Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Terpecahkan


__ADS_3

Alegra menghela nafas panjang, sudah setengah jam dia masih diam. Arjun yang melihat itu menjadi heran, bukankah tadi mereka baik-baik saja?


"Ada apa dengan mu? apa kau bertengkar dengan nona Chareen?" Tanya Arjun penasaran.


"Tidak." Balas Alegra.


"Lalu? apa Chareen tidak mengizinkan mu untuk pergi?" Tanya nya lagi.


"Tidak."


"Lantas?"


Alegra menghela nafas panjang, dia menatap Arjun dalam. Arjun yang di tatap seperti itu menjadi ngeri, dengan cepat Arjun mendorong kepala Alegra yang saat itu mereka sedang duduk di kursi pesawat.


"Jangan menatap ku dengan tatapan menjijikkan itu sialan!!!" Kesal Arjun.


"Ck!" Balas Alegra yang kembali diam dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela.


"Katakan? apa yang terjadi padamu?"


"Hhh... Kau tahu?" Tanya Alegra dengan kembali menatap Arjun.


"Tidak." Polos Arjun yang langsung mendapatkan geplakan dari Alegra.


"Dengar dulu bodoh!!" Kesal Alegra yang membuat Arjun nyengir.


"Sepertinya identitas ku sudah di ketahui oleh Chareen." Ucap Alegra akhirnya.


"Oh begitu.... APAAAA? BAGAIMANA MUNGKIN?" Kaget nya.


"Entah..." Alegra hanya menaikkan kedua bahunya acuh.


Flash back


"S-sayang... Apa maksudmu? apa yang kau katakan?" Tanya Alegra dengan sedikit gugup.


"Kau tahu? kau tak pandai berbohong sayang...." Ucap Chareen dengan membelai pipi Alegra dan membisikkan kata tersebut.


"Sayang ini...."


"Pergilah, bukankah kau sibuk?" Ucap Chareen dengan melepaskan rangkulannya dari Alegra.


Chareen kita Alegra akan mengatakan nya dengan sejujurnya, ternyata tidak. Mungkin Alegra masih belum siap untuk menjelaskan nya.


"Maafkan aku... Aku akan segera kembali." Ucap Alegra akhirnya setelah mengecup kening Chareen.


Flashback off


"Bodoh!!! Kau tahu? di setiap wanita bertanya, kau harusnya langsung mengatakan dengan sejujurnya!!! Karena apa? karena di setiap pertanyaan nya itu mereka sudah tahu jawabannya bodoh!! mereka hanya ingin lihat bagaimana kejujuran mu!! ck!" Kesal Arjun pada Alegra yang baru saja selesai menjelaskan nya.


"......" Alegra hanya diam saja.


"Kau tahu? wanita itu seperti penyihir! dia bisa mencari tahu sesuatu sampai ke akarnya tanpa ada yang terlewatkan sedikit pun!" Jelas Arjun dengan ekspresi yang serius.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Alegra.


"Sangat benar! itulah kenapa wanita merupakan mahluk yang sangat merepotkan!" Tegas nya.


"Ngomong ngomong...." Ucap Alegra dengan menatap Arjun.


"Apa?" Heran Arjun.


"Kau tahu dari mana kata-kata itu? bukankah selama kau hidup kau tidak pernah berdekatan dengan wanita?" Tanya Alegra dengan ekspresi heran nya.


Arjun yang mendengar itu menjadi gelagapan, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"I'itu.... Sebenarnya hmm...." Gugup nya.


"Tuan, mari....." Ucap salah satu bawahan mereka.


Arjun menghela nafas panjang, untungnya mereka sudah sampai di markas. Jika tidak? Alegra pasti akan terus menghantuinya, jangan sampai Alegra tahu bahwa Arjun sering membaca cerita dewasa hahaa...


Alegra dan Arjun berjalan beriringan untuk memasuki markasnya, di sana terdapat beberapa laki-laki yang berkulit putih namun memiliki ekspresi yang sangat menyeramkan.


"Apakah mereka orang nya?" Tanya Arjun dengan ekspresi datar nya.


"Benar tuan." Balas salah satu dari mereka.


"Cihh... Berani menyusup ehh?" Ucap Arjun dengan terkekeh.


"Siapa yang mengirim kalian kemari?" Tanya Alegra dengan santai.


"Bisu?" Tanya Alegra lagi.


"..."


"Kita apakan mereka?" Tanya Arjun pada Alegra yang masih saja santai.


"Hmm... Seperti nya, mereka berasal dari.......Korea?" Tanya Alegra dengan tersenyum kecil.


"Korea? bukankah mereka dari Jepang?" Heran Arjun.


"No, mereka berasal dari Korea. Bukankah begitu?" Tanya Alegra dengan mengangkat kepala laki-laki dengan tembakan nya.


"Cih!!!" Laki-laki itu meludah ke samping saat melihat ekspresi Alegra.


"KAU BERANI!!!" Marah Arjun dengan menendang laki-laki itu.


