kalau besok ada seseorang yang mengantar barang-barang milik Vio ke rumah ini. Karena mulai besok Vio akan tinggal di rumah ini bersama dengan kita semua.'' Ucap nya sedikit tak yakin, tidak yakin hidup nya akan tenang setelah satu rumah dengan madu nya.
Menggeleng cepat ketika rasa itu mulai timbul, ''Kamu gak boleh Insecure Ciara.'' Batin nya.
''Be-benar kah.'' Tanya Mama Ayda terkejut. ''Bagus dong, mereka berdua ada kemajuan.'' Puji nya dengan wajah berubah berseri-seri.
Ketika sadar, netra cokelat itu tak sengaja menangkap wajah masam sang menantu nya. ''Percayakan semua nya ke pada suami mu.'' Tersenyum hangat, ''Aku kembali ke dalam kamar dulu, ya.'' Pamit nya, karena Kila bersama Mama Ayda menepati kamar di lantai bawah. Sedangkan lantai paling atas di tempat oleh istri-istri Galen.
__ADS_1
''Iya Ma, selamat beristirahat.''
''Iya makasih, kamu juga . Jangan terlalu malam tidur nya. !''
...****************...
''Aku harus pulang.'' Berdiri dengan membawa piring kotor dan juga gelas nya.
''Tidur lah di sini, aku tidak akan macam-macam. Meskipun macam-macam kita berdua tidak akan dosa.'' Dengan santai nya Galen berujar. ''Biar aku saja yang mencuci piring nya, nanti baju kamu basah.'' Cegah nya, mengambil busa di tangan Vio.
''Bisa gak nurut sama suami.'' Tegas nya, dengan terpaksa Vio melepaskan busa yang berada di dua genggaman orang berbeda.
Perlahan Vio mundur, membiarkan sang suami nya menepati tempat nya. ''Kalau gitu, aku pamit pulang dulu.''
Belum sempat melangkah suara dingin mengintimidasi, membuat yali Vio ciut seketika.
''Berani melangkah satu langkah saja, aku buat kamu tidak bisa jalan besok nya.''
__ADS_1
Glek, tubuh Vio menegang, menelan saliva nya sendiri pun kesulitan.
Membasahi bibir nya sejenak sebelum memberi alasan. ''Ta-tapi aku belum pamit sama Mama, Papa. Jika malam ini aku tidak pulang.'' Ucap nya takut-takut, melihat tidak ada respon dari suami nya.
''Biarkan aku pulang malam______''
''Tidak, aku sebagai suami kamu tidak mengizinkan kamu untuk pulang ke rumah orang tua kamu. Seharusnya tempat pulang kamu ya rumah suami kamu, dan posisi kamu ya, di sisi aku Violet Angelina.'' Ungkap Galen bersungguh-sungguh, menatap manik hitam sang istri setelah selesai mencuci piring. Membersihkan tangan basah nya dengan serbet gantung yang tak jauh dari jangkauan nya.
Menghembuskan nafas berat nya ketika netra hitam itu memutuskan dan berlalu menunduk ke bawah.
''Vio dulu tidak seperti ini, dia sedikit agresif.'' Gumamnya, membuka lemari es di samping mereka berdua berdiri.
Kamar yang di tempat oleh Galen memiliki tipe kamar deluxe memiliki fasilitas yang lebih lengkap seperti kamar mandi yang berukuran besar dan dilengkapi dengan bathtub, shower, meja rias, meja samping tempat tidur, meja tulis kecil, kursi, bahkan ada lemari es mini, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
''Apa maksud mu.?'' Memicingkan sebelah mata nya, menatap intens punggung lebar nan kekar tanpa sehelai benang membuat hati Vio berdesir aneh.
''Kamu tidak lupa kan, reuni masa SMA kamu yang di adakan di kota Surabaya sekitar satu tahun yang lalu, ah mungkin lebih dari setahun. Atau mungkin hampir dua tahun, kalau tidak salah.'' Menampakan raut wajah seperti sedang berpikir.
__ADS_1