Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Berat badan naik


__ADS_3

Chareen Garel dan Jimmy nampak duduk di salah satu restoran mewah seafood, mereka terlihat seperti sedang reuni bukan seperti bertemu klien.


"Aku kira kau akan datang sendiri..." Ucap Jimmy dengan membantu mengupaskan kepiting untuk Chareen.


"Hmm, Alegra menyuruh ku untuk selalu ada di sampingnya sampai dia kembali nanti." Balas Garel yang menyuapi daging lobster pada Chareen.


"....." Garel dan Jimmy melirik Chareen yang hanya diam dengan fokus pada makanan nya, sepertinya Chareen tidak mood untuk berbicara sekarang karena menurutnya makanan lebih utama.


"Apa kau tidak kekenyangan Char?" Heran Jimmy karena ini sudah porsi ketiga mereka yang datang, semuanya dalam porsi jumbo yang di khususkan untuk 5 orang.


"Tidak, ini sangat enak! bumbunya sangat terasa..." Balas Chareen dengan tersenyum senang.


"Ingatlah Jim, siapa yang dulu hanya memakan 5 suap saja karena takut badannya melar." Ejek Garel membuat Jimmy terkikik.


"Benar, tapi sekarang aku lihat dirinya semakin melar! mungkin berat badan nya naik 5 kg." Tambah Jimmy dengan melihat tubuh Chareen.


Chareen terdiam, dia menatap mereka berdua dengan tajam dan dingin. Dengan cepat Chareen bangkit dari duduknya, Jimmy dan Garel langsung panik seketika karena takut Chareen pergi.


"Itu Char..."


"Salah!! aku bukan naik 5 kg melainkan 7 kg! ingat itu." Ucap Chareen dengan memperlihatkan jari nya dan kembali duduk dengan tenang.


"......"


"Hmm iya, silahkan habiskan." Ucap mereka berdua dengan gugup.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


Senyum Chareen langsung terbit saat nama Alegra tertulis di layar ponselnya, ternyata Alegra ingin melakukan panggilan video.


"Sayang...." Panggil Alegra dengan tersenyum lebar pada Chareen.


"Hmm, kau di mana? apa kau sudah makan? apa kau makan dengan benar?" Tanya Chareen dengan mulut yang penuh makanan.


"Aku di Tokyo, aku sudah makan. Bagaimana dengan mu? kau di mana? dengan siapa?"


"Aku di tempat biasa dengan Garel dan Jimmy, ada hal penting yang harus aku bahas dengan Jimmy." Jelas Chareen dengan memperlihatkan mereka berdua yang sedang mengupaskan udang, lobster dan kepiting besar.


"Halo kakak, lihatlah? bukankah kami sangat baik? ngomong-ngomong ini sudah porsi ke tiga dan hampir masuk ke porsi ke lima, istrimu tumbuh dengan baik di tangan kami." Ucap Garel dengan memperlihatkan tangannya yang terbungkus sarung tangan transparan.

__ADS_1


"Anak baik, aku akan memberikan hadiah untuk kalian berdua nanti."


"Kau emang paling mengerti Alegra, apa kau tahu apa yang aku inginkan?" Tanya Jimmy dengan penasaran.


"Saham hotel yang ada di LA, bukankah begitu?" Balas Alegra dengan santai.


"Ahh kau memang yang terbaik, Chareen makan yang banyak oke? meskipun tanganku kesemutan dan semua jari tanganku melepuh aku akan dengan senang hati melayani mu...." Senang Jimmy dengan memberikan semua daging yang baru saja ia buka.


"Kau lihat? aku tumbuh dengan baik, apa aku terlihat gemuk?" Tanya Chareen pada Alegra.


"Tidak masalah, justru kau terlihat semakin menggemaskan." Ucap Alegra dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Manis sekali perkataan mu, cepatlah selesaikan pekerjaan mu. Aku ingin makan masakan mu...."


"Baik sayang... Kapan perusahaan akan mulai berlibur? kau jangan ikut, aku takut keseh....."


"Besok sore, aku akan ikut. Aku sudah packing dengan Chaty dan Raini juga, untuk Claire dia tidak bisa ikut karena ada urusan di sekolah nya dan juga dia harus menemani Raisa di rumah." Sela Chareen.


"Tap..."


