Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Kemarahan Chareen


__ADS_3

"Untung saja kau segera menemukan nya dan memberikan nya obat penawar, jika telat sedikit mungkin..... Hhh." Ucap Raisa yang baru saja selesai memeriksa Alegra yang kini sudah terbaring di atas tempat tidur.


"Aku tahu, apakah kondisi nya baik-baik saja?" Tanya Chareen dengan membersihkan wajah Alegra dengan handuk basah.


"Ya, hanya perlu istirahat yang cukup. Mungkin tubuh nya akan lemah karena efek dari obat tersebut yang membuat nya tak bisa bergerak dengan bebas." Jelas Raisa.


"Syukurlah.." Chareen menghela nafas lega, jujur saja Chareen tak menyangka jika Alegra akan tergigit oleh tikus itu karena menyelamatkan salah seorang tentara yang selalu menyeleweng dan tak menuruti apa yang mereka perintahkan.


Di lihatnya tangan kanan Alegra yang membiru akibat gigitan itu, namun sekarang sudah mulai pulih hanya terlihat seperti memar saja.


"Nona, semuanya sudah berkumpul..." Ucap Arjun dengan melirik kondisi Alegra yang kini justru terbaring tak berdaya.


"Baik." Angguk Chareen.


Chareen menatap Alegra dengan penuh kasih sayang, di angkat nya selimut hingga mencapai dada nya dan tak lupa Chareen mengecup kening Alegra singkat sebelum akhirnya keluar dari tenda.


Di luar tenda nampak banyak orang yang sudah berkumpul, namun ada sesuatu hal yang menggangu pandangan Chareen. Keberadaan tentara tak berguna itu yang membuat mata Chareen sakit!!!


"Arjun.." Panggil Chareen.


"Ya nona?" Tanya Arjun dengan ekspresi datar nya, beginilah dia jika sedang berada di lapangan.


"Kau pilih 50 orang terkuat dari bawahan mu dan juga bawahan ku, pastikan mereka kebal terhadap racun dan memiliki imun tubuh yang kuat. Setelah itu temui aku di tenda ini dengan mereka yang sudah kau pilih, pastikan para tentara bodoh itu tidak mengetahui apa yang ingin aku sampaikan. Apa kau mengerti?" Tanya Chareen dengan serius.

__ADS_1


"Baik di mengerti nona." Angguk Arjun, dia juga merasa muak dengan sosok Nick dan anggota nya yang memang nampak so berkuasa itu. Keberadaan mereka justru hanya beban saja bagi anggota Arjun maupun Chareen.


"Aku sudah tahu apa yang terjadi pada Alegra, beruntung nya dia memiliki ketahanan tubuh yang kuat." Ucap Bara yang duduk di samping Chareen.


"Ya om, aku tidak bisa membayangkan jika aku telat untuk mendatangi nya tadi..." Lirih Chareen dengan menyenderkan kepalanya di pundak Bara yang langsung mengelus nya lembut.


"Tidak akan terjadi apapun pada suamimu, om bisa menjamin nya." Ucap Bara dengan lembut.


"Nona, maafkan atas kecerobohan bawahan ku tadi hingga membuat rekan anda terluka." Ucap Nick yang baru muncul dengan menundukkan kepalanya karena merasa tak enak pada Chareen.


"Jika kalian datang kemari hanya untuk menyusahkan kami, maka maafkanlah.... Kami tidak membutuhkan orang yang merasa dirinya paling berkuasa disini." Datar Chareen.


Hal itu membuat Nick terkejut bukan main, ini pertama kalinya dia melihat ekspresi tak mengenakan dari Chareen yang di tunjukkan pada nya. Biasanya Chareen akan bersikap seperti biasa meskipun banyak sekali korban yang berjatuhan.


"LANCANG!! Apa maksud perkataan mu hah? kau mau mati!!!!" Marah Chareen dengan bangkit dari duduknya dan langsung berdiri di hadapan laki-laki itu yang nampak terkejut dengan kemarahan Chareen.


"Chareen...." Panggil Bara dengan mengelus pundak Chareen yang nampak naik turun.


