Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Tak pernah beristirahat dengan tenang


__ADS_3

Di dalam mobil, Chareen sudah terlelap dengan begitu pulas nya dalam pangkuan Alegra yang memaklumi hal tersebut. Beberapa menit yang lalu Chareen sudah menghabiskan tenaga nya untuk mengurusi orang-orang yang sangat bodoh itu. Padahal Alegra sendiri bisa saja langsung menghukum mati mereka namun Chareen tidak akan membiarkan nya mati dengan mudah.


Jadi, Alegra hanya bisa menghela nafas berat dan mengangguk untuk menyetujui segala keinginan Chareen dan tugasnya hanyalah berdiri di belakang Chareen sebagai pendukung yang kuat.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alegra pada Chaty yang duduk di kursi depan dengan Garel yang membawa mobilnya.


"Ahh ya..." Angguk Chaty dengan tersenyum kecil.


"Syukurlah, kedepannya kau harus berlatih untuk melindungi dirimu sendiri. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali." Peringat Alegra.


"Baik." Angguk Chaty dengan yakin.


"Kakak, besok kakak akan kembali?" Tanya Garel pada Alegra.


"Ya, ada apa?"


"Aku titip Chaty karena aku tidak bisa pulang, aku ada rapat dengan beberapa agensi disini." Jelas Garel.


"Oke."


•••


BRAAKKKKKK


Raini terlonjak kaget, bahkan teh yang ia minum pun langsung ia semburkan kembali setelah mendengar suara kencang tersebut yang ternyata bunyi pintu nya yang di buka oleh seseorang.


"Apa yang kau lakukan? kau membuat ku terkejut Claire?" Kesal Raini, bibirnya terasa melepuh.


"Kakak... Dia.... Dia benar-benar menjengkelkan!! aku tidak mau bersama nya lagi....." Tangis Claire, penampilan yang sebelumnya sangat cantik dan mempesona, bahkan Raini sudah mendandani habis-habisan Claire selama 5 jam namun hasilnya malah seperti ini.


Sosok Claire justru seperti wanita yang baru saja di lecehkan oleh banyak orang karena make up nya yang berantakan dan kaki yang tidak menggunakan alas itu.


"Ada apa? apa William berulah lagi?" Tanya Raini penasaran.


"Dia sudah berjanji akan datang, tapi.... Aku sudah menunggu nya lebih dari 3 jam tapi dia tak kunjung datang.... Hingga akhirnya aku tahu bahwa dia... Dia...." Claire kembali menangis histeris setelah menunjukan sebuah foto di mana di sana terlihat William yang terlelap tanpa atasan sehingga memperlihatkan otot perut nya yang sangat menggoda.


Tidak hanya itu, yang membuat Claire marah adalah siapa orang yang mengirimkan hal tersebut padanya yang tak lain adalah Gea sendiri. Bukankah itu berarti bahwa mereka sedang bersama?


"Sialan!! apa laki-laki ini bosan hidup hah? tenanglah, bukankah besok Chareen dan Chaty akan kembali? kita serahkan hal ini padanya dan dengarkan apa keputusan nya nanti oke?" Lembut Raini dengan mengelus rambut panjang Claire.


"Ya.." Angguk nya dengan masih sesenggukan.

__ADS_1


Setelah di rasa tenang, Raini membawa Claire kedalam kamar agar wanita itu segera istirahat. Untuk dirinya sendiri, dia memilih untuk memberikan foto tersebut di group chat mereka berempat. Berbagai umpatan kesal sudah di layangkan oleh Raini untuk mengatai William, sedangkan Chaty dan Chareen? mereka sudah terlelap karena kelelahan. Mungkin mereka akan heboh besok, tidak seperti nya.


•••


BRUGHHHH


"BANGUN!!!! CEPAT TOLONG AKU!!!!!" Heboh Chaty dengan membangunkan kedua insan yang masih terlelap itu di balik selimutnya.


Satu jam yang lalu Chaty dan Chareen baru sampai di negaranya, namun mereka langsung berpisah karena Chareen akan memberikan hadiah pada William karena sudah membuat Claire kembali menangis lagi.


Oleh karena itu Chaty membangunkan mereka karena takut Chareen akan mengamuk, dia sudah tahu bagaimana tak berperasaan nya Chareen kemarin. Dia tidak ingin William mati di tangannya.