"Aku sudah baik-baik saja, kemarin hanya kelelahan. Bukankah begitu Garel?" Tanya Chareen pada Garel untuk meminta dukungan.


"Tentu saja, kakak tenang saja aku juga akan ikut mereka besok. Jimmy juga akan ikut, benarkan?" Tanya Garel dengan menyenggol lengan Jimmy.


"Baiklah, sayang.... Setelah kau sampai rumah, lihatlah email yang aku kirimkan. Setelah di lihat, coba katakan apa yang aneh dari nya."


"Oke.... Apa mereka sudah terta.....Seksi sekali." Chareen tercengang saat melihat sosok Arjun yang berada tak jauh dari Alegra, Arjun baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya dan rambut yang berantakan.


"Milikku jauh lebih seksi!!" Kesal Alegra dengan menutup bagian Arjun, wajah Alegra berubah kesal dan buruk.


"Pelit sekali..." Cemberut Chareen, Jimmy dan Garel tertawa cekikikan.


"Aku akan memperlihatkan tubuhku padamu, kau bisa menyentuh nya sepuasnya...!!"


"Tidak, tubuh mu sudah bosan aku sentuh." Santai Chareen tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Sayang......" Rengek Alegra, Chareen terkekeh.


"I Miss you baby...." Goda Chareen dengan mengedipkan sebelah matanya pada Alegra yang langsung terbaring di sofa dengan telinga yang memerah.

__ADS_1


"Ahh... Aku bisa gila Char!! kenapa kau semakin menggemaskan?" Gemas Alegra.


"Aku tahu, cepatlah pulang."


"Ya sayang, kalau begitu aku tutup. Makan yang banyak..."


"Hmm."


Chareen meletakkan ponselnya di samping tas nya, Chareen kembali melanjutkan makannya dengan santai.


••••


Arjun menghela nafas berat, di lihatnya Alegra yang asik dengan Chareen begitu pun dengan Bara yang sedang sibuk berbincang dengan Raini. Di liriknya Ricko yang sedang tertidur di balkon, sepertinya masih ada yang senasib dengan nya.


"Apa Victor sudah bisa di hubungi?" Tanya Alegra pada Arjun.


"Tidak, sepertinya ponsel miliknya sudah di ambil. Untuk melacak nya pun sedikit kesulitan." Balas Arjun dengan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


Alegra terdiam dengan terus menatap tubuh Arjun, Arjun yang merasa di tatap seperti itu membuatnya merinding.


"A-ale... Apa yang kau lihat? kau tahu bukan bahwa aku masih normal dan juga kau sudah punya istri...." Takut Arjun dengan menutupi perutnya.


"Cihh, masih seksi milikku..." Ucap Alegra dengan pergi ke kamar mandi.


"....." Arjun tidak tahu apa yang terjadi pada Alegra, apakah ada yang salah dengan tubuhnya?


••••


Chareen melangkahkan kakinya memasuki perusahaan Vitton dengan Garel yang berada di sampingnya, untuk Jimmy? laki-laki itu sudah pergi karena harus melakukan pertemuan penting.


"Nyonya...Tuan.." Sapa mereka dengan menundukkan kepalanya saat melihat sosok Chareen dengan Garel.


"Saya sudah katakan sebelumnya, besok kita berangkat. Untuk pembagian kamar, sudah di tentukan sebelumnya. Kalian hanya bisa membawa 5 orang saja dalam keluarga, untuk transportasi nya... Kita akan menggunakan pesawat umum, saya pun akan ikut bersama kalian nanti." Jelas Chareen pada salah satu penanggung jawab liburan mereka.


"Baik nyonya, semuanya sudah di persiapkan. Untuk biaya..."


"Catat saja dalam agenda keuangan seperti biasa, tapi untuk selebihnya.... Masukan kedalam pengeluaran milk Alegra, apa kau mengerti?"


"Mengerti nyonya..."

__ADS_1


"Bagus, kumpulkan beberapa orang dari masing-masing departemen untuk bertemu dengan ku di ruangan, dalam waktu 10 menit mereka sudah harus ada di ruangan saya." Tegas Chareen dengan pergi begitu saja.


Garel tak menyangka jika Chareen akan bisa sekeren itu dalam berhadapan dengan mereka, sepertinya menyenangkan bekerja di perusahaan.


__ADS_2