
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, jam terus berdetak, jam terus berjalan. Hingga akhir nya cahaya lembut di langit atau rona oranye yang cemerlang mulai terlihat.
Yang tak lain ialah senja, waktu (hari) setengah gelap sesudah matahari terbenam. Pada saat itu, biasanya menandai akhir dari aktivitas hari itu. Senja menjadi penanda bagi kita untuk waktunya beristirahat.
Dan saat nya matahari terbenam dan saat malam akan dimulai.
''Udah beres semua nya.?'' Tanya Mona, pemilik florist.
''Sudah.'' Jawab Lisa yang tak jauh dari bos nya. Sedangkan Vio masih merapikan peralatan pembuat buket yang tergeletak di atas lantai.
''Sorry ya, Lisa, Vio, kalian pulang nya agak telat, tidak tepat waktu seperti biasa nya.'' Ucap Mona. ''Kalian berdua tenang saja, nanti akhir bulan pasti ada uang tambahan nyA.'' Lanjut Mona memberitahu.
''Serius mbak.'' Sahut Vio yang begitu antusias. Wanita seumuran Vio, mengangguk begitu cepat.
''Iya dong, masa bohong.'' Balas nya, di iringi seulas senyuman di sudut bibir nya. ''Jangan Lupa di kunci semua nya, aku pulang duluan.'' Pamit nya berlalu pergi dari toko bunga nya.
Tiga puluh Menit Vio dan Lisa baru keluar, usai mengunci pintu utama florist Ola Jaya. Berjalan santai menuju tempat taksi nya parkir, sebelum pulang Vio sudah memesan taksi online terlebih dahulu melalui aplikasi.
''Itu bukan nya suami kamu ya Vi. ?'' Senggol Lisa dengan sikut.
''Ah itu gak mungkin_______''Ucap Vio terhenti, refleks langkah kaki nya ikut berhenti juga. Saat sepasang bola mata mereka berdua beradu.
''Vi.'' Panggil Galen dan perlahan mendekati istri nya.
"Aku duluan Vi. " Pamit Lisa berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari si empunya.
''M-mas.'' Vio di buat terkejut, mengingat laki-laki yang berstatus suami nya itu masih di landa sakit asam lambung dan perlu istirahat yang cukup di rumah.
Dan sekarang sudah ada di depan nya. Astaga, apa suami nya itu lupa. ? Dua hari yang lalu hampir tak sadarkan diri.
Menyusahkan.
__ADS_1
''Jangan menatap ku seperti itu, kondisi ku tak seburuk itu. Dan aku hanya ingin menjemput istri ku untuk pulang ke rumah.'' Ungkap Galen yang seakan tau arti tatapan dari istri nya itu ke pada nya.
''Ma-mas mau menjemput ku. ?'' Ulang Vio yang masih tak percaya.
Galen menghela nafas panjang, menatap intens bola mata hitam ke kecoklatan milik istri nya dalam-dalam. ''Menjemput istri ku yang bernama Violet Angelina. Yuk kita pulang ke rumah kita,! Sebentar lagi akan adzan magrib.!'' Ajak Galen, meraih pergelangan tangan istri nya kemudian melangkah menuju mobil nya terparkir rapi di depan Florist Ola Jaya.
''Tidak bisa tu___, eh Mas. Aku belum ingin ikut M-mas pulang ke rumah.'' Tolak Vio menahan langkah kaki nya yang baru melangkah dua langkah menuju mobil suami nya terparkir.
Galen menoleh ke arah istri nya, menatap sejenak wajah cantik alami yang mampu membuat Galen terpesona. ''Baiklah, kalau begitu kita pulang ke rumah kontrakan kamu saja, bagaimana. ?'' Galen menaik-turunkan ujung alis nya.
''Tetap gak bisa, rumah kontrakan aku sempit dan hanya muat dua orang saja.'' Alasan Vio. ''Bukan begitu Lis.'' Vio mencoba mencari dukungan dari Lisa, sahabat sekaligus satu kontrakan nya itu. Namun, Lisa sudah tidak ada di samping nya membuat Vio kesal.
