Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Terungkap


__ADS_3

Chareen dan yang lainnya sudah sampai di Luxury Submarine hotel, mereka sibuk mencari letak kamar mereka tapi tidak dengan Chareen yang nampak santai dan terus menikmati keindahan laut tersebut.


"Selamat datang kembali nona Chareen, sudah lama sekali tidak berjumpa..." Sapa seseorang dengan tersenyum kecil pada Chareen.


"Ahh tuan Anthony, seperti yang anda lihat. Kita berdua sangat sibuk, bukankah begitu?" Balik tanya Chareen dengan tersenyum.


"Hahaa benar, kau terlihat semakin cantik setelah beberapa tahun tidak bertemu." Ucap nya dengan memberikan wine pada Chareen.


"Maaf, saya sedang tidak minum." Balas Chareen dengan mengelus perutnya, hal itu membuat Anthony terkejut namun dia langsung merubah ekspresi nya kembali menjadi senyum.


"Sepertinya hubungan kalian sangat baik, maaf karena waktu pernikahan kau dan tuan Alegra aku tidak bisa datang." Jelas Anthony yang merubah gaya bahasa mereka menjadi lebih santai.


"Tidak apa, bukankah anda mengirimkan hadiah pernikahannya? maaf merepotkan mu."


"Tidak apa, oh ya.... Apa kau ingin mengadakan acara khusus? seperti menyelam, memancing, pesta atau.... Makan-makan besar? jika iya aku akan menyiapkan nya sekarang juga."


"Ahh iya, tapi untuk malam ini mungkin hanya acara makan-makan biasa saja karena kami harus istirahat."


"Baiklah."


Chareen menghela nafas setelah kepergian Anthony, di lihat dari mana pun Anthony tidak terlihat seperti laki-laki jahat dan kejam. Justru, dia terlihat sangat hangat dan sopan. Meskipun begitu, Chareen tidak ingin lengah sedikit pun.


Para pengawal yang berada tak jauh dari sana terus saja memantau nya, Chareen tidak ingin jika Anthon tahu bahwa semua bawahan yang Chareen bawa itu bukan manusia sehingga dia membawa beberapa cadangan pengawal untuk mengecoh mereka.


"Chareen..." Panggil Raini dengan pakaian santai nya.


"Hmm?" Balas Chareen dengan malas.


"Kenapa kau masih belum ganti baju? cepatlah, sebentar lagi langit akan gelap." Ucap Raini mengingatkan.


"Sebentar, di mana Chaty dan Garel?" Heran Chareen karena dia tidak melihat sosok mereka berdua sejak tadi.


"Haishh, kau seperti tidak tahu mereka saja." Decak Raini dengan merebahkan tubuhnya di ranjang, Chareen dan Raini memang satu kamar.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt

__ADS_1


"Halo?"


"Halo sayang, apa kau sudah sampai?"


"Ya, bagaimana dengan mu?"


"Sudah, apa kau sudah makan? jangan lupa minum vitamin nya."


"Iya..."


"Aku akan segera bergerak malam ini, tapi tidak dengan Bara......."


"Apa om Bara menangis?"


"Ya, akhirnya aku mengerti kenapa kau terus merahasiakan tempat kakek. Maafkan aku karena sempat berburuk sangka pada mu."


"Tidak apa, kau tenangkan dulu om Bara jangan bergerak dengan gegabah. Apa kau mengerti?"


"Aku mengerti bahkan sangat mengerti tapi tidak ada waktu lagi, dan lagi.... Jika kami membawa Bara, kemungkinan besar di sana dia tidak akan fokus. Kau tahu sendiri bagaimana bahaya nya di sana?"


"Ya, mereka berdua ikut dengan ku. Bara sendiri kami biarkan terus berada disini dengan pengawasan yang ketat, terlebih Bara berada di markas mu."


"Ahh baiklah, kau harus hati-hati..."


"Tentu saja, kalau begitu aku tutup. Sampai jumpa sayang...."


"Ya.."


Chareen menghela nafas berat, di lihatnya wajah nya di kaca kamar mandi. Terlihat lelah dan tak bersemangat, lagi dan lagi Chareen ingin memeluk Alegra. Perasaan nya mudah sekali berubah-ubah, tidak seperti biasanya.


Tok tok tok tok


"Char? ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu." Panggil Raini.


