Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P, 61


__ADS_3

Dua hari telah berlalu.


Hari ini adalah hari kepulangan Juan dari Rumah Sakit, setelah di rawat inap selama tiga hari paska kecelakaan.


Melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, Arsen segera pergi menuju rumah sakit yang di mana kakak nya sudah menunggu nya.


Hubungan antara adik kakak beda ibu, kini mulai ada perubahan. Setelah pembicaraan empat mata dua hari yang lalu.


Yang dimana, Kakak nya Juan meminta bantuan kepada Arsen. Setelah mengetahui kalau Vio yang masih berstatus istri nya itu sedang mengandung calon anak nya.


Kakak nya Juan, yang tak ingin kedua orang tua nya tau, kalau sang pelaku nya yang masih berstatus menantu nya itu. Dia berniat menyembunyikan fakta kebenaran itu dari kedua orang tua nya. Apa lagi istri nya itu sedang mengandung calon anak nya.?


Juan tidak sulit untuk menebak nya, apa yang bakal terjadi selanjutnya nya.? Menantu yang tak pernah di inginkan, sudah berani melakukan perbuatan kriminal terhadap menantu yang di harapkan.


Maka dari itu, Juan meminta adik nya Arsen yang mengurus segala keperluan kasus kecelakaan di kantor polisi. Jangan sampai Papa nya Burhan yang harus turun tangan dan akan semakin buruk keadaan nanti nya.


Menempuh hampir satu jam di perjalanan, kini mobil yang di kendarai oleh Arsen sudah berhenti di parkiran rumah sakit tersebut.


Sedangkan sang istri nya, Eva. Yang kondisi nya tidak terlalu fatal. sudah di perbolehkan pulang ke rumah, satu hari setelah Juan sadar dari operasi nya.


''Apa kak Juan sudah siap.?'' Ucap Arsen, yang baru tiba di kamar kakak nya Juan.


Kedua mata Arsen sudah melihat, penampilan kakak nya itu yang terlihat sudah tapi. Selang infus di sebelah tangan kanan nya juga sudah di cabut.


Ekor mata Arsen bergulir ke arah ransel di atas tempat tidur. Mungkin ransel itu berisi pakaian Kakak nya yang sudah kotor, pikir Arsen.


''Sudah. '' Balik badan menghadap ke arah adik nya, Arsen.


''Kita langsung pulang atau___''


''Kantor polisi.'' Potong Juan cepat, bergerak mengambil tas ransel milik nya di atas brankar.

__ADS_1


Arsen Mengangguk mengerti.


''Apa Papa tidak lagi mendesak mu. ? Yang ingin bertemu dengan sang pelaku nya.'' Tanya Juan, berjalan keluar dari ruang inap nya itu.


''Papa mempercayakan kasus ini sepenuh nya ke pada ku.'' Jawab Arsen, mengikuti langkah kaki kakak nya Juan.


''Nad. '' Sapa Juan, saat bertemu dengan Nadin di depan lift.


Nadin yang ingin keluar dari lift juga melihat Juan yang sedang menunggu lift terbuka.


''Eh, Pak Juan, sudah mau pulang ya.?'' Tanya Nadin sedikit kaku.


Juan mengangguk, ''Iya,''


''Kamu. ?'


''Aku, aku menemani ibu ku sedang di rawat inap'' Jawab Nadin.


''Iyah, biasa sakit nya orang tua.''


Arsen mengangguk. ''Semoga lekas sembuh.'' Ucap Arsen.


''Terimakasih doa nya.'' Balas Nadin tersenyum manis.


Juan mendengus kesal melihat ke akraban mereka berdua.


''Ingat, istri di rumah.'' sindir Juan.


Arsen menggeleng tak mengerti. Mendapatkan sindiran dari kakak nya seperti ini.


''Dan kamu, jangan menyukai laki-laki yang sudah beristri.''

__ADS_1


Melangkah masuk ke dalam lift dan di ikuti Arsen di belakang nya.


''Jangan di ambil hati.!'' Bisik Arsen. dan berlalu masuk ke dalam lift bersama kakak nya itu.


...****************...


''Kamu punya rasa dengan Nadin.?'' Selidik Juan, menatap ke arah adik nya yang sedang menyetir.


''Sama sekali, gak ada rasa sama dia.'' Jawab Arsen yang masih fokus dengan jalan di depan.


''Bagaimana dengan dulu.?''


''Itu hanya masa lalu.''


''Tetapi tidak dengan Nadin, yang ku perhatikan sejak awal kalian bertemu. Dia memiliki ketertarikan lebih dari seorang sahabat lama tak jumpa.''


Arsen mengerutkan kening nya beberapa waktu. Sebelum menoleh ke arah samping.


''Maksud kamu.? Dia suka sama aku gitu.''


''Kemungkinan besar iya. '' Jawab Juan, membayangkan wajah Nadin yang sumringah ketika bertemu dengan adik nya itu. Belum juga, senyuman manis yang selalu terbit di sudut bibir nya saat adik nya itu menyapa.


''Kak Juan masuk sendiri kan?'' Tanya Arsen ke pada kakak nya itu, setelah mobil nya berhenti di depan kantor polisi.


Juan menghela nafas panjang sebelum masuk ke dalam kantor polisi.


''Ikuti kata hati mu, jika kamu ingin mempertahankan Vio istri mu itu.''


''Dan aku tak masalah, toh istri ku sudah memaafkan Vio sepupu nya itu sebelum aku meminta.''


Jika kalian pikir, Arsen masih peduli dengan Vio, kalian semua salah. Karena Juan lah yang meminta Arsen membujuk istri nya Eva. Untuk memaafkan Vio yang masih berstatus istri nya itu.

__ADS_1


''Tetapi aku berharap, kecelakaan kemarin itu yang terakhir, jangan sampai ada yang kedua kali nya.! Karena aku tidak akan melepaskan nya lagi, apa pun keadaan nya.'' Ucap Arsen, penuh dengan penekanan.


__ADS_2