"Aku tidak masalah, jika harus tidur di luar." Membuat Vio menggeleng pelan, tak habis pikir jalan pikiran laki-laki yang berdiri di depannya saat ini.
"Kamu masih sakit Mas, tidak baik terkena angin malam." Tegur Vio, mengingatkan kondisi kesehatan laki-laki yang berstatus suami nya itu.
"Ya udah, biarin aku masuk." Ucap Galen Santai, tanpa memikirkan penolakan dari istri nya.
...****************...
Tak selang lama, mobil yang di kendarai oleh Galen berbelok ke arah rumah kontrakan milik Vio dan Lisa.
Berdebat di dalam mobil terus berlanjut, hingga akhir nya mereka berdua pulang ke rumah kontrakan milik Vio.
Berusaha menolak keras, namun kegigihan laki-laki yang masih fokus menyetir dan mencari tempat parkir di depan rumah kontrakan itu masih bisa mencari alasan dengan membawa status seorang istri.
Dan sial nya, Vio tidak bisa membela diri nya sendiri. Bagaimana pun juga status seorang istri harus patuh ke pada suami nya meskipun pernikahan mereka di landasi sebuah paksaan.
Seorang laki-laki dalam pernikahan poligami merupakan perbuatan hukum dan tidak dilarang oleh ketentuan agama, namun hanya diatur sedemikan rupa agar benar- benar dilakukan sesuai dengan dan untuk tujuan yang dibenarkan oleh hukum.
''Assalamualaikum. ''
__ADS_1
''Waalaikumsalam.'' Sahut Lisa dari dalam. ''Gak di kunci Vi, langsung masuk ke dalam saja.!'' Beritahu nya.
Vio segera masuk dan melepaskan sepatu nya terlebih dahulu kemudian di letakan di samping pintu. Gerakan Vio di anut oleh Galen, yang selalu memperhatikan istri nya dari belakang.
Sepatu nya juga di letakan tepat di samping sepatu milik istri nya. Berlalu menyusul sang istri yang melangkah menuju air minum di atas meja lipat.
Gelas yang baru saja di pakai Vio minum, kini di ambil alih Galen untuk mengambil air. Vio yang tak sengaja melihat nya mencoba meraih gelas tersebut. Dan sial nya sudah di angkat tinggi-tinggi oleh si empu nya.
''Ada apa. ?'' Tanya nya dengan alis terangkat sebelah.
''Gelas itu sudah kotor, ambil yang lain aja. Kan masih ada tuh yang bersih.'' Tunjuk nya, mencoba meraih gelas yang baru saja dia pakai. Dan sayang nya, selalu tak sampai.
''Tapi aku mau nya gelas ini.'' Memiliki kesempatan, Galen segera meneguk air di dalam gelas tersebut.
Kedua bola mata Vio membesar, ''kok gitu sih.'' Kesal nya.
Di dalam hati Vio mengumpat, ''Sama saja, tidak secara langsung kita berdua baru saja berciuman.''
Menghela nafas dalam-dalam, kemudian di keluarkan secara perlahan.''Terserah.'' Gumam nya pergi menjauh.
''Di sini hanya memiliki dua kamar, menurut ku, lebih baik kamu pulang saja ke rumah.'' Seru nya di depan pintu kamar nya.
Ekor mata Vio melirik ke arah suami nya yang mendudukkan diri di sofa ruang tamu.
''Kenapa tidak satu kamar saja.?'' Ucap Galen santai, seraya memejamkan kedua mata nya di sandaran sofa tersebut.
''Aku gak mau berbagi.'' Desis nya.
''Kita berdua kan sepasang suami istri, seharusnya berbagi kamar sesuatu yang wajar, bukan.''
Brak, suara pintu tertutup begitu keras. Membuat Lisa yang berada di kamar nya tersentak kaget. ''Astaghfirullah hal'adzim.'' Lirih nya mengusap dada nya.
__ADS_1
Sedangkan Galen hanya terdiam, menatap pintu yang di yakini pintu milik kamar istri nya.