Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
Banus 129


__ADS_3

Rasa kantuk hingga malas memang menjadi musuh besar bagi banyak orang untuk bangun pagi. Padahal, banyak manfaat yang dapat diperoleh jika seseorang dapat secara rutin bangun pagi.


Tubuh yang bugar dan sehat hingga meningkatnya semangat untuk menjalani hari merupakan salah satu di antara manfaat bangun pagi. Oleh karena itu, bangun pagi rasanya terlalu berharga untuk dilewatkan.


''Mulailah harimu dengan niat yang baik, pancarkan raut wajah bahagia di pagi hari, semoga Allah senantiasa menjagamu. Assalamualaikum, selamat pagi Khalisa Zahra!" Ucap nya dengan menghampiri Lisa, Vio yang baru keluar dari kamar setelah mandi dan langsung melihat sahabat nya itu sudah sibuk dengan alat masak nya.


''Waalaikumussalam, pagi juga Vi, bagaimana tidur mu, nyenyak. ?'' Jawab nya sambil membersihkan kangkung.


''Harus dong, tiada malam tanpa tidur nyenyak, oh ya, pagi ini mau masak apa. ?''


''Masak kangkung saus tiram.'' Jawab nya, usai membersihkan kangkung Lisa beralih mengiris bawang, brambang dan Lombok hijau.


''Biar aku saja ya Lis, yang memasak nya.'' Vio segera meraih Teflon bersama susuk nya. Di taruh di atas kompor kemudian menuangkan sedikit minyak ke dalam Teflon.


Lisa mengangguk pelan, ''Hmm, Masak cumi pedas manis dulu Vi, setelah itu baru oseng kangkung.'' Beritahu Lisa yang sudah menyiapkan bahan-bahan nya beserta bumbu-bumbu nya.


''Siap.'' Sahut nya sambil menyalakan kompor.


Mereka berdua yang sedang sibuk memasak sambil membahas flim yang semalam mereka tonton. Sehingga mereka berdua tidak mendengar ucapan salam dari seseorang di depan pintu kontrakan nya itu.

__ADS_1


''Assalamualaikum, astaga, pantesan sejak tadi di panggilin di depan pintu kalian berdua tidak ada yang mendengar nya. Ternyata kalian berdua lagi asyik memasak.'' Omel ibu kontrakan, dengan membawa bingkisan di sebelah tangan kiri nya.


''Waalaikumsalam, Maaf ya buk ya, Vio memang tidak mendengar nya sama sekali.'' Ucap Vio sedikit tak enak dengan ibuk kontrakan nya itu.


''Iya buk, asli kita berdua benar-benar tak mendengar nya.'' Timpal Lisa ikut minta maaf.


''Iya gak apa-apa kali, lagian saya datang kesini hanya mau mengasih ini.'' Menyodorkan bingkisan di depan Lisa.


''I--ini apa buk, ?'' Menerima bingkisan tersebut dengan sedikit sungkan.


''Oh, itu hanya sedikit oleh-oleh dari suami ku yang baru pulang dari Bali kemarin sore. Kalian tau gak, ?''


''Kan, belum saya kasih tau, bagaimana sih.?'' Membuat Vio, Lisa tersenyum kikuk.


''Pas kebetulan sekali, suami ku itu membeli oleh-oleh kesukaan kaum muda zaman sekarang, Cokelat khas Bali. '' Ucap nya dengan kalimat terakhir sedikit antusias.


''Kata suami ku ya, beberapa waktu belakangan, cokelat produksi lokal tengah naik daun dalam pembelian oleh-oleh khas Bali. Salah satu cokelat yang bisa dibeli saat berada di sana adalah Heavenly Chocolate Bali. Varian rasa cokelatnya beragam dan dibagi dalam kategori alkohol dan non-alkohol. Untuk kategori alkohol, kamu bisa coba rasa Rum dan Baileys.''


''Jadi, cokelat yang ibu kasih ini beralkohol.?'' Tanya Lisa.

__ADS_1


''Jelas tidak, cokelat yang kamu pegang itu kategori non-alkohol. Ada empat rasa yang tadi saya bawakan untuk kalian yaitu. Dark, Matcha, Milk Caramel, dan Taro.'' Jelas ibu kontrakan yang bernama ibu Ipah.


''Wow, ibu Ipah sangat baik deh. Pantes aja suami ibu cinta mati sama ibu.'' Puji Vio, sambil membayangkan memiliki keluarga yang harmonis. Iyalah impian nya sejak dulu


Tanpa mereka bertiga sengaja, telah mengganggu seseorang yang masih tenggelam di alam mimpi. Ruang kamar tanpa kedap suara, membuat percakapan mereka bertiga begitu nyaring di indera pendengaran laki-laki di balik selimut yang tebal di atas ranjang.


...****************...


Satu jam kemudian, dua menu sudah tersaji rapi di atas meja kecil dengan dua kursi saja. Rumah kontrakan berisi dua kamar satu dapur membuat Lisa membeli meja lipat yang di jadikan untuk meja makan.


Ceklek.


Galen keluar dari kamar Vio, dalam keadaan segar serta rambut yang masih basah. Harum sabun mawar milik Vio menguar di indera penciuman si pemilik nya.


Dengan kemeja flanel kotak-kotak yang berwarna cokelat muda bergaris hitam. Membuat Galen mendapati tatapan tajam dari si pemilik nya.


''Pilihan mu Tidak terlalu buruk.'' Ujar nya menatap intens wanita yang berstatus istri nya itu.


''Cantik. '' Batin Galen, yang terpesona melihat sang istri yang tidak memakai hijab.

__ADS_1


Rambut sebahu terurai bebas, wajah alami tanpa make up menambah nilai tersendiri bagi Galen.


__ADS_2