Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti
B, S, P 86


__ADS_3

Arsen tersenyum lega, ketika seorang perawat mempersilahkan dia untuk masuk ke dalam ruang persalinan sang istri tercinta.


Sesampainya nya di dalam ruang persalinan, Arsen di minta cepat-cepat mendekat ke arah istri nya, menyemangati sang istri yang sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka berdua.


''Pembukaan istri bapak sudah tahap sepuluh, dan posisi bayi sudah berada di jalan bayi. Sebentar lagi bayi bapak akan mengajak ibu nya untuk mengejan kembali. '' Tutur sang Dokter, memberitahukan kondisi pasien saat ini.


Arsen hanya bisa mengangguk, mengiyakan apa yang di ucapkan oleh sang Dokter. Dia belum mengerti tentang proses melahirkan, dari pada dia bertanya dengan sang Dokter yang akan berujung memperlambat proses kelahiran sang buah hati tercinta. Dia lebih memilih mengiyakan dan mempercayai apa yang di ucapakan oleh sang Dokter barusan.


Bagi ibu yang mau melahirkan, kehadiran suami bisa menjadi dukungan besar. Rasa takut dan khawatir bisa hilang dengan dukungan para suami serta keluarga.


''Jangan khawatir atau takut, aku selalu berada di sampingmu, sayang."


Cup


Cup


Cup, Arsen mencium kening sang istri bertubi-tubi. Dengan sesekali dia mengusap keringat yang membasahi kening sang istri, yang berjuang melahirkan buah hati mereka berdua.


''Percayalah, kamu bisa melakukan semuanya dengan baik, kamu adalah calon ibu yang hebat." Imbuh Arsen, memberi semangat.


''Saya hitung sampai tiga ya ibu Eva, setelah sampai hitungan ke tiga ibu Eva mengejan, namun, sebelum itu ibu Eva tarik nafas dulu lalu keluarkan dengan perlahan.''


''Tarik nafas, keluarkan. ''


''Satu, dua tiga.''


Sedangan Eva yang sudah di beri aba-aba untuk mengejan. Dengan pasti dia menarik nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkan nya secara perlahan dan kemudian.


Aaakh, Nggg, hah, hah.


''Ayo Ibu Eva, tinggal sedikit lagi. !'' Ajak sang Dokter, seraya memberi dukungan bagi pasien nya


''Sedikit lagi Ibu Eva.''


''Mas A ar sen, aku, aku____"


Sshuttt. ''Kamu pasti bisa sayang, demi buah hati kita.''

__ADS_1


Cup


Cup


Eva kembali mengejan hingga beberapa kali, dan pada akhir nya dia mengejan yang terakhir mampu buah hati nya menangis begitu nyaring di ruang persalinan tersebut.


Ouek


Ouek


Ouek


''Alhamdulillah. Anak Ibu dan bapak laki-laki, sehat dan tampan tanpa kekurangan apa pun.''


Arsen dan Eva mengembangkan senyuman bahagia nya yang tiada tara saat ini. Kalau diri nya sudah menjadi seorang Papa, sedangkan untuk sang istri nya sudah menjadi seorang Mama. Arsen tidak bisa membunyikan rasa bahagia yang di rasakan saat ini. Tanpa tak terasa pasangan suami istri itu kedua mata nya berkaca-kaca, Arsen yang sangat bahagia dia memberi kecupan ringan bertubi-tubi di kening sang istri.


''Terima kasih Dok.'' Ucap Eva pelan.


''Sama-sama Ibu Eva semua ini sudah menjadi tugas saya seorang Dokter.'' Jawab sang Dokter, membantu pasien untuk melahirkan buah hati mereka yang sudah menjadi tugas nya sebagai dokter kandungan.


''Terimakasih juga sayang, sudah berjuang untuk melahirkan putra kita. Tanpa mu aku tak akan bisa bertemu dengannya." Sela Arsen.


''Iya Mas, itu sudah menjadi tugas ku seorang wanita untuk melahirkan buah hati kita.''


Arsen mengangguk cepat. ''Apa kamu haus sayang, biar Mas ambilkan minum.?''


''Iya Mas, tenggorokan Eva haus sekali.''


''Sebentar, nih minum dulu.'' Membantu sang istri meminum segelas air putih yang sudah di sedia kan di atas nakas.


...****************...


Sedangkan di depan pintu ruang persalinan Ibu melahirkan. Kedua orang tua Eva sekaligus mertua nya. Selalu menatap pintu ruang persalinan dengan rasa cemas sekaligus khawatir.


''Kok lama Ya Mas. '' Tanya Ibu Rosa terhadap suami nya Papa Shidiq.


Entah sudah beberapa kali kalimat itu terus keluar dari mulut sang istri tercinta. Jujur, dia sendiri saja belum tau keadaan sang putri tercinta, dan sekarang istri nya selalu bertanya tentang kondisi putri nya di dalam sana.

__ADS_1


''Sabar Ma, sabar. ''


Tak selang lama, terdengar suara bayi yang baru lahir menangis dari dalam sana.


Ouek


Ouek


Ouek


''Itu suara bayi Mas. ?'' Tanya Mama Rosa terharu mendengar suara tangisan bayi.


''Itu suara cucu kita, benar kan Mas.?''


''Iya Ma. '' Jawab Papa Shidiq terharu, sambil meneteskan buliran air bening dari kedua mata nya.


''Alhamdulillah. '' Ucap mereka berempat yaris bersamaan. Mengucapkan rasa syukur atas kelahiran cucu mereka.


''Pa, Ma. '' Panggil Juan yang baru datang ke rumah sakit bersama Nadin.


''Apa ponakan Juan sudah lahir. ?''


Membuat Papa Burhan dan Mama Bunga mengangguk bersamaan.


''Alhamdulillah. '' Ucap Juan dan juga Nadin, dia ikut senang meskipun dalam hati nya masih sedikit sakit.


...****************...


...****************...


Hai Guys, karya ini akan segera tamat nih. Mungkin tinggal satu bab atau dua bab lagi.


Bagi yang belum Follow, silahkan Follow dulu biar tidak ketinggalan karya baru dari Momy Siu.


Sedikit info, Momy Siu sudah menulis karya baru yang berjudul.


Pra Nikah dan Perselingkuhan, yang akan hadir sebentar lagi ya.💋💋💋

__ADS_1


Jangan lupa Mampir ya. 🙏🙏


__ADS_2