"Suttt tenanglah... Kenapa kau terus emosi?" Ucap Alegra dengan menghentikan Arjun yang nampak sudah sangat marah.


"Cihh, apa kau ingin mempertahankan nyawa mereka?" Kesal Arjun.


"Apa kau pikir aku sebaik itu? Setidaknya dengan membakar dia hidup-hidup sedikit mengurangi rasa kesalku." Tanya Alegra dengan tersenyum kecil.


"Cepatlah, aku sudah muak melihat ekspresi menjijikkan mereka."


Prok Prok Prok Prok Prok Prok

__ADS_1


Arjun dan Alegra langsung membalikkan badan mereka, keduanya langsung melotot saat melihat sosok wanita yang sedang berjalan menuju arah mereka. Terlihat ekspresi yang sangat........ Jauh berbeda.


"Wahhh hebat sekali!! Ternyata dugaanku benar hahahaa...." Tawa nya dengan santai dan memilih untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


"I-ini....." Gugup Arjun.


"Kenapa? bukankah kau ingin melenyapkan mereka? masih berani kah?" Tanya nya dengan santai.


"S-sayang.... A-apa maksud mu?" Gugup Alegra.


Wanita tersebut memang Chareen, dia datang dengan beberapa laki-laki di belakang nya. Saat ini Chareen hanya menggunakan celana jeans hitam panjang, kaos pendek hitam yang di balut dengan jaket kulit hitam, high'heels hitam, rambut hitamnya ia kuncir kuda. Terlihat sangat elegan.


"Berani kau membohongi ku hmm?" Tanya Chareen dengan berjalan mendekati Alegra dan tersenyum miring.


"I-ini... Sejak kapan kau.. Kau tahu sayang hehe?" Alegra hanya terkekeh dengan terpaksa, ekspresi Chareen benar-benar berbeda dari biasanya. Hal itu membuat Alegra sangat takut.


"Sejak kapan? Hmm.... Sejak kau memperkenalkan Arjun padaku, kau tahu? sebenarnya aku sudah tahu siapa itu Arjun. Kau bilang dia temanmu? memang tidak salah juga tapi..... Tidak mungkin dia dengan senang hati mau berkerja sebagai asisten ku, itu akan membuat nya kehilangan reputasi sebagai Mafia!!!" Ucap Chareen dengan penuh penekanan.


"Jadi kau?" Kaget Arjun.


Bagaimana bisa mereka berdua tertipu oleh gadis sepertinya? bukankah itu sangat menyeramkan?


"Yahh... Aku tahu alasan kau selalu menggunakan masker saat berada di luar, aku juga tahu kenapa Abim selalu takut pada mu. Dan........ Aku juga tahu kenapa kalian membawa William pergi!!" Sinis Chareen.


Alegra dan Arjun meneguk ludahnya bulat-bulat, mereka sedikit berkeringat dingin. Saat ini mereka seperti di hadapkan dengan Dewi kematian saja, aura Chareen sungguh menekan mereka.


Chareen mendekati Alegra yang refleks mundur selangkah, Chareen tersenyum dan membelai pipi Alegra lembut.


"Kau menyembunyikan nya dengan sangat baik sayang, tapi maaf........ Aku tidak bodoh seperti mereka." Ucap Chareen dengan mengedipkan sebelah matanya.


"....." Tak ada yang berani mengeluarkan suaranya.


"Kalau begitu aku permisi tuan...." Pamit Chareen dengan berjalan pergi.


"Itu.... Siapa kau sebenarnya?" Tanya Arjun yang langsung menghentikan langkah Chareen.


Chareen terdiam, dia kembali membalikkan badannya. Chareen melipatkan kedua tangannya di dada dan tersenyum meremehkan pada Arjun.


"Kenapa aku harus mengatakan nya pada kalian? cari tahu sendiri jika kalian mampu!..... Dan ya satu lagi, jika kau berani melukai para bawahan ku maka jangan salahkan aku jika di hari pernikahan aku akan kabur!!!" Ancam Chareen dengan tatapan mata yang tajam pada Alegra.


"Ukhukk....." Arjun langsung terbatuk-batuk, dia tadi sempat memperlakukan bawahan itu dengan kasar.


"S-sayang..... Itu..... Aku.... Tidak, Arjun yang melakukan nya sayang...." Ucap Alegra dengan segera berlari dan memegang tangan Chareen.


"Apa maksudmu hah? siapa yang mengatakan akan membakar nya hidup-hidup tadi?" Kesal Arjun yang kembali membuat Alegra berkeringat dingin.


"Cih, kalian berdua sama saja!!!" Kesal Chareen dan kembali pergi.


Alegra melototi Arjun dan menunjukkan jari tengah nya sebelum akhirnya pergi menyusul Chareen untuk pulang bersama, Arjun sendiri? dia melirik bawahan Chareen yang masih memandang nya remeh.


Seperti nya dia harus pasrah di tatap seperti itu atau jika tidak? dia akan di tendang secara tak berperasaan oleh Alegra nanti.


Jangan lupa like dan komen dong, meskipun hanya satu kata heheee

__ADS_1


__ADS_2