
Chareen mengendap endap di lorong mansion, dia hendak pergi ke dapur karena lapar. Dia ingin mengajak Claire tapi wanita itu sedang belajar karena besok ada ulangan kelas, akhirnya mau tidak mau Chareen pun pergi sendiri.
Pada pelayan yang bekerja di sana akan beristirahat dari jam 6 dan kembali bekerja saat jam 5 pagi, sekarang jam masih menunjukkan pukul 8 malam.
"Semoga saja dia sudah pergi" Gumam Chareen dengan terus celingak-celinguk karena takut menemukan sosok Alegra.
Chareen menghela nafas lega karena sampai dapur dia tidak menemukan siapa pun, meskipun terlihat seram karena mansion sebesar itu hanya ada dirinya tapi semua rasa takut itu kalau dengan suara perutnya yang sedari tadi terus berbunyi.
"Hmm, masak apa ya?" Ucap Chareen dengan melihat-lihat isi kulkas yang full.
"Apa yang kau lakukan?" Ucap seseorang membuat telur yang Chareen pegang jatuh dan pecah di lantai.
"Astaga..." Kaget Chareen dengan refleks berbalik.
Terlihat sosok laki-laki yang sempat ia hindari tadi, Alegra berdiri dengan tatapan heran. Saat ini Alegra hanya menggunakan celana boxer hitam dan kaos putih yang memperlihatkan otot lengan dan juga dada nya.
Sedangkan Chareen, dia menggunakan dress tidur selutut yang berwarna peach dengan model lengan tanpa tali namun di balut lagi dengan sambungan nya yang sangat tipis.
Rambut panjang nya ia kuncir asal hingga membuat beberapa helai rambut nya jatuh, dan itu menambah nilai kecantikan nya.
"Ahh...I..Itu.....Ak..Aku...lapar, iya lapar" Canggung Chareen yang tak berani menatap Alegra.
"Lalu?"
"Lalu? Ya aku ingin makan!" Kesal Chareen yang sudah melupakan rasa malu nya itu.
"Bukankah kau seorang model? harusnya kau menjaga pola makan mu, sekarang sudah malam. Kau tidak boleh memakan makanan berat!" Jelas Alegra dengan membuka pintu kulkas.
"Aku tahu, aku hanya ingin memakan cemilan saja" Balas Chareen dengan mengambil buah pisang.
"Duduklah, aku akan membuatkan mu Oatmeal dan popcorn" Ucap Alegra membuat Chareen langsung menatapnya bingung.
"Apa kau tidak dengar apa yang aku ucapkan?" Heran Alegra, Chareen selalu saja membuat nya mengulang perkataan yang dia ucapkan.
"Ahh tidak perlu, aku bisa membuat nya.." Tolak Chareen dengan tersenyum.
"Apa kau bisa menurut?" Kesal Alegra.
"Hhhh baiklah...." Pasrah Chareen dengan cemberut.
Chareen lupa bahwa Alegra merupakan seorang chef terkenal, dia tersenyum lebar saat pertama kali melihat sosok nya yang sangat tampan.
Itu pertama kalinya dia jatuh cinta pada sosok Alegra, Alegra nampak jauh lebih tampan saat berkutat dengan alat-alat dapur. Keringat yang mengalir di pelipis dan lehernya membuat Alegra terlihat semakin seksi dan hot!
__ADS_1
Alegra yang merasa di perhatikan lantas menoleh ke arah Chareen yang tengah menatapnya tanpa berkedip, Alegra merinding melihat Chareen yang tersenyum senyum tanpa sadar. Entah apa yang di pikirkan oleh nya Alegra tidak tahu menahu, yang jelas dia takut melihat Chareen yang menatapnya seperti sekarang.
30 menit kemudian, Alegra selesai membuat oatmeal, popcorn dan juga susu. Dia segera membawa nya ke meja tempat Chareen berada, ternyata Chareen sudah tidak menatap nya karena sekarang Chareen sudah terlelap.
"Char?..." Panggil Alegra dengan mengguncang tubuh Chareen.
"Chareen?...." Panggil nya lagi dengan sentakan yang lebih keras hingga membuat Chareen menggeliat.
"Hmm... Sebentar lagi Willi...Aku masih ngantuk" Balas nya tanpa sadar.
Alegra mengeryit, bukankah William itu asisten nya? Seberapa dekatnya hubungan mereka?
"Hey!! Bukankah kau lapar?" Ucap Alegra lagi.