"Chaty? sejak kapan kau datang?" Heran Raini dengan menguap.


"Ck, tutupi mulut bau busuk mu itu bodoh! cepatlah bersiap. Chareen sudah pergi ke rumah William." Kesal Chaty dengan menutup hidungnya saat Raini menguap di hadapannya.


"Ah baiklah baiklah...."


Untuk Chareen, Chareen melacak keberadaan William yang ternyata berada di apartemen milik Gea. Ahh tepatnya yang di berikan untuk Gea, Chareen tersenyum miring karena yang membuka pintunya adalah Gea.


"Kau?" Kaget Gea karena Chareen masuk begitu saja.


"Orang? sorry, ku kira kau binatang...." Senyum Chareen dengan meremehkan dan menghempaskan cengkraman itu dengan mudah dan kembali masuk kedalam kamar.


"Apa maksudmu hah! cepatlah keluar.." Marah Gea, namun kemarahan nya langsung terhenti saat dia melihat sosok William yang terduduk di atas ranjang dengan tubuh bagian atas yang terbuka.


"Kau lihat? kau sudah mengganggu kami nona." Senyum Gea dengan penuh kemenangan.


"Chareen?" Gumam William dengan penuh keterkejutan itu.


DUGH!!


"Akhir-akhir ini kau selalu merepotkan aku Willi, bukankah sudah ku peringatkan untuk tidak membuat nya menangis?" Datar Chareen dengan memukul wajah William hingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan, pipi nya nampak memar dengan darah yang keluar di hidungnya.


"Ini...." Heran William yang masih belum sadar dengan keadaan nya.


"Ternyata kau masih belum juga mengerti apa yang aku katakan, bukankah kau yang paling tahu bagaimana diriku ini Wil? aku tidak akan membantu mu jika Alegra datang, tanggung resiko mu sendiri." Datar Chareen dengan pergi begitu saja meninggalkan William yang masih terdiam.


"Kak Will, maafkan aku... Aku tidak tahu jika kejadian nya akan jadi seperti ini. Kemarin aku melihat kak Will tertidur di sofa jadi aku pindahkan kemari dengan bantuan cleaning servis." Jelas Gea dengan berpura-pura sedih.


"Tidak apa, aku yang bersalah. Aku akan bersiap untuk pergi menemui Claire...."

__ADS_1


"Ehh tapi?"


"...." William sudah lebih dulu pergi kedalam kamar mandi untuk bersiap-siap, melihat itu Gea hanya tersenyum senang dan duduk di ranjang dengan perasaan yang puas.


Kekasih dari William memang sangat polos dan masih labil, tapi karena ada Chareen dan yang lainnya membuat Gea kesal dan ingin sekali memberikan nya pelajaran.


•••


Mereka baru saja hendak menyusul Chareen, tapi belum sempat mereka masuk mobil Chareen sudah lebih dulu datang dengan ekspresi kesal nya.


"Chareen? syukurlah kau sudah kembali? apa kau sudah menemukan tempat untuk menguburkan William?" Tanya Chaty yang justru malah mendapatkan tendangan dari Raini.


"Diam!" Geram Raini.


"Apa? aku tidak mengatakan apapun." Elak Chaty.


"Hhh, dengarkan aku baik-baik! tinggalkanlah William. Jangan kembali sebelum wanita itu ia singkirkan, jika sampai nanti wanita itu masih ada di sampingnya maka...... Kau dan dia memang tidak berjodoh, apa kau mengerti?" Tanya Chareen dengan memegang pundak Claire yang hanya mengangguk dengan tersenyum kecil.


"Aku mengerti kak, terimakasih karena kalian sudah mendukung aku." Lega Claire dengan memeluk Chareen.


"Hmm..." Angguk Chareen.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Halo?"


"Halo sayang? pulanglah cepat.... Kita harus ke Korea sekarang, kakek mu..... Mati karena tertembak."


Deg


Apalagi ini? kenapa tuhan tidak membiarkan Chareen istirahat dengan tenang? ponsel yang Chareen pegang pun sudah jatuh ke lantai dan tubuh yang lemas. Untung saja Chaty dan Raini dengan sigap menahannya.


Jangan lupa mampir ke karya author yang udh tamat


•Hello Mr. mafia


•Quin & king mafia


•Yang kedua


Di jamin suka♥️

__ADS_1


__ADS_2