"Tunggu sebentar aku akan ganti pakaian dulu." Balas Chareen yang langsung bergegas.

__ADS_1


"Oke."


•••


Bara tidak menyangka, ternyata sesuatu yang terus di sembunyikan Chareen dan ayah nya adalah tentang kematian ibu nya sendiri yang ternyata terbunuh saat menyelamatkan dirinya. Bara tidak menyangka, jika paman nya itu sudah sejak dulu menginginkan nyawa nya. Mungkin hanya Bara ancaman bagi mereka untuk menguasai kediaman Kim, pantas saja ayah nya menyuruh Bara untuk tinggal di negara yang sama dengan Yuna.


"Aku tidak percaya jika mereka....." Bara lagi-lagi terisak dalam rangkulan Alegra.


Padahal Bara tidak memiliki niat untuk meneruskan perusahaan besar Kim, justru Chareen lah yang bertanggung jawab atas itu semua tapi kenapa mereka terus saja mengincar dirinya?


"Kau tahu? mereka tidak tahu jika Chareen memiliki kekuatan besar di belakangnya sehingga mereka tidak menganggap remeh sosok nya yang hanya sebagai seorang perempuan, mereka pikir mereka bisa dengan mudah melenyapkan Chareen kapan saja." Ucap Alegra dengan menepuk pundak Bara.


"Benar, mungkin mereka tidak menganggap Chareen sebagai ancaman." Tambah Arjun.


"Tuan, bukankah ini...." Tanya Ricko dengan memberikan sebuah surat pada Bara, surat tersebut masih terlihat bagus meskipun nampak menguning karena sudah tersimpan dalam waktu yang lama.


Bara langsung membuka surat tersebut, tidak hanya Bara yang terkejut dengan isi surat itu tetapi Alegra juga sama sama terkejut.


"Sepertinya, inilah alasan kakek yang terus menerus melatih Chareen. Ibu mu, seperti nya tidak menyukai nya......" Alegra tersenyum getir karena tidak menyangka jika nenek dari Chareen, menyuruh kakek untuk menyerahkan semua tanggung jawab terhadap pada nya bukan pada Bara.


"Aku pernah dengar, dulu..... Nyonya besar tidak mengharapkan kehadiran nona Chareen karena dia terlahir sebagai seorang wanita, karena itu lah beliau menyuruh tuan besar untuk memberikan semua tanggung jawab nya pada Chareen karena tidak ingin terjadi sesuatu pada tuan Bara kedepannya." Jelas Ricko.


"Kau? kenapa kau tidak mengatakannya padaku? apa Chareen tahu mengenai hal ini?" Tanya Bara pada Ricko.


"Tahu, bahkan sebelum usia nona remaja dia sudah di kejutkan dengan kenyataan ini. Itulah kenapa, nona Chareen masuk kedalam dunia model. Bukan karena rasa suka nya, melainkan agar bisa terus memantau keselamatan anda tuan." Ucap Ricko.


"Aku.... Aku memang tidak berguna, seharusnya aku lah yang melindungi Chareen...." Lirih Bara dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


"Tuan, nona Chareen bisa seperti ini karena dia ingin melindungi anda dan keluarganya. Tolong jangan salahkan diri anda sendiri, jika nona melihatnya mungkin dia akan semakin merasa bersalah...."


"Jika aku tahu kejadiannya akan seperti ini, mungkin aku tidak ingin tahu semua rahasia yang mereka sembunyikan dengan rapih, ternyata rahasia ini adalah....... Luka terbesar bagi Chareen yang sengaja ingin ia kubur, namun aku malah dengan sengaja membuka nya...."


"Tuan...." Mereka sengaja mencegah Bara yang terus menerus memukuli kepalanya, tapi tidak dengan Alegra yang hanya diam karena merasa tak senang jika orang yang dia cintai memiliki nenek yang begitu tidak berperasaan, terlebih..... Dia mengingatkan Chareen mati.


"Apakah ini alasan kakek yang begitu menyayangi Chareen dari pada dirimu?" Tanya Alegra dengan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Bara lupa jika Alegra adalah suami dari Chareen, tentu saja mendengar hal itu membuat nya tak senang bahkan kini mereka bisa melihat ekspresi buruk dari Alegra.


__ADS_2