"I-itu... Bukankah itu benar, tuan Alegra selalu merendahkan kami yang menurutnya kami hanyalah beban bagi nya. Tampang nya yang sok dingin membuat kami muak, mungkin ini teguran untuk nya agar tidak terlalu menyombongkan dirinya sen....."


BRUGHHH!!!!


Laki-laki itu terlempar jauh saat Chareen menendang perut nya hingga jatuh tersungkur dengan mulut yang mengeluarkan darah, tatapan mata Chareen begitu menyalang.

__ADS_1


Raisa yang baru muncul karena suara keributan itu nampak terkejut saat melihat ekspresi buruk Chareen yang nampak lain seperti biasanya, Chareen mendekati laki-laki itu dan mendongakkan kepalanya menggunakan sebelah kaki nya.


"Kau pikir kau siapa? hanya tentara lemah dan tak berguna yang terus berlindung di pangkat!! kau pikir dirimu hebat karena bisa menjadi tentara hah?" Tanya Chareen dengan suara yang lembut namun terdengar mengerikan.


"Ukhukk Ukhukk..." Laki-laki itu terbatuk-batuk dengan terus mengeluarkan darah, dia tidak menyangka jika tendangan yang di berikan oleh Chareen mampu membuat nya tumbang hanya dalam satu tendangan.


"Nona Chareen... Maafkan atas kelancangan dia, saya.." Ucapan Nick terhenti saat Chareen menginjak kepala laki-laki itu yang nampak tak berkutik.


"Kalian pikir aku tidak mampu membunuh kalian semua? kalian kira aku tidak tahu apa yang selama ini kalian ucapkan tentang kami? hahaha.... Sampah!!!!!" Datar Chareen dengan menatap Nick yang kini berada di hadapannya.


"Kalian dengar ini wahai para tentara yang terhormat!! semua orang yang ada disini adalah orang-orang hebat dan terlatih kuat, bagi mereka membantai musuh adalah hal yang biasa kami lakukan. Jadi, bersikap baiklah jika ingin pulang dengan kepala yang utuh!!" Dingin Chareen dengan tersenyum miring pada mereka.


"...." Mereka hanya diam tak bersuara, sepertinya memang benar apa yang Chareen ucapkan. Karena saat dia menendang salah seorang tentara itu Chareen nampak kuat dan tak tanggung-tanggung untuk melukai nya.


Nick merinding saat melihat tatapan dari anak buah Chareen maupun Alegra yang kini tengah menatapnya dingin datar, memang benar jika mereka ingin hidup maka harus bersikap baik. Bagaimana pun juga, mereka sedang berada di kandang harimau sendiri.


"Jadikan pelajaran saja apa yang kalian lihat tadi, wajar saja jika Alegra bersikap sombong dan dingin seperti itu karena pada dasarnya dia adalah seorang iblis berdarah dingin. Kalian pasti tahu julukan itu bukan?" Ucap Bara dengan santai dan nada suara yang meremehkan mereka.


"Selamat, kalian sudah membangunkan harimau yang sedang tidur. Semoga kalian masih bisa melihat hari esok." Ejek Arjun dan pergi masuk kedalam tenda untuk menyusul Bara yang juga pergi untuk bertemu Chareen.


Nick menggeram marah, mereka memang lemah tapi tetap saja perkataan mereka sangat menusuk jantung nya. Dia melihat ke semua bawahannya yang nampak ketakutan, semua sikap yang Alegra tunjukkan memang demi kebaikan mereka sendiri. Tapi apa salahnya jika mereka pun ingin berkontribusi untuk menolong? mereka tidak ingin terus menerus di lindungi oleh Alegra dan para bawahannya itu.


"Lupakanlah jika tujuan kalian datang kemari demi mendapatkan penghargaan karena apa yang kalian lakukan justru membuat kalian kehilangan kedudukan kalian sendiri." Ucap Raisa dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


Nick terkejut, bagaimana bisa wanita dokter itu tahu? apa mereka terlihat seperti itu? memang pada dasarnya mereka ingin mendapatkan penghargaan karena mampu menaklukkan penduduk Malawi yang sudah terpisah dari pemerintahan.


__ADS_2