Chareen tersentak karena suara yang di keluarkan Alegra sangat kencang, Chareen mendongakkan kepalanya hingga menatap sosok Alegra yang berdiri di sampingnya.
"Hmm" Chareen menggosok kedua matanya.
Di hadapannya tercium aroma popcorn yang menggugah selera, tanpa meminta persetujuan lagi Chareen langsung memakannya tanpa malu.
"Apa kau sangat kelaparan?" Tanya Alegra yang duduk di hadapan Chareen.
"Ya, aku hanya makan saat pagi. Siang tadi aku tidak bisa makan karena selalu ingat kejadian...." Ucapan Chareen tidak ia lanjutkan, seakan dia sadar apa yang baru saja dia ucapkan.
"Kalau begitu aku permisi, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" Pamit Alegra dan segera pergi tanpa menunggu persetujuan dari Chareen.
Setelah kepergian Alegra, Chareen memukul kepalanya dengan sendok yang ia pegang. Dia terus menyebut dirinya bodoh!
Akhirnya Chareen memutuskan untuk membawa cemilannya kedalam kamar, agar Claire pun ikut memakannya.
Namun langkah Chareen terhenti saat melewati kamar Alegra, terdengar suara ringisan dari dalam.
"Ale? Apa kau baik-baik saja?" Cemas Chareen.
"Alee?" Panggil Chareen lagi.
"Ahh ya, aku tidak apa-apa...." Balas Alegria dengan suara yang parau.
"Apa kau yakin?" Tanya Chareen memastikan.
"Ya... Akhhhh siall!!!" Maki Alegra membuat Chareen semakin cemas dan penasaran.
"Ale, aku..."
__ADS_1
"Masuklah!" Ucap Alegra yang seakan mengerti kekhawatiran Chareen.
Chareen membuka pintu kamar tersebut, terlihat sosok Alegra yang duduk di sofa dengan kepala yang berdarah bahkan darah tersebut terus mengalir hingga membasahi pelipisnya.
"Astaga!!!" Pekik Chareen dan segera menghampirinya.
Chareen memegang kepala Alegra dan melihat luka nya, Chareen tidak sadar bahwa dia menghadap kan wajah Alegra ke dada nya yang terlihat menerawang dan sedikit mempertontonkan belahan yang indah.
"Ini, ini luka yang lumayan dalam. Aku akan menelpon dokter, atau kita ke rumah sakit saja?" Tanya Chareen dengan beruntun.
"Ahh tidak perlu, ini...."
"Ini apa? Luka kecil?" Kesal Chareen.
"Ck, jangan membuat kedua orang tua ku khawatir. Kau tahu bukan bahwa mama masih cemas akan kondisi papa?" Jelas Alegra membuat Chareen terdiam karena dia menyetujui apa yang di ucapkan Alegra.
"Tapi luka mu?"
"Ambilkan P3K saja"
"Baik"
Chareen melangkahkan kaki nya menuju lemari yang di tunjukan oleh Alegra, Chareen segera membawa kotak obat tersebut dan kembali duduk di samping Alegra.
"Tahan" Ucap Chareen yang di balas anggukan oleh Alegra.
"Shhhh... Pelan-pelan...." Ringis Alegra, luka tersebut memang sangat dalam dan itu terasa sangat perih.
"Aku juga sudah pelan, kau tahan sedikit..." Lembut Chareen.
"Hmm..."
"Kenapa kau bisa terluka? Bukankah kau baik-baik saja tadi?" Heran Chareen.
"Aku ingin mengambil dokumen yang sudah lama dari atas lemari, aku tidak sengaja menjatuhkan hiasan lemari yang memiliki ujung yang sangat runcing sehingga jatuh dan mengenai kepala ku" Jelas Alegra.
"Kau ini, apa kau tidak bisa berhati-hati?" Kesal Chareen.
"Akhhh...Apa kau bisa pelan? Ini sangat sakit!! Jangan memasukkan nya terlalu dalam" Ringis Alegra.
"Astaga, ini juga sudah pelan dan tidak dalam. Diam saja, setelah ini pasti akan enak" Kesal Chareen.
Mereka tidak tahu bahwa di depan pintu terdapat seorang gadis yang terus diam dengan mulut terbuka dan mata yang berkedip-kedip lucu.
__ADS_1
"Astaga, aku sudah tidak sabar ingin menggendong keponakan dari mereka berdua hahaha..." Ucap nya dengan cekikikan.