
Rasa kehilangan terjadi ketika adanya kehampaan dalam hidup sejak seseorang tak lagi bersama. Setelah merasa kehilangan, ada perasaan sedih yang teramat dalam dan disertai rasa kesepian. Munculnya rasa sedih karena kehilangan adalah hal wajar yang dirasakan oleh seseorang, namun jika terus berlarut dalam kesedihan juga akan membawa dampak buruk.
''Jangan bersedih, kamu boleh bercerita dengan ku jika kamu mau.'' Ucap Lisa.
Mendengar suara wanita yang sangat lembut, membuat Vio menoleh kearah si empu nya.
Wanita cantik berhijab, dan masih terlihat sangat muda membuat Vio selalu bertanya-tanya di benak nya akhir-akhir ini. Kenapa seorang wanita berhijab bisa juga masuk ke dalam penjara.? Apa lagi tutur berbicara nya sangat baik, sopan dan juga sangat lembut.? Pikiran Vio kini melayang entah kemana-mana? Gerangan apa wanita yang duduk di samping nya itu bisa masuk ke dalam penjara.?
''Jangan menatap ku seperti itu, ! Aku juga hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa.''
Vio mengangguk pelan, mengiyakan apa yang yang barusan dia dengar. ''Apa yang membuat kamu bisa masuk ke dalam penjara.? Dari segi penampilan mu, kamu tidak mungkin menjadi seorang pelakor.'' Jujur Vio.
''Ha aha ha, Aku, seorang pelakor.'' Sahut Lisa tertawa.
''Atau jangan-jangan, kamu masuk ke dalam sini gara-gara menjadi seorang pelakor. Dengan begitu, istri sah nya melaporkan kamu ke kantor polisi dan berakhir di dalam sini bersama Aku. '' Ucap Lisa menebak apa yang ada di dalam pikiran nya saat ini.? Tidak lupa menampilkan senyuman manis nya di sudut bibir nya.
''Kan, zaman sekarang seorang pelakor dan juga seorang suami sedang berselingkuh bisa di laporkan ke kantor polisi. '' Imbuh Lisa lagi.
Seketika membuat Vio merasa tertampar, dengan kalimat yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
Tiga hari sudah berlalu, dia di tetapkan menjadi tersangka penabrakan beberapa bulan yang lalu.
Tiga hari jug, dia dengan sang suami nya Juan telah bercerai secara resmi di pengadilan agama.
Sekarang dia sudah tak memiliki siapa-siapa lagi, ? Selain kedua orang tua Eva di dunia ini.
Lisa yang melihat raut wajah Vio yang sedih, membuat hati dia merasa bersalah. Apa mungkin, ucapan Aku tadi membuat Vio tersinggung. ?
''Maaf, bukan bermaksud untuk membuat kamu sedih_____''
''Kamu tidak perlu merasa bersalah, Aku hanya mengingat perbuatan Aku di masa lalu. Apa yang kamu ucapkan memang benar. ? Tetapi hal itu yang tidak membuat Aku masuk ke dalam sini. ''
''Hal apa yang membuat kamu di masukan ke dalam sini. ?''
''Mungkin benar, di sini lah tempat aku semestinya.''
''Kalau kamu, kenapa wanita seperti kamu bisa juga masuk ke dalam sini. ?''
'' Hmm Aku, Aku tak sengaja mendorong suami ku sendiri dari anak tangga. Membuat suami ku langsung meninggal dunia di tempat.''
__ADS_1
''Tetapi, Aku memang tak sengaja mendorong nya jatuh dari tangga. Karena Aku hanya menghindar dari cambukan dari suami ku.''
''Kebetukan sekali kejadian itu, langsung di saksikan oleh Mama mertua ku. Sedangkan Mama mertua ku yang tak terima putra nya meninggal dunia begitu saja. Ya, begini lah Aku bisa masuk ke dalam sini.''
''Kenapa kamu tidak membantah tuduhan itu. ? Kalau kamu memang tak sengaja mendorong suami mu sendiri.''
''Sudah Vio. ''
''Mama mertua ku menyewa seorang pengacara, sedangkan Aku, Aku hanya anak dari panti asuhan, Vio. Aku tidak memilki kekuatan untuk membela diri ku sendiri.''
''Aku hanya bisa pasrah sekaligus ikhlas, Aku yakin, setiap cobaan yang menimpa kita, pasti nya ada hikmah di balik ini semua.'' Jelas Lisa, yang pasrah dengan jalan hidup nya.
''Saudari Vio, di luar ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan kamu.''
Mendengar nama nya yang di panggil, Vio segera beranjak dari tempat duduk nya.
''Aku keluar dulu. '' Membuat Lisa mengangguk cepat.
''Siapa yang berkunjung Pak. ?'' Tanya Vio, sambil mengikuti langkah kaki pak polisi tersebut.
__ADS_1
''Vio.''
Mendengar suara laki-laki yang memanggil nama nya, membuat Vio menoleh ke sumber suara tersebut.