
Tiga bulan kemudian.
Seusai pernikahan Juan dan Nadin tiga bulan yang lalu. Aktivitas semua orang sudah berjalan seperti semula, yang di mana Juan dan Nadin tetap tinggal di kediaman papa Burhan sekaligus ibu Nadin yang ikut tinggal serta. Mengingat ibu Lili yang sudah sakit-sakitan membuat Nadin tak tega hati meninggalkan ibu nya tinggal sendirian di rumah. Alhasil Nadin harus membawa sang ibu ikut tinggal bersama dia di rumah mertua nya itu.
Sedangkan untuk soal pekerjaan, Juan sudah di tetapkan menjadi Ceo di perusahaan orang tua nya. Mengingat Juan anak yang pertama dari hasil pernikahan yang sah, membuat dia lebih berhak untuk mendapatkan jabatan sebagai CEO.
Sedangan untuk Arsen, meskipun dia hasil dari pernikahan siri. Dia tetap mendapatkan jabatan yang tertinggi nomer dua dari seorang CEO.
Hal itu tidak di permasalahkan oleh Arsen, yang paling terpenting dia memilik penghasilan tetap menafkahi istri dan juga anak nya dengan pekerjaan yang halal.
Karena bagi Arsen, uang bukan segalanya.
Selain dia masih tetap bekerja di perusahaan milik Papa nya, dengan pemimpinan dari sang kakak nya Juan.
Kini Arsen mulai merintis usaha lain, dengan membuka butik untuk sang istri dari hasil menyisihkan gaji nya perbulan.
''Mas.'' Lirih Eva menahan desah-an.
Hmm, sahut Arsen yang masih asyik menyusuri setiap inci leher jenjang istri nya itu.
''Kalau kita melakukan di sini, nanti El bangun bagaimana.?'' Keluh Eva dengan kepala berdenyut dan juga takut. Berdenyut karena ulah suami nya yang selalu membuat dia tera-sang dengan sentuhan yang memabukkan. Takut, ya dia sangat takut mikirin El putra nya, yang di mana kalau putra nya itu tiba-tiba bangun dari tidur nya dengan waktu yang tidak tepat seperti sebelum nya.
Sebelum nya, sesuatu yang harus di tuntaskan dan tinggal menunggu beberapa langkah lagi akan mendapatkan pelepasan. Tiba-tiba suara tangis El cukup kencang membuat dia harus berhenti di tengah jalan dengan keadaan tegak berdiri, berdenyut nyeri. Bayangkan saja sendiri, bagaimana rasa nya dengan keadaan di selimuti gairah yang sudah berada di ubun-ubun.? Tiba-tiba di paksa berhenti di tengah jalan dalam gairah yang tertahan.
__ADS_1
Akhh, sst ''Jangat terlalu ken-cang Mas.'' Desis Eva, ketika pucuk bukit kembar nya di kulum, di tarik cukup kencang.
''Mas. ''
Hmm
''Dia bergerak.''
''Apa nya sayang. ? Kan belum aku masukan. '' Bisik Arsen.
''Ck, bukan itu Mas.''
''Lalu.''
Bisa di lihat, raut wajah suami nya itu yang menegang barada di atas nya saat ini.
''Kita langsung ke inti nya saja, jangan terlalu lama-lama. Aku takut kejadian sebelum nya akan terulang kembali lagi sayang.''
Hmm, Eva mengangguk cepat.
...****************...
Di tempat yang berbeda, melakukan kegiatan panas tidak memandang dengan usia. Usia yang semakin tua, belum tentu kegiatan panas ikut menurun.
__ADS_1
Bergelut selama satu jam, bersama dengan sang istri. Kini papa Burhan teringat perjanjian dengan besan nya beberapa minggu yang lalu.
''Ma. ''
Hmm
''Bukan nya menantu kita Nadin sudah hamil ya, Ma.''
''Hmm, lalu.''
''Mama ingat tidak, permintaan dari kedua orang tua Eva alias besan kita.''
''Masih, memang nya kenapa.?''
''Menurut mu, Ma.'' Papa Burhan menarik ujung alis nya ke atas.
''Ya, harus di tepati lah. Papa bagaimana sih. ?''
''Kapan. ?''
''Secepat nya lah Pa. Sudah ah, aku capek mau tidur.''
Hmm
__ADS_1