
Hari demi hari telah berlalu, tak terasa hari bahagia kini sudah ada di depan mata. Anggota keluarga sudah bersiap diri dengan memakai seragam yang sama, khusus acara hari bahagia ini.
Sama hal nya dengan seragam yang di pakai oleh keluarga Papa Shidiq, Seragam yang sama dengan keluarga besar Burhan Nendra.
Jodoh yang ditemui dan akhirnya melenggang ke arah yang lebih serius atau pernikahan, adalah sebuah proses yang harus benar-benar diperhatikan karena hanya terjadi sekali seumur hidup. Jika tidak dipikirkan dengan matang-matang dan sudah melalui berbagai pertimbangan, pernikahan bisa saja kandas di tengah jalan.
Ketika dua orang sudah memantapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, mereka berarti sudah yakin satu dengan yang lainnya. Saling percaya dan saling cinta adalah kunci yang akan menyatukan mereka berdua selamanya. Selain itu, motivasi dari diri sendiri untuk selalu setia dan cinta terhadap pasangan adalah salah satu cara untuk menjalin hubungan yang lebih serius dan mengingat janji suci, yaitu pernikahan.
Dari pintu masuk, terdapat beberapa alternatif menghias pintu masuk, tergantung dari tempat acara.
Jalan setapak menuju pelaminan paling sering ditemukan adalah karpet merah bertabur bunga, Setiap pasangan akan berjalan menuju ke pelaminan, sebelum itu mereka akan melewati jalan setapak (aisle) tersebut.
Semua acara sudah di susun begitu rapi, dengan perlahan sang pembawa acara sudah membacakan satu persatu.
Di sini lah mereka berada, duduk melingkar di meja bundar dengan penghulu serta para saksi-saksi yang akan menyaksikan sebuah pernikahan yang sakral nan suci sebentar lagi akan berlangsung. Beberapa orang yang sangat penting dalam melakukan ijab kabul sudah stand by di tempat nya masing-masing. Termasuk juga dengan Mama nya Nadin, meskipun dengan duduk di atas kursi roda. Dia ikut serta menyaksikan langsung ijab kabul putri tercinta.
Nadin Astiti yang sudah tidak memilik seorang Papa, kini pernikahan dia di wali kan oleh seseorang yang sudah di tunjuk oleh pihak keluarga.
__ADS_1
Sang penghulu mulai membacakan doa sebelum di mulai ijab kabul nya.
Selesai membaca doa, sang penghulu mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan sang mempelai pria.
Dengan cepat, Juan menerima jabatan tangan dari sang penghulu.
''Sudah siap.'' Sang penghulu.
Juan mengangguk yakin, ''Siap. ''
(Bismillahirrahmanirrahim.)
''Ananda Juan Nendra bin Burhan Nendra saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Nadin Astiti binti Sutrisno dengan mas kawin nya berupa Seperangkat Alat Sholat, tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Nadin Astiti binti Sutrisno dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Jawab Juan tegas dan juga lantang dengan sekali tarikan nafas.
''Bagaimana para saksi, sah.?''
__ADS_1
''Sah.'' Serempak menjawab sah dengan nada begitu tinggi.
''Alhamdulillah (الْحَمْدُ للَّهِ)'' Ucap sang penghulu, sekaligus membaca doa nya.
Selesai membaca doa, kini giliran sepasang pengantin saling bertukar cincin. Lalu, sang istri mencium punggung tangan sang suami, sedangkan sang suami mengecup kening sang istri.
Acara demi acara terus berlangsung, semua para tamu undangan mengucapkan selamat ke pada sepasang pengantin baru yang barada di atas panggung sekaligus berfoto dengan sang pengantin nya.
Hari bahagia kini sedang di rasakan oleh keluarga besar Burhan Nendra. Semua kerabat-kerabat dekat mau pun jauh hari ini bisa berkumpul bersama.
Sedangkan di kantor polisi, sejak semalam Vio duduk termenung dengan raut wajah sedih nya.
Memandangi foto Juan yang berada di dalam kartu undangan yang selalu dia simpan. ''Belajar untuk ikhlas ternyata sulit.'' Keluh Vio mengusap lembut foto Juan.
''Hari ini hari bahagia kamu, dan hari ini hari menyedihkan untuk ku. Semoga pernikahan kamu kali ini sangat bahagia, hingga sampai menua bersama.'' Doa Vio, sambil memejamkan kedua kelopak mata nya.
Buliran bening, kini mengalir sendiri nya tanpa Vio minta.
__